Selasa, 02 Juni 2015

Bacaan Al Qur'an dgn Langgam Jawa dlm Dialog Ringan

Di tengah panasnya diskusi tentang penggunaan Langgam Jawa saat tilawah Qur’an pada perayaan Isra’ Mi’raj beberapa waktu lalu, muncul kreatifitas masyarakat dalam menyikapinya. Seperti yang Arrahmah kutip dari broadcast media pesan instan pada Selasa (19/5/2015) berikut ini. Isinya ringan, namun insyaa Allah sarat akan makna. Semoga mengurai benang kusut kekeliruan masyarakat tentang syari’at membaca al Qur’an yang suci. Bismillah.
Boleh, tapi jangan dikerjakan!
Pak Kamsud pagi itu belum sempat sarapan di rumah, maka sebelum kerja, ia mampir dulu di Warteg Pak Karman langganannya. Belum juga sempat duduk, Pak Kamsud langsung ditembak pertanyaan sama pak Karman; “Nah, ini dia Pak Kamsud kebetulan sekali nih” kata pak Karman. “Ada apa emang koq pakai kebetulan segala?” tanya pak Kamsud keheranan. “Gini pak Kamsud, dari kemaren di Warteg ini banyak orang ngobrolin tentang baca Quran dengan langgam Jawa, menurut pak Kamsud sendiri gimana itu?” “Ya, kalo menurut saya pribadi sih itu namanya kurang kerjaan.” “Lha koq gitu pak?” tanya pak Karman.
“Sekarang fungsi daripada baca Quran itu sendiri apa coba, saya tanya pak Karman?” “Ya untuk didengar, dipahami, dihayati dan kemudian diamalkan.” “Nah betul itu. Sekarang kalo baca Quran tapi malah bikin konflik apa itu gak kurang kerjaan namanya?” “Gak gitu juga lah pak Kamsud, selama baca Quran itu telah memenuhi kaidah Tajwid dan tidak merubah maknanya, mau dibaca dengan nada Jawa atau nada Arab juga terserah aja kan? Lagian banyak juga lho, para Kyai yang mengatakan itu boleh.”
“Tanpa sedikit pun mengurangi rasa hormat saya kepada para Ulama, tapi penjelasan mereka itu harus kita pahami secara proporsional pak Karman; karena mereka mungkin mengungkapkan hukum dasarnya saja, bukan siasat fatwanya. Maka bisa jadi sesuatu itu diperbolehkan, tapi tetap jangan dikerjakan karena dapat mendatangkan mafsadat lain yang lebih besar dan belum tentu sepadan dengan prediksi maslahat yang akan didapat.”
“Maksud pak Kamsud gimana sih, saya koq makin gak paham?” “Maksud saya gini, pak Karman biasa shalat Jumat pakai baju koko, sarung dan peci. Sekarang coba nanti pak Karman shalat Jumat pakai kaos singlet, celananya setengah betis yang penting nutup aurat, kemudian pakai helm sebagai ganti peci. Itu sah gak menurut pak Karman? Dengan alasan; bahwa kaos singlet itu lebih adem kalo dipake, dan helm itu jauh lebih menjamin keselamatan kepala kita?”
“Ya nggak sah tho pak Kamsud, masa’ shalat pakai helm, kurang kerjaan saja.” “Shalatnya tetep sah pak Karman, karena shalat itu yang penting pakaiannya suci dan menutup aurat, ini kaedah dasarnya, hukum awalnya. Tapi memang, shalat dengan memakai helm itu sesuatu yang kurang kerjaan, demikian juga shalat dengan kaos singlet, meskipun ada yang membolehkan, tetap saja itu aneh dan kurang kerjaan. Jadi, meskipun boleh, tapi jangan dilakukan!”
“Koq bisa pak, sesuatu yang boleh tapi jangan dikerjakan?” “Jadi begini, pak Karman tahu karung goni kan? Itu lho, yang biasa dibuat balap karung anak-anak pas 17-an? Sekarang kalo umpamanya ada wanita yang memakai karung goni untuk menutup auratnya, mulai dari atas sampai bawah dia pakai karung goni, lalu dia jalan ke pasar, ikut majlis taklim dan nganter anak ke sekolah dengan kostum kaya gitu, boleh gak itu? Secara hukum dasar itu boleh-boleh saja, karena Islam hanya memerintahkan wanita menutup auratnya dengan batasan yang jelas, adapun mengenai jenis kain yang digunakan, itu kan gak ada keterangan detailnya. Jadi hal semacam ini, meskipun boleh, tapi aneh di sebuah masyarakat, makanya jangan dilakukan karena bisa menimbulkan fitnah.”
“Tapi kan, nada Jawa itu bukan sesuatu yang aneh bagi masyarakat kita Pak?” “Tidak aneh kalo untuk wayangan, tapi aneh kalo untuk baca Quran. Seperti memakai sarung itu tidak aneh kalo buat shalat di masjid, tapi coba pakai sarung saat ngantor atau ngajar di sekolahan, anak SD juga tahu kalo itu aneh dan mereka bakal ngetawain kita.” “Jadi intinya boleh tapi jangan dikerjakan? Kalo saya tetap melakukannya gimana pak?”
“Ya sudah gini saja pak, sekarang bapak punya Warteg yang banyak pelanggannya, biasanya saat pak Karman melayani pelanggan maka pak Karman akan membersihkan piring dengan sebuah kain lap. Sekarang coba bapak pergi ke toko dan beli celana dalam yang baru, paling bagus, paling mahal, merk-nya terkenal, steril dan belum pernah dipakai, kemudian pak Karman kalau ada pelanggan datang, nanti pak Karman nge- lap piringnya pakai celana dalam yg baru itu, gimana?”
“Ah, aneh-aneh saja pak Kamsud ini, koq idenya nggilani kaya gitu?!” “Lho, ini bukan nggilani pak, pada faktanya, mohon maaf ini, celana dalam yang baru dari toko itu jauh lebih bersih dari kain lap punya pak Karman yang sudah dipakai berkali-kali, keduanya sama-sama kain, yang membedakan hanya bentuk jahitannya saja. Jadi secara hukum dasar, sah-sah saja kalau pak Karman menggunakan CD buat nge-lap piring.”
“Kalo kaya gitu pelanggan saya nanti bakal kabur semuanya lah pak Kamsud.” “Nah, itulah yang ingin saya sampaikan pak Karman. Kita ini hidup di tengah masyarakat Indonesia, kita harus paham mana yang telah menjadi perspektif paten dalam sebuah masyarakat, sehingga hal tersebut perlu kita jaga dan tak perlu kita mengada-ada sebuah inovasi dengan alasan yang kita buat-buat namun ide tersebut justru membuat masyarakat ribut dan berpecah-belah. Sudah cukuplah kita ini diuji dengan banyak hal, apa tidak cukup kita diuji dengan harga-harga meroket namun mata uang justru menghujam dan menyelam?
Islam Nasionalis itu adalah Islam yang sadar dia tengah hidup di mana dan berhadapan dengan siapa, jangan terlalu anti banget lah dengan yang berbau-bau Arab, masa’ nanti kalo kita mati minta dikafanin dengan batik? Dan gak mau dikafanin dengan kain putih? Mungkin itu boleh, tapi sekali lagi, jangan dikerjakan!” “Pertanyaan terakhir pak, tadi pak Kamsud nyinggung tentang Siasat Fatwa, maksudnya apa itu pak?”
“Dalam konteks ini maksud saya adalah; menghindari kontroversi horisontal antara masyarakat yang dapat menjerumuskan ke dalam perpecahan. Sebisa mungkin kita hindari hal tersebut dengan mengambil pendapat yang dapat menyatukan umat. Dalam Al-Quran, hal ini dicontohkan oleh Nabi Harun, yaitu saat Samiri, seorang gembong munafik bani Israel membuat lembu sesembahan, Nabi Harun tidak lantas seketika menghukumnya, akan tetapi mengakhirkannya hingga adik beliau, yaitu Nabi Musa datang. Pada dasarnya menyekutukan Allah itu dosa besar, tapi dengan kecerdasan Siasat Fatwa agar bani Israel tidak terpecah-belah, Nabi Harun kala itu lebih mengedepankan persatuan umat daripada permasalahan akidah. Walaupun memang, akhirnya mereka mendapat hukuman juga. Jadi, tugas pemimpin itu adalah menjaga persatuan rakyatnya, bukan malah bikin mereka ribut dan saling hujat.”
“Okelah pak Kamsud, makasih buat sharingnya!” “Saya juga terimakasih buat pak Karman, yang bakalan kasih saya makan gratis pagi ini.. hehe.” “Haha.. cerdik juga pak Kamsud ini, boleh, boleh.. silahkan makan sepuasnya. Khusus buat hari ini pak Kamsud saya gratisin..” “Naaah.. gitu dong, itu baru bener-bener Muslim Nasionalis, membantu dan merangkul saudaranya yang tengah kelaparan.. haha..”
Sumber : arrahmah.com

Bacaan Al Qur'an Langgam Jawa Menurut Buya Yahya

@SAVE BACA AL QUR'AN DENGAN TARTIL,
Dengan ramainya masyarakat yang memperdebatkan Al Qur'an yg dibaca dgn langgam jawa pada saat acara Isra Miraj yg diadakan di istana negara, maka sebagai muslim yg baik kita pun harus ikut serta menjaga kemurnian Al Qur'an, karena Al Quran jika di baca tartil sangat nikmat sekali untuk di dengarkan bahkan terkadang membuat kita menangis jika meresapi benar dan sekaligus baca artinya, karena selain itu Al Qur'an adalah obat dari segala penyakit, penyakit hati, penyakit dzahir dan batin, sedih, dll.
Jika Al Qur'an dibaca dgn lagu tertentu bukan karena kesulitan pengucapan lisan sesuai daerahnya maka yang terjadi adalah kekacauan. Saya heran juga melihatnya disatu pihak teman saya dikantor rame-rame pada belajar tahsin (baca Al Qur'an dgn sanad Rasulullah) disatu pihak ada yg baca Al Qur'an dgn langgam jawa bisa dibilang 'nyeleneh' (malah rancu), karena saya senang jika mendengarkan Al Qur'an dibaca dgn tartil, sehingga saya rasa penting untuk memasukan bahasan ttg Bacaan Al Qur'an ini yg benar seperti apa, mohon maaf walaupun saya sendiri belum fasih sekali membaca Al Qur'an dgn makhrojul huruf yg benar, Di bawah ini saya sharekan ttg hal tersebut, "membaca Al Qur'an menurut Buya Yahya" semoga bermanfaat.
Persoalan pembacaan al-Qur'an langgam Jawa di Istana menjadi perdebatan dikalangan umat Islam; ada yang melarangnya tetapi ada yang membolehkannya. Berbagai tanggapan muncul, termasuk pula dari Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon.
Dalam rekaman video berdurasi lebih dari 11 menit, Buya Yahya menganggap bacaan al-Qur'an langgam Jawa di Istana negara tidak memenuhi hak-hak huruf, meskipun sementara kalangan menganggap bacaan al-Qur'an yang dilantunkan oleh Muhammad Yasser Arafat itu telah memenuhi hak-hak huruf.
Buya Yahya juga menganggap bacaan al-Qur'an langgam Jawa di Istana tersebut telah mengikutkan Al-Qur'an kepada lagu atau langgam. "Lah kemaren yag dipermasalahkan oleh ulama-ulama shalih itu apa? KARENA AL-QUR'AN ITU DIIKUTKAN DENGAN LAGU yang sudah ada.", tuturnya.
Menurutnya, kalau ikutkan lagu maka panjang pendeknya akan hilang. Buya Yahya mencontohkan saat Qari' membaca huruf Lam. "coba kalau diperhatikan BANYAK YANG DOUBLE "ELLLLLLLL" Lam-nya panjang", tuturnya. Pandangan Buya Yahya terhadap bacaan Qari Muhammad Yasser Arafat itu berbeda dengan pihak yang lain, dimana justru menganggap bacaan al-Qur'an Qari' tersebut telah memenuhi hak-hak hurufnya.
Simak lengkapnya dalam TRANSKIP video rekaman Penjelasan Buya Yahya berikut ini :
****
Al-Qur'an itu Kalamullah, diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yan dengan lisan Arabi. Lisannya adalah lisan Arabi, tidak boleh di-jerman-jermankan, jawa-jawakan, spanyol-spanyolkan, karena lisan adalah lisan Arabi.
Bagaimana makna lisan Arabi? sesuai dengan aturan didalam BAHASA ARAB yang selama ini dikenal dengan ILMU TAJWID dan ilmu QIRA'AH. Jadi tentang memberikan HAK-HAK HUFURNYA, makharijul hurufnya, tentang mudud madnya, tasydid dan semuanya itu ada aturan, itu semua lisan Arabi. Maka semua bacaan yang bertentangan dengan TAJWID dan lainnya adalah tidak diperkenankan.
MISALNYA, Al-Qur'an "Qul Huwallahu Ahad". Kalau kita baca (baca biasa) "Qul Huwallahu Ahad (pakai Mad), Allahush Shamad, Lam Yalid wa Lam Yulad, wa Lam Yakun Lahu Kufuwa Ahad". Lagu mana ini tadi ? lagu siapa? diarab juga tidak begini, dijerman juga tidak begitu, tetapi TERPENUHI HAK-HAKNYA itulah lisan Arabi.
Kalau Al-Qur'an DIIKUTKAN lagu, dan lagu itu ada panjangnya sendiri. Apakah dandang kulo, ini kan sudah punya lagu, lah kok al-Qur'a disesuaikan (dengan lagu), inilah yang rusak, mesti salah. Anggap saja ibu punya lagu Garuda Pancasila, sekarang Qul Huwallahu Ahad dengan nada Garuda Pancasila, ya rusak, haram hukumnya. Ini yang jadi masalah. Lah kok al-Qur'an disenandungkan dengan tatanan lagu yang sudah ada, makanya (jadinya) al-Qur'an ngikut lagu.
Kalau orang baca al-Qur'an dengan cara Jepang, karena memang lidahnya memang begitu, (atau) cara jawa, misalnya "Bismillahir Rahmanir Rahiim"(menirukan bacaan al-Qur'an orang tua), ASALKAN benar hurufnya terpenuhi, TIDAK APA-APA. Cuma itu (langgam Jawa di Istana) di ikutka lagu, itu yang jadi masalah, yang kemaren itu (di Istana).
Apalagi dengan NIAT, dengan niat-niat, (tetapi) niat urusan Allah, kita tidak boleh berprasangka buruk kepada siapapun. (Adapun) kalau niatnya untuk merendahkan, untuk bahan guyonan, itu dosa, haram. Adzan di Solo dan Blitar itu beda dengan adzan di Makkah ternyata ya, sebab orangnya setegah ngantuk, misalnya "Allahu Akbar Allahu Akbar" (buya menirukan adzannya orang ngantuk), SAH, nggak apa-apa adzannya. Cuma kalau sudah dimain-mainkan dalam bentuk lagu itu sudah jadi masalah. Lah kemaren yag dipermasalahkan oleh ulama-ulama shalih itu apa?
KARENA AL-QUR'AN ITU DIIKUTKAN DENGAN LAGU yang sudah ada. Jadi dalam jawa itu ada nada-nada tertentu, kayak dandang kulo, mocopat dan segalanya, jadi ikut langgam-langgam tertentu. Lah langgam kan sudah ada, bagaimana AL-QUR'AN diikutkan langgam?!
Sudahlah!! misalnya membaca surah Al-Fatihah dengan lagu Indonesia Raya, ya nggak bisa. nggak berani saya contohkan Al-Qur'an (dengan lagu Indonesia Raya), ya nggak bisa, haram. Mesti PANJANG PENDEKNYA (hak huruf) akan hilang. Kalau begitu salah. Cuma kalau baca dengan mendatangkan Tajwid-Tajwidnya karena lisan China ya mesti ada dengung-dengungnya gaya China, orang Jawa ya ada dengung-dengungnya Jawa, orang India juga begitu, tapi mendatangkan TAJWID, jadi yang di utamakan TAJWID, pembacaan al-Qur'an yang benar.
Jadi seandainya orang Jawa membaca al-Qur'an kok ada nada Jawanya karena memang lisannya lisan Jawa, asalaka DIPENUHI TAJWID nya ya tidak ada masalah itu. Cuma KALAU IKUT LAGU yang sudah ada, itu jadi masalah. Nanti yang dari sana, lagunya manuk Dadali, kan kacau. Nggak bisa itu, haram.
Jadi cara menyalahkan itu harus dibedakan. Dengan nada yang sudah ada atau lisan model Jawa, maksudnya, orang Jawa. Kalau difasih-fashihkan ikut Abdul Basith Abdush Shamad (Qari) ya nggak ketemu, bisa sampai cekukan nanti, nggak bisa, karena lisannya lisan begitu. Jadi kayak tadi "Bismillahir Rahmanir Rahiim, Qul Huwallahu Ahad, Allahush Shamad.." (buya baca biasa tapi dengan mad dan contohkan bacaan pelan tapi juga dengan mad), lah ini ada lengkuk-lengkuk Jawanya, asal HURUF-HURUFnya terpenuhi, satu, huruf-hurufnya terpenuhi.
Yang kedua, tidak mengikuti modelnya orang fasik. Lah kalau mengikuti gayanya orang fasik, itu jadi nggak boleh, karena itu mengangkat syi'arnya orang fasik, tetapi kalau memang kebiasaan dikampung tersebut, sebab sebetulnya kalau di Jawa itu banyak orang baca al-Qur'an, baca Asmaul Husna sendiri, terkadang "Allahur Rahmanur Rahiim, Al Malikul Quddus ..." (buya contohkan bacaan seperti kakek-kakek), lah orang Jawa, mbah saya juga begitu, cuma memang lidahnya Jawa, bukan main-main.
Lah ini orang qira'atnya bagus, dipanggung aneh-aneh, ini jadi masalah. Kalau ini lisan Jawa, asli begitu, di uplek-uplek, kadang-kadang huruf Arab itu nggak bisa, orang Jawa itu ngomong HA susah, Al-Kam jadinya (aslinya Al-Hamd), orang Sunda hilang Fa'-nya. Biar pun perlu berlatih tapi kalau bisanya begitu ya nggak masalah. Cuma kalau sudah bisa, kenapa balik ?! ke lidah Sunda yang nggak ada Fa'-nya, atau lidah Jawa yag nggak ada HA-nya. Apalagi di Indonesia ini antara Sin, Syin, Shad, itu nggak ada beda. Kalau Arab kan ada bedanya, nggk bisa, makanya MAKHARIJUL HURUF.
Jadi qaidah baca al-Qur'an itu adalah:
Pertama, dipenuhi HAK-HAK huruf.
Kedua, dipenuhi hak-hak HUKUM bacaan TAJWID. Tentunya yang kedua sesuai dengan qira'ah-qira'ah mu'tabarah.
Ketiga, Adapun masalah lagu itu, ASALKAN tidak mengikuti orang fasik.
Jadi tiga ini terpenuhi, asalkan tidak mengikut lagunya orang fasik maka sesuai dengan model tenggerokannya apa, tenggorokan Jawa, China, Jepang. Sehingga ada satu Imam dengan Lahn-Lahn (langgam) India, ada, di India itu ada Lahn (langgam) khusus dan ternyata tidak ada masalah. Itu memang ada model gaya India. Sebab, semua akan terpengaruh dengan budaya lingkungannya. Tapi bukan lagu yang sudah ada kemudian AL-QUR'AN DIIKUTKAN lagu, itu hukumnya adalah Haram. Kenapa? mesti nanti mau dipanjangin, karena lagunya belum beres (selesai), Pancasilaaaa (misalnya), Qur'annya jadi panjang lagi nanti. Jadi tidak boleh, AL-QUR'AN jangan DIIKUTKAN dengan lagu.
Tetapi bacalah Al-Qur'an dengan Lisan Arabi, itu maknanya PENUHI HAK-HAK HURUFNYA. Asalkan TAJWIDnya benar. Ingat ! Hak huruf, hak bacaan Tajwid, tidak bertentangan dengan qira'ah yang mu'tabarah, qira'ah Sab'ah, kemudia setelah itu apa? kalau ada lagunya pun, bukan merupaka Syi'ar-nya orang Fasik, bukan syiarnya orang Fasik. Lagu kebiasan di kampung, Jawa dan sebagainya itu tidak masalah, tapi kalau sudah DIIKUTKAN dengan lagu, kemudian... coba kalau diperhatikan (bacaan al-Qur'an langgam Jawa di Istana) BANYAK YANG DOUBLE "ELLLLLLLL" Lam-nya panjang, harus ikut gong-nya nanti ini. Ini nggak ketemu, ini betul-betul beda. Dan kita temukan orang-orang kampung, orang Jawa yang membaca Al-Qur'an tapi tidak main-main, karena memang lidahnya lidah Jawa, tapi tidak ada Makharijul Huruf-nya yang berselisih, Tajwdinya dipenuhi, itu saja. Itu saja Qaidahnya.
Sebab, tidak tugas kita menghukumi si A atau si B. Tapi bagaimana kita membuat qaidah. Ingat !! Makharijul Hurufnya sesuai, bagi yang mampu tentunya. Bagi yang tidak mampu ya semampunya saja. Bagi yang mampu, mengeluarkan Makharij-nya sesuai dengan semestinya kok tidak maka jadi salah, Yang ngerti tajwid tpi nggak pake tajwid, juga jadi salah.
Kemudian, membaca selain Qira'ah Sab'ah. Ada sebagian mengatakan Sepuluh, masih ada mungkin, tapi yang Sab'ah ini sudah jelas-jelas. Tidak boleh keluar dari Qira'ah Sab'ah. Qira'ah Sab'ah itu adalah selama ini di, yang mu'tabar dalam dunia qira'ah. Kemudian, setelah itu apa, lagunya pun bukan lagunya orang-orang Fasik. Maka ini menjadi BOLEH seseorang menyenandungkan atau membaca al-Qur'an, termasuk lidahnya masing-masing. Dan sangat bedaa! dan coba kita mendengar, coba buka China, bagaimana orang CHina baca al-Qur'an?!! kecuali saat mereka belajar tentang gurunya dari Arab sehingga bisa baca seperti Abdul Basith Abdush Shamad (Qari' Mesir), dulu di Indonesia ada Muammar ZA misalnya. Itu kan mengikuti lidah Arab, ya semestinya seperti itu.
Cuma kalau ini tidak dijelaskan begitu, nanti ada orang kota ngamuk kepada bapak-bapak karena baca al-Qur'an "Bismillahir ... " (buya contohkan baca al-Qur'an seperti suara kakek-kakek), wah salah itu nggak boleh, lidah jawa itu, nanti tambah berantem kita, umat ini. Sebab dikampung memang orang tidak pernah belajar tahsin Qira'ah, nggak pernah belajar lagu-lagu, orang kampung ya seperti itu. Jangan sampai nanti kita ingin membela tetapi telah menghancurkan umat. Cuman yang kemaren jelas KARENA DIIKUTKAN LAGU, harus jelas, yakin itu. Tapi Qaidahya begitu: asalkan Tajwidnya dipenuhi, Makharijnya juga, ikut Qira'ah Sab'ah, kemudian setelah itu apa? lagunya bukan yang biasa disenandungkan oleh orang Fasik, maka itu boleh saja. Selesai.
Sumber: muslimmedianews.com

Senin, 01 Juni 2015

Kubur Orang Sholeh Bermanfaat Bagi Ahli Kubur Sekitarnya

فصل: انتفاع أهل القبور بمجاورة الصالحين وقد يكرم الله بعض عباده الصالحين بأن يشفع في جيرانه فينتفعون بمجاورته في قبره. وروى ابن أبي الدنيا عن محمد بن موسى الصانع عن عبد الله بن نافع المدني قال: مات رجل من أهل المدينة فدفن بها رجل كان من أهل النار فاغتنم لذلك ثم إنه بعد سابعة أو ثامنة أري كأنه من أهل الجنة قال: ألم تكن قلت: إنك من أهل النار قال: قد كان ذلك لأنه دفن معنا رجل من الصالحين، فشفع في أربعين من جيرانه وكنت منهم. Allah telah memuliakan sebagian hamba-Nya yg shaleh dengan kemampuannya dapat memberi pertolongan kepada para tetangganya. Para penghuni kubur dapat menerima manfa'at dengan bertetangga didalam kuburnya.
Ibnu Abid Dunya meriwayatkan dari Muhammad bin Musa as-Shoni' dari Abdullah bin Nafi' al-Madani berkata: "Ada seorang laki-laki dari penduduk Madinah telah mati. dia dikuburkan disana sebgai orang yg termasuk penghuni neraka. dia pun bersedih dengan hal itu, setelah berlanjut tujuh atau delapan hari, aku melihat seakan akan dia termasuk penghuni syurga. Dia berkata : "Bukankah engkau telah berkata bahwa engkau termasuk penghuni neraka ?". Dia berkata: "Dulu memang seperti itu, namun karena bersama kami telah dikubur seorang yang shaleh, maka dia bisa memberikan pertolongan (syafa'at) kepada 40 tetangganya termasuk aku".
وقال ابن البراء: حدثنا محمد بن إبراهيم بن كثير حدثنا عمرو بن حميد قال: أخبرني رجل من أهل جرجان قال: لما مات كرز الحارثي رأى فيما يرى النائم كأن أهل القبور على قبورهم وعليهم ثياب جدد فقال لهم: ما هذا؟ قالوا: إن أهل القبور كسوا ثيابا جددا لقدوم كرز عليهم. وذكر أبو الفرج ابن الجوزي أن بعضهم رأى في منامه: معروفا الكرخي لما دفن في قبره شفع في أربعين من كل جانب من جوانبه فأعتقوا من النار. Ibnu al-Barra' berkata : "Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Ibrahim bin Katsir, telah bercerita kepada kami Humaid, ia berkata : "Aku telah diberitahu oleh seorang penduduk Jurjan, dia berkata bahwa ketika Karroz al-Haritsi meninggal dunia dia melihat dalam mimpinya seakan-akan penghuni kubur duduk diatas kuburan mereka, mereka mengenakan pakaian yang baru. Ditanyakan kepada mereka : "Ada apa ini ?". Mereka menjawab : "Sesungguhnya penghuni kubur memakai pakaian baru ini karena datangnya Karroz al-Haritsi kepada mereka".
Abul Faroj ibnul Jauzy menyebutkan bahwa sebagian ulama' melihat Ma'ruf al-Karkhi didalam mimpi setelah dia dimakamkan di kuburannya, Ma'ruf memberikan pertolongan (syafa'at) kepada 40 penghuni kubur yang berada di sampingnya hingga mereka terbebas dari api neraka".
*** Imam al-Qurtuby dalam kitab at Tadzkiroh juz 1 halaman 126 menjelaskan : "Dianjurkan bagi anda -semoga Allah merahmati anda- untuk mengubur mayat keluarga anda disamping kuburan orang-orang shaleh dan ahli kebajikan. Hendaknya anda makamkan bersama mereka, sebagai tawassul kepada Allah Yang maha Luhur Lagi Maha Agung, karena kedekatan mereka kepada-Nya. Hendaknya anda jauhkan dari kuburan orang-orang selain mereka karena nantinya mayat keluarga anda akan tersakiti oleh mereka".
wallohu a'lam bi showab
*Referensi kitab Ahwalul Qubur karya al-Hafidz ibnu Rojab al-Hanbali juz 1 halaman 75.
Sumber MMN: muslimedianews.com

Cara Bertemu dgn Roh Orang Sholeh

Abu ‘Abdullah Ibnu Al Qoyyim Syamsuddin Muhammad bin Abu Abakar bin Ayyub bin Sa’d Al Zar,iy/Al Zur,iy adalah tokoh dari Madzhab Hanbali yang menururut Syaikh Ibnu Katsir adalah seorang yang yang menjalankan Sholat dengan panjang, beliau memanjangkan dan berlama lama dalam bersujud. Bahkan Syaikh Ibnu Rojab sangat menyanjung beliau ini dengan sanjungan yang sangat Ghluw (jika diukur dengan pola pikir Salafi/Wahhabi), sebab Ibnu Rojab berkata tentang beliau: “Beliau tidaklah Ma’shum, tetapi tak ada ungkapan yang lebih tepat dari itu, sebab saking kuatnya Ibadah beliau” (Sumber http://ejabat.google.com/ejabat/thread?tid=02c6e984f72eb8a dan juga diamini oleh beberapa situs seperti sunnah dot org, islamport dot com dll).
Salah satu kitab terkenal Syaikh Syamsuddin adalah Kitab Al Ruh, dimana didalamnya terdapat beberapa keterangan yang unik, antara lain tentang kemungkinan berinteraksinya Ruh orang mati dengan orang yang masih hidup, ruh ruh orang mati itu bisa berkenalan dan saling berkunjung satu sama lain jika ruh tersebut termasuk yang mendapatkan keni,matan. Beliau membagi ruh itu dalam dua bagian; Ruh yang Menerima Azdab dan ruh yang menerima Kenikmatan)
Beliau membawakan sebuah ayat 42 surat Al Zumar: الله يتوفى الأنفس حين موتها والتي لم تمت في منامها فيمسك التي قضى عليها الموت ويرسل الأخرى إلى أجل مسمى إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون “Allah memenuhi hak/mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya, adapun jiwa yang belum mati, Allah menahannya didalam tidurnya yag telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”.
Tetapi sungguh amat sayang, di dalam kitab tersebut tidak dijelaskan metode khusus agar jiwa kita bisa dikenal oleh Jiwa jiwa Suci dari Para Auliyaillah, hanya saja, dalam bab sebelumnya Syaikh Syamsuddin membawakan sebuah ayat yang menjadi dasar Umum bagaimana Ruhr ruh itu bisa saling mengenal, yaitu dengan ayat 69 surat Al Nisa:
ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan berserta orang-orang yang diberi kenikmatan oleh Allah, yang terdiri dari para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.
Lalu, sebenarnya adakah cara agar kita bias dikenal oleh para arwah orang orang Shalih, agar kita mendapat berkahnya, doanya dan pertolongan ruhaniyyahnya? Dalam hal ini mungkin dari beberapa kisah bertemunya para tokoh kita dengan para tokoh terdahulunya baik dengan cara bermimpi atau dengan cara yang Allah sendiri yang tahu, adalah sebuah pelajaran yang patut ditiru, antara lain disamping mencintainya, mengikuti jejaknya, yang terpenting adalah bersedekah kepadanya, tidak lain adalah mendoakannya, menghadiahi fatihah, menziyarahi kuburnya, sering membicarakannya, mengaguminya, dan menghormatinya.
Bersedekah yang dimaksud adalah menghadiahkan fatihah atau baca bacaan kalimah thoyyibah yang lain.
Dari : Web.PrabuAgungAlfayed

Senin, 18 Mei 2015

Tanda Orang Berakal Versi Buya Hamka

SATU bukti Islam sebagai agama yang menghargai akal dapat dibuktikan dari banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an, baik yang tersurat maupun tersirat memerintahkan umatnya untuk berpikir dengan memperhatikan apa saja yang ada di dunia ini, bahkan di dalam diri manusia itu sendiri.
Sebagaimana firman-Nya:
وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ “Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?.” (QS Adz-Dzariyat [51]: 21).
Dengan demikian, sungguh beruntung umat Islam, karena kitab sucinya justru mendorongnya untuk mempergunakan akalnya secara maksimal guna mengetahui hingga haqqul yaqin kebenaran ajaran Islam. Oleh karena itu seorang Muslim itu idealnya adalah orang yang benar-benar memanfaatkan akalnya.
Menurut Buya Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dalam bukunya Falsafah Hidup orang berakal itu memiliki tanda-tanda nyata dalam sikap dan perilakunya sehari-hari.
Pertama, orang berakal itu luas pandangannya kepada sesuatu yang menyakiti atau yang menyenangkan. Pandai memilih perkara yang memberi manfaat dan menjauhi yang akan menyakiti. Dia memilih mana yang lebih kekal walaupun sulit jalannya daripada yang mudah didapat padahal rapuh. Jadi, akhirat lebih utama bagi mereka dibanding dunia.
Kedua, orang berakal selalu menaksir harga dirinya, yakni dengan cara menilik hari-hari yang telah dilalui, adakah dipergunakan kepada perbuatan-perbuatan yang berguna, dan hari yang masih tinggal ke manakah akan dimanfaatkan. Jadi, tidak ada waktu yang digunakan untuk hal-hal yang tidak berfaedah, apalagi sampai menguliti kesalahan atau aib orang lain.
Ketiga, orang berakal senantiasa berbantah dengan dirinya. Sebelum melakukan suatu tindakan, ada timbangan yang digunakan, apakah yang dilakukannya baik atau jahat dan berbahaya. Kalau baik, maka diteruskan, jika berbahaya segera dihentikan.
Keempat, orang berakal selalu mengingat kekurangannya. Bahkan, kata Buya Hamka, “Kalau perlu dituliskannya di dalam suatu buku peringatan sehari-hari. Baik kekurangan pada agama, atau pada akhlak dan kesopanan. Peringatan diulang-ulangnya dan buku itu kerapkali dilihatnya untuk direnungi dan diikhtiarkan mengasur-angsur mengubah segala kekurangan itu.”
Kelima, orang berakal tidak berdukacita lantaran ada cita-citanya di dunia yang tidak sampai atau nikmat yang meninggalkannya. Buya Hamka menulis, “Diterimanya apa yang terjadi atas dirinya dengan tidak merasa kecewa dan tidak putus-putusnya berusaha. Jika rugi tidaklah cemas, dan jika berlaba tidaklah bangga. Karena cemas merendahkan hikmah dan bangga mengihilangkan timbangan.”
Keenam, orang berakal enggan menjauhi orang yang berakal pula. Artinya, temannya adalah orang yang berhati-hati dalam hidupnya, sehingga terjaga komitmennya dalam memegang risalah kebenaran.
Ketujuh, orang yang berakal tidak memandang remeh suatu kesalahan. “Walaupun bagaimana kecilnya di mata orang lain. Dia tidak mau memandang kecil suatu kesalahan. Karena bila kita memandang kecil suatu kesalahan, yang kedua, ketiga, dan seterusnya, kita tidak merasa bahwa kesalahan itu besar, atau tak dapat membedakan lagi mana yang kecil dan mana yang besar.”
Kedelapan, orang yang berakal tidak bersedih hati. Buya Hamka menulis, “Orang yang berakal tidak berduka hati. Karena kedukaan itu tiada ada faedahnya. Banyak duka mengaburkan akal. Tidak dia bersedih, karena kesedihan tidaklah memperbaiki perkara yang telah terlanjur. Dan, banyak sedih mengurangi akal.”
Kesembilan, orang berakal hidup bukan untuk dirinya semata, tetapi untuk manusia dan seluruh kehidupan. Buya Hamka menulis, “Orang berakal hidup untuk masyarakatnya, bukat buat dirinya sendiri.”
Demikianlah sembilan tanda orang berakal menurut Buya Hamka. Dan, lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa orang berakal itu hanya memiliki kerinduan kuat pada tiga perkara. Pertama, menyediakan bekal untuk hari kemudian. Kedua, mencari kelezatan buat jiwa. Dan, ketiga, menyelidiki arti hidup.
Masya Allah, uraian Buya Hamka ini sangat berfaedah buat kita semua untuk mengukur diri, apakah selama ini telah memanfaatkan akal sebaik-baiknya, atau justru sebaliknya. Tetapi, apapun yang telah berlalu, sekarang adalah saatnya kita meningkatkan iman dan taqwa dengan memaksimalkan fungsi dan peran akal sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Wallahu a’lam.* (Imam Nawawi /Cholis Akbar) Sumber : Hidayatullah.com

Senin, 27 April 2015

Penelitian: Kebiasaan Berbagi Makanan Jadikan Hidup Lebih Baik

Penelitian terbaru dari University of Antwerp di Belgia, menemukan bahwa kebiasaan berbagi makanan bisa membuat hidup lebih baik. Mengapa? Penulis penelitian, Charlotte De Backer, mengatakan bahwa orang bisa mendapatkan keuntungan dari berbagi makanan, karena mereka terbiasa untuk berpikir adil. Sebab, dalam pembagian makanan mereka jadi lebih bijak dalam memberikan porsi yang adil.
Penelitian yang dirilis di Jurnal Appetite ini melakukan survei terhadap 466 mahasiswa Belgia, menanyakan seberapa sering mereka makan masakan yang dimasak oleh keluarga semasa kecil dibandingkan saat ini. Hasilnya, partisipan yang lebih sering berbagi makanan memiliki hidup lebih baik, seperti terbiasa menjadi orang yang pertama kali berdiri untuk memberikan kursi pada orang yang membutuhkan di kendaraan umum, menjadi sukarelawan, atau tanpa ragu membantu orang asing yang terlihat membutuhkan. Hal ini disebabkan karena orang tersebut mengetahui pentingnya berbagi satu sama lain.
De Backer mengatakan sifat individualis masyarakat Barat dapat luruh lewat perilaku berbagi makanan. Seperti yang dia sampaikan pada Time lewat email, ''Berbagi makanan pada orang-orang membuat seseorang terbiasa berpikir mengenai keadilan, terkait dengan pembagian porsi demi kebahagiaan bersama. Kemudian, mereka cenderung lebih bijak menjalani kekuasaan, karena terbiasa berpikir cepat dan tenang mengenai siapa yang didahulukan dan membutuhkan."
"Lalu, kebiasaan ini juga melatih mengendalikan sifat serakah dengan mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang pribadi," ujarnya. Menurut De Backer, ada perbedaan antara makanan Barat dan Asia. Umumnya makanan ala Asia dimasak dalam porsi besar sehingga memang untuk dibagikan.
Negara di Asia memiliki tradisi kuat dalam berbagi makanan, meskipun di negara Barat, terdapat banyak restoran Asia yang menyajikan makanan dalam piring besar untuk berbagi bersama orang yang duduk dekat meja mereka.'' Decker juga mengatakan belum terlambat untuk mengajarkan anak-anak kebiasaan berbagi makanan, yang bisa membuat hidup lebih baik. ''Adakan pesta ulang tahun. Jika Anda membawa hanya satu kue yang dapat dipotong, Anak-anak akan secara otomatis memikirkan tentang perlikau yang adil. Biarkan mereka mengevaluasi sendiri besar dan adilnya potongan kue, untuk belajar perilaku berbagi." (*/ng-id) from : aatjeh cyber.blog
Karena itu sobat, tidak ada kata terlambat untuk berbagi,, kita bisa memulai dgn misalnya membiasakan anak kita membawa makanan / jajanan yang lebih banyak,, atau jika kita belanja bareng anak, pasti suka belikan mereka jajanan, maka kita bisa bilang belikan buat ade ... ( misalnya sepupu/ keponakan ), saya sering melakukan hal itu jadi anak terbiasa berbagi, atau caralainnya bawa alat tulis seperti pensil/ pulpen lebih dari satu, agar jika ada teman yang buh atau perlu kita bisa meminjamkannya

Astronot Rusia Takjub dgn Mekah d Waktu Malam

Kosmonot Rusia, Anton Shkaplerov mengaku takjub melihat penampakan kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah di mana lokasi Masjidil Haram berada. Foto itu diambilnya dari luar angkasa. Hasil jepretan kamera Anton Shkaplerov menghasilkan foto dengan pemandangan yang menakjubkan. Anton adalah kosmonot Rusia yang tengah berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Tak ayal, foto jepretan Shkaplerov pada 29 Januari lalu itu ramai diperbincangkan di jejaring sosial twitter. "Amazing night view of #Mecca and #Medina from the #ISS," tulis Anton Shkaplerov di akun miliknya, @AntonAstrey. Sejak diunggah pada Januari lalu hingga hari ini, foto Shkaplerov difavoritkan sekitar 4600 pengguna Twitter dan diretweet sebanyak 9100 kali.
Sumber: http://www.atjehcyber.net/2015/04/data:blog.url#ixzz3YUUiFjV1 Follow: @atjehcyber | fb.com/atjehcyberID
Shkaplerov diketahui bekerja untuk Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) di Rusia. Tak hanya kota Makkah dan Madinah, dia juga memotret setiap sisi bagian bumi melalui satelit.
Pada 26 Januari lalu, ia mengunggah foto hasil jepretannya di Twitter. Ketika itu, ISS tengah berada di atas Arab Saudi. Hasil fotonya sungguh mengagumkan. Di kala malam yang gelap, justru kota Mekah dan Madinah memancarkan cahaya putih.
Sebagaimana diketahui, bagi kaum muslimin, Mekah dan Madinah merupakan dua kota yang diberkahi Allah SWT. Di Mekah terdapat Baitullah, yaitu Ka'bah, yang menjadi kiblat salat kaum muslimin.
Sumber: http://www.atjehcyber.net/2015/04/data:blog.url#ixzz3YUUtU8Nd Follow: @atjehcyber | fb.com/atjehcyberID Begitulah Allah memperlihatkan kebesaran-Nya pada semua manusia di jaman sekarang ini, bersyukurlah orang-orang yang mendapatkan Hidayah-Nya setelah tahu akan hal ini.. ya Allah berikanlah mereka hidayah dan petunjuk-Mu, berilah kemudahan mereka semua dari kegelapan menuju Cahaya,, aammiiiinn.. Itu adalah pemandangan dari langit dimalam hari,, namuna pernah pula saya membaca dari sebuah buku bahwa siapa yang membaca Al qur'an maka "penduduk langit" melihatnya bagai sebuah bintang disaat yang lain adalah kegelapan,, artinya dimana ada kalam Illahi dibacakan ditempat itu akan bersinar, sesuai dari hadist nabi bahwa siapa yang ingin ke taman syurga,, datanglah ke maka datanglah ketempat-tempat dzikir karena disana di penuhi oleh malaikat,, Demikian semoga ini semua akan menambah keimanan kita, amiin ya rabbul alamiinn. Wallahu 'alam bi showab,,

Kamis, 24 April 2014

Kasih Sayang Ayah yang Sebenarnya

Suatu malam, di sebuah stasiun radio, sedang berlangsung acara dimana orang- orang berbagi pengalaman hidup mereka. Perhatian saya yang semula tercurah pada tugas statistik beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya. Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Sejak kecil ia sering dimarahi oleh ayahnya. Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya benar.
Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan sang ayah yang ia dapatkan. Pada waktu ia berumur 17 tahun, tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya. Hal ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Sosok ayah yang melekat dalam dirinya adalah sosok yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Akhirnya ia memberontak dan tak pernah satu hari pun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya.
Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah ia ceritakan kepada siapapun kecuali pada istrinya. Walaupun merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.
Suatu hari ketika membantu ibunya membereskan barang-barang peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang dibungkus dengan rapi dan di atasnya tertulis “Untuk Anakku Tersayang”.
Dengan hati-hati diambilnya bingkisan tersebut dan mulai membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama ia idam-idamkan. Di samping kedua benda itu, terdapat sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan ia membuka kartu tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya, yang ia kenali betul sebagai tulisan tangan ayahnya.
Ya Allah, Subhanallah,Terima kasih karena Engkau mempercayai diriku yang rendah ini Untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupku Kumohon Ya Allah, Jadikan buah kasih hambaMu ini Orang yang berarti bagi sesamanya dan bagiMu Jangan kau berikan jalan yang lurus dan luas membentang Berikan pula jalan yang penuh liku dan duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya
Sekali lagi kumohon Ya Allah, Sertailah anakku dalam setiap langkah yang ia tempuh Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu Selamat ulang tahun anakku Doa ayah selalu menyertaimu “Dari Ayah yang Selalu Menyayangimu, sayang”
Meledaklah tangis sang anak usai membaca tulisan yang terdapat dalam kartu tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang bingkisan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya. Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahwa ayahnya memang sengaja merahasiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan keras agar sang anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu kehilangan sosok ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit yang diderita……..
Pada akhir acara, wanita itu mengingatkan para pemirsa agar tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita. Lihatlah juga segala sesuatu dengan mata hati kita. Apa yang kita lihat dengan kedua mata kita terkadang tidak sepenuhnya seperti apa yang sebenarnya terjadi.
“Kasih seorang ayah, seorang ibu, saudara-saudara, orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih Allah dilimpahkan pada kita dengan berbagai cara. Sekarang tinggal bagaimana kita menerima, menyerap, mengartikan dan membalas Kasih Yang Sebenarnya……………” kata wanita tersebut menutup acara pada malam hari itu.
Sumber: Erva Kurniawan Blog

Menjadi Pribadi Yang pandai Bersyukur

Ada sebuah cerita tentang seorang anak dari keluarga pas-pasan yang ingin mempunyai HP. Merasa tak puas dengan jenis handphone yang dibelikan orangtuanya, ABG (anak baru gede) itu membanting HPnya dihadapan orangtuanya. Tak ayal lagi, perbuatannya itu melukai hati kedua orangtuanya. Sang ABG itu sebetulnya ingin sekali memiliki smarthphone jenis Blackberry yang kini tengah menjadi trend. Sebagai pekerja serabutan, tak mudah bagi ayahnya mengumpulkan uang untuk membeli HP blackberry. Namun karena sayangnya kepada anak, sang ayahpun rela peras keringat demi membahagiakan sang buah hati. Singkat cerita, karena memang tak memiliki banyak uang untuk membeli HP Blackberry, maka sang ayah berinisiatif membelikan HP seharga uang disakunya. Air susu yang hendak disuguhkan kepada sang anak, justru dibalas dengan air tuba. Anak tersebut marah kepada orangtuanya karena apa yang dibelikan tidak sesuai yang diinginkannya. Sang anak justru mngungkapkan bahwa ia akan merasa malu bila membawa HP tersebut ke sekolahnya, karena kalah level dengan apa yang dimiliki teman-temannya. Peristiwa tesebut diatas di sampaikan seorang dai kondang dalam pengajian di salah satu TV swasta. Dan lagi bila kita cermati cerita sinetron yang ditayangkan di TV kita, maka akan didapati gaya hidup model ABG yang tidak puas dgn apa yang dimiliki, dan terus berusaha untuk mendapatkan apa yang berada di luar jangkauannya. Tidak Pernah Puas Apa penyebabnya ?? salah satunya karena ia selalu memandang orang-orang yang berada diatasnya dalam hal finansial. Akibatnya lahir kecemburuan disana. Gaya hidup semacam ini tentu tidak dibenarkan. Ini akan berakibat fatal yang akan menghantarkan seseorang pada kufur nikmat, karena merasa selalu dalam kekurangan, meski realitanya ia telah hidup berkecukupan. Islam adalah agama yang menjaga keseimbangan. termasuk masalah keduaniaan. tidak termasuk kategori haram, apabila kita mencari kekayaan dunia. Bahkan salahs atu hadist Rasul Saw ; bahwa kefakiran bisa menjadi penyebab kekufuran seseorang. Namun permasalahannya bila dalam kesibukan mencari nafkah tersebut menjadikan kita lupa daratan, maka akan jadi celaka. Sebab sifat dasar manusia dlm mencari harta itu bagai meminum air laut, tidk pernah merasa puas, selalu merasa kekurangan. Sebagaimana sabda rasul Saw ; "Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisai dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat" ( HR. Bukhari ) Disinilah kita perlu kontrol diri, sehingga tidak lupa diri. tidak menjadi budak harta, tapi menjadi tuannya. tidak pula menjadi orang yang dikendalikan, tetapi malah mengndalikan. "Jika salah seorang diantara kalian memiliki

Tertarik Islam Setelah Mengikuti "World Hijab Day" Th. 2013

Subhanallah.. Allah telah memberinya Hidayah setelah mencoba menggunakan hijab pada "Hari Hijab Sedunia"
INGGRIS – Pengalaman satu hari memakai hijab dalam “World Hijab Day” tahun lalu telah menuntut seorang warga Inggris 21 tahun membaca lebih banyak tentang Islam dan akhirnya memeluk agama Islam. “World Hijab Day” part 2 kembali akan dikampanyekan pada awal Februari ini. Kisah muallafnya Jessica Rhodes terjadi pada tahun 2013, dan sudah banyak diberitakan di berbagai media, tapi saya ingin membagikan kembali kepada Anda dalam rangka menyambut “World Hijab Day” part 2 ini.
Jessica Rhodes adalah seorang wanita berusia 21 tahun dari Norwich, Inggris yang bekerja sebagai konsultan telesales dan juga seorang mahasiswa. Dia lahir pada tahun 1991, dibesarkan di sebuah kota pantai kecil di pantai Tenggara dari Inggris. Pada usia 19 tahun dia melanjutkan pendidikannya ke universitas untuk mendapatkan gelar di bidang Musik dan ia berharap bisa melanjutkan ke jenjang pascasarjana dalam bidang konseling.
Dia memiliki cerita yang luar biasa tentang pilihannya untuk memeluk Islam dan bagaimana dia menjadi tertarik kepada Islam. Seorang wanita dari New York, Nazma Khan, memulai kampanyenya yang dikenal sebagai ‘World Hijab Day’. Gerakan ini telah diselenggarakan di situs jejaring sosial. Hal ini telah menarik minat dari Muslim dan non-Muslim di lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Bagi banyak orang, hijab adalah simbol penindasan dan perpecahan. Hijab sering menjadi target perdebatan besar untuk menanamkan kesalahpahaman tentang Islam di Barat.
Hari Hijab Dunia dirancang untuk melawan kontroversi ini. Hal ini mendorong wanita non-Muslim (atau bahkan wanita Muslim yang tidak mengenakan hijab) untuk mengenakan hijab dan mengalami bagaimana rasanya saat memakai hijab untuk yang pertamakalinya, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pemahaman yang lebih baik tentang hijab.
Melalui jejaring sosial itulah Jessica Rhodes ikut terlibat. Jessica Rhodes berteman dengan Widyan Al Ubudy yang tinggal di Australia, dan menyarankan teman-teman Facebook-nya untuk berpartisipasi. Jessica yangs eorang non-Muslim memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam “World Hijab Day” tersebut.
Dia mengatakan: “Saya ikut ambil bagian dalam Hari Hijab Dunia pertama dan menantang diri untuk mengenakan jilbab selama satu bulan. Saya kemudian mencoba untuk mulai membaca al- Quran dan kata-kata dalam al-Quran tampak logis dan jelas. Saya juga melakukan beberapa penelitian tentang Islam secara keseluruhan dan saya merasa bahwa Islam adalah agama yang komprehensif yang bisa memberikan jawaban yang saya cari “.
Meskipun orang tuanya sedikit khawatir bahwa kemungkinan dia akan diserang di jalan-jalan karena dianggap tidak toleran.
Beberapa Website seperti BBC, CBBC, Muslim, Times, Malaysia Digest telah menerbitkan artikel dirinya mengenai pengalaman seorang non-Muslim memakai hijab. Momen terpenting dalam hidupnya adalah saat ia berjalan keluar dengan memakai hijab untuk pertama kalinya sebagai seorang non-Muslim dan ia tidak bisa mengingat bagaimana rasanya untuk pergi tanpa memakai hijab.
Mengenai reaksi dari orang tuanya, teman dan suami, ia mengatakan: “Itu seperti sekantong perpaduan, orang tua tidak senang tapi mereka menerima keputusan saya. Mertuaku sangat mendukung. Teman-teman saya ada beberapa yang senang dengan keputusan saya, yang lain ingin berdebat dengan saya tentang hal itu, dan yang lain melangkah keluar dari hidup saya sama sekali.”
Saat ditanya tentang apa tantangan yang ia hadapi sebagai seorang muslimah, katanya dia sangat beruntung dan sejauh ini dia tidak menghadapi masalah apapun dan semua orang telah sangat mendukung dan berpikiran terbuka tentang hal itu.
Jessica mengenakan jilbab untuk pertama kalinya ke kantornya dan ia mendapat respon yang indah dari teman-teman sekantornya.
Di halaman Facebook Word Hijab Day, 31 january 2013, mengutip tulisan Jessica: Untuk semua teman-teman saya yang telah ada dalam hidup saya dan mendukung saya, saya memiliki sesuatu untuk sampaikan kepada Anda. Seperti yang Anda tahu, saya sekarang telah mengenakan hijab selama 8 hari dan telah membaca Quran selama sekitar 3 atau 4 hari. Hal masya Allah itu adalah sesuatu yang mengagumkan…indah … dan dia terlihat sangat cantik juga… Semoga Allah swt selalu memberikan bimbingan dan melindungimu saudariku, dan mendapatkan pahala di akhirat ..”
Subhanallah, hijab telah mengantarkan seorang Jessica Rhodes kepada Islam. Semoga rahmat dan perlindungan Allah selalu menyertaimu, Saudariku! Dan semoga World Hijab Day 2014 ini kembali mendapat respon positif yang luar biasa dan bisa menjadi jalan hidayah bagi mereka untuk menemukan Islam, seperti Jessica Rhodes.
[Ar Rahmah.com]

Tentara Korsel Masuk Islam Karena Terpesona Gerakan Sholat

IRAK – Sebanyak 38 tentara Korea Selatan secara spontan berikrar masuk Islam. Ke-38 tentara Korea itu, satu orang diantaranya seorang komandan bernama Kapten San Jin Gu sedang 37 lainnya adalah prajurit. Kapten San adalah salah satu komandan Brigade 11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Irak. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara.
Saat bertugas di wilayah tersebut, Kapten San Jin-Gu sering mengamati orang-orang muslim shalat berjamaah di masjid. Kebetulan markas pasukannya berada dekat sebuah masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan- gerakan shalat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkkan dikamarnya sendirian.
Pada saat mempraktikkan itulah Kapten San Jin-Gu merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan shalat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga), dan ternyata sebagian besar prajurit setelah memprakteikkan gerakan-gerakan shalat tersebutmerasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.
Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”. Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam. Subhanallah!
[Islamic Media Indonesia]

Kamis, 17 April 2014

Mandi Menyenangkan dapat Mencerdasan Anak

Buat para bunda yang masih memiliki anak balita, tentunya ingin memiliki anak yang cerdas bukan ?? ternyata kegiatan mandi dapat dijadikan ajang sebagai salah satu cara untuk mencerdaskan anak.., yaitu dgn membuat suasana mandi menjadi nyaman dan menyenangkan.., yuuk liat bagaimana caranya..??
Mandi dan Kecerdasan Anak
Oleh : Widianingsih, M.Ag.
BEBERAPA waktu lalu, saya melihat adik saya memandikan anak pertamanya. Usia anaknya 1 tahun lebih. Bayinya tertawa menikmati dinginnya air. Namun ibunya teramat fokus menggosok badan anaknya dengan sabun. Lalu membilasnya dengan air tanpa berkata-kata sedikitpun.
Setelah keduanya keluar kamar mandi saya pun bertanya, “Dek, apa yang baru saja kamu lakukan?” Ia pun menjawab, “Oh tadi itu, habis mandiin Azam.” Azzam itu nama anaknya. “Dikira sedang mencuci baju,” tukas saya. Ia pun berlalu menuju kamarnya.
Ba’da maghrib setelah anaknya tidur, saya bicara dengan adik. Saya sampaikan bahwa kegiatan mandi bisa membuat anaknya cerdas. Memang tidak sedikit para ibu yang belum memahami hal ini. Kebanyakan mereka merasa ingin cepat-cepat menyelesaikan satu kegiatan bersama anak karena pekerjaan rumah tangga lain menunggu
Usia 0-2 tahun disebut sebagai jendela kesempatan oleh neuroscientist. Karena pada usia inilah terjadi proses tahap awal penyambungan antar sel otak. Jika pada usia ini ada sel yang tidak tersambung, maka sel tersebut akan hilang melalui program penghapusan.Itulah mengapa kehidupan seorang anak setelah dewasa tergantung pada masa golden age-nya.
Dalam setiap kegiatan rutin yang dilakukan ibu dan bayinya terdapat banyak kesempatan untuk membangun sambungan sel-sel otak. Orangtua perlu memverbalkan apa kegiatan yang dilakukan dengan bayi. Bayi mendapat pengetahuan melalui semua inderanya. Maka dengan membahasakan semua yang dilakukan, bayi akan menerima pengetahuan melalui semua inderanya dengan lengkap.
Saat mandi misalnya, diawali dengan membantu bayi membuka baju. Ibu atau ayah yang membantu bayi harus bicara. “Anakku sayang, kegiatan mu sekarang adalah mandi. boleh ya ibu/ayah bantu buka bajunya. Bismillahirrahmanirrahiim. “ Ibu/ayah membuka baju anak perlahan-lahan tanpa berhenti bicara.
Kita katakan pertama yang dibuka kancingnya, lalu tangan kanannya dan seterusnya. Setelah bajunya di buka, ibu terus bicara bahwa sekarang sedang bergerak menuju kamar mandi, bisa ditambah dengan menghitung langkah kaki ibu dari kamar tidur menuju kamar mandi. Setelah siap di depan pintu kamar mandi, orangtua tetap tak berhenti bicara, sampaikan bagaimana Islam mengajarkan adab masuk kamar mandi disertai do’a sebelum masuk kamar mandi.
Setelah anak masuk bak mandi, tetap orangtua harus bicara. Satu-persatu anggota tubuhnya disebutkan. Tak lupa fungsi-fungsi setiap bagian tubuhnya. Sampaikan benda-benda yang ada di kamar mandi. Dingin atau hangatnya air yang dipakai. Benda-benda yang sedang digunakannya. Usapan disertai pijitan lembut dan hangat di tubuhnya akan membuat sambungan semua sel otaknya.
Hingga selesai bilasan terakhir orang tua tetap tidak boleh berhenti bicara. Kemudian ulang seperti diawal kita sampaikan adab keluar kamar mandi. Lalu terus bicara bergerak kemana setelah keluar dari sana.
Satu kegiatan rutin mandi saja akan membuat sambungan yang banyak pada sel-sel otaknya. Rangsangan dari semua inderanya membuat anak kita menjadi anak yang cerdas. Bisa kita bayangkan berapa sambungan yang akan terlewatkan ketika orangtua tidak mendampingi anaknya.
Kita tidak bisa memilih dilahirkan dari orangtua yang cerdas atau biasa saja. Tapi kita bisa memilih untuk menjadi orangtua yang cerdas bukan? [islampos]
Dari uraian diatas, anak cerdas dihasilkan dari ibu yang penuh kelembutan dan komunikatif, walaupun anak tersebut masih balita yang mungkin belum mengerti perkataan ibunya.. namun yang penting jalinan sentuhan kasih sayang dan komunikasi yang baik itulah yang menumbuhkan kembangkan sel-sel otaknya, semoga hal ini bisa dilanjutkan sampai mereka dewasa, maksudnya kenjadi ibu yang komunikatif dalam setiap kesempatan. wallahu alam bi showab.

Orang Penting Di Mata Allah

Menjadi orang penting bagi orang lain pasti menyenangkan karena merasa diperlukan, tapi ada yang lebih penting lagi dari itu semua yaitu "menjadi orang penting di mata Allah Swt." Siapakah orang-orang itu..? yup mereka adalah agen-agen muslim, yang memikirkan, membantu, memperbaiki agama Allah.. lebih lengkapnya, yuuk kita baca ulasan berikut ini :
Orang Penting dimata Allah
Oleh: Ustadz Bachtiar Natsir
Essensi sebuah nikmat sejatinya bukan pada banyaknya jumlah. Seseorang itu penting atau tidak penting bukan diukur dari banyaknya gaji dan tingginya jabatan. Rosululllah Saw bersabda “Urusan paling penting adalah mengurusi Islam”.
Beberapa santri mengabdikan diri di lereng gunung merapi, berbekal tungku, satu penggorengan, satu panci dan satu ceret sebagai aset untuk hidup dan berjuang di jalan Allah untuk mengurusi Islam. Di sana, mengajari mereka ngaji, shalat, mengajak kepada ketaatan kepada Allah, padahal gaji tak seberapa hanya sekadarnya saja.
Apa yang dijadikan bahasan dari mereka bagi orang-orang penting di Jakarta? Orang-orang yang merasa menjadi orang penting itu pasti heran, cara pandang yang bermasalah.
Rosulullah Saw bersabda orang penting adalah orang yang mengurusi Islam, kemudian menegakkan shalat dan yang paling tinggi adalah Jihad fie sabilillah. Berapa pun gaji kita, setinggi apapun jabatan kita, jika kita tidak memikirkan Islam, tidak mengurusi Islam, kita bukan orang penting, kita bukan siapa-siapa.
Ingatlah, di kubur nanti bukan mulut kita yang menjawab tapi amal kita yang menjawab, tiga pertanyaan yang akan diajukan, siapa Rabbmu, siapa Nabimu, dan apa kitabmu. Kenapa tiga pertanyaan itu yang diajukan? Inilah esensi dari hadist Rosulullah Saw, ketika amal tidak untuk meneggakkan Agama Allah, maka amal itu menjadi tidak penting.
Amal kita akan ditanya apakah sudah sejalan dengan Rubuyahnya Allah dan Uluhiyahnya Allah maksudnya, apakah sudah sesuai dengan apa yang di contohnya Rosulullah Saw. Bagi para santri yang hebat, mereka yang sudi memberikan ilmu terbaiknya untuk mengenalkan kepada umat menuju jalan Tuhannya agar taat kepada Allah, mereka itulah yang di maksud dengan Orang Besar, Orang yang Penting di mata Allah.
Sumber : islampos.blog

Selasa, 15 April 2014

Pengalaman Menarik Ber-Hijab Seorang Non Muslim

Seorang wanita Non Muslim, Anisa Rawhani membuktikan ternyata banyak orang meresponnya lebih bagus ketika ia mengenakan jilbab dibanding ia tidak mengenakan jilbab.
” ‘ Orang-orang menjadi lebih sopan , banyak orang tua menjabat tangan saya ‘ , ujar mahasiswi perguruan tinggi Kanada yang mengenakan jilbab selama 18 hari untuk mengungkapkan bagaimana tingkat rasis komunitasnya, ” lapor Daily Mail , 12 April. Seorang mahasiswi Kanada tersebut baru-baru ini melakukan eksperimen sosial untuk melihat apakah orang-orang memperlakukannya berbeda jika ia mengenakan jilbab .
Anisa Rawhani , seorang mahasiswi tahun ketiga di Queens University di Ontario , mengenakan pakaian Muslimah selama 18 hari pada bulan Januari saat ia bekerja di perpustakaan universitas , mengunjungi toko-toko dan restoran di dekat kampus dan saat ia melakukan pekerjaan sukarela dengan anak-anak setempat .
Menurut Rawhani – yang melakukan percobaan untuk melihat apakah orang-orang di komunitasnya bersikap rasis terhadap kelompok minoritas -ternyata ia melihat bahwa banyak orang memperlakukan dia lebih ramah dan dengan lebih hormat daripada ketika dia tidak memakai jilbab . Rawhani , walaupun ia bukan Muslim , menulis tentang pengalamannya memakai busana muslimah dalam edisi Maret Journal queen , di mana ia bekerja sebagai editor . ” Pada awalnya saya pikir saya hanya membayangkan hal-hal menakutkan akan terjadi , “ujar Rawhani .
Dalam beberapa kasus , katanya , dia pergi keluar dengan teman-teman yang tidak memakai jilbab dan dia ternyata diperlakukan jauh lebih baik daripada teman temannya yang tidak mengenakan jilbab. “Ada kelebihan ini ( sambil menunjuk jilbabnya ) , saya mengalami sesuatu yang saya tidak bisa menjelaskan , ” katanya . ” Seperti benar-benar menjadi begitu sangat sopan , saya tidak pernah mengalami sebelumnya. Itu sesuatu yang kontras yang sedang terjadi. ‘ Rawhani mendiskusikan temuannya dengan seorang profesor psikologi di universitasnya- dia sebut sebagai fenomena menarik.
Rawhani , Non Muslim keturunan Iran , terinspirasi oleh percobaan serupa yang pernah dilakukan di Amerika Serikat , di mana seorang wanita diminta untuk mengenakan jilbab selama satu hari dan melihat bagaimana orang-orang memperlakukan mereka . ‘ Keinginan percobaan datang dari keinginan untuk memahami lebih baik karena ada begitu banyak ketegangan di sekitar pengenaan jilbab itu , “katanya . ” Ada begitu banyak kesalahpahaman dimana banyak orang-orang berpikir bahwa muslimah tertindas dan ada juga isu-isu rasisme yang terjadi, ” lanjutnya . (Jwel/KH)
Subhanallah.. Allah telah memperlihatkan kepadanya, bagaimana indahnya konsep Hijab bagi para muslimah, yang sebenarnya adalah untuk melindunginya dari gangguan orang-orang jahil dan agar sebagai tanda bahwa dia seorang muslimah, semoga dgn begini semakin terbuka dunia bahwa Hijab tak bisa dilepaskan bagi wanita muslimah yang mengingikan keridhoan Allah Swt., aamiinn..

Sabtu, 12 April 2014

Jantung Muadzin Kumandangkan Adzan

Dokter Jasim al-Haditsy seorang penasehat jantung anak di ‘Amir Sulthan Center Untuk Penyakit Jantung’ Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, megkisahkan kepadaku, “Salah seorang rekanku yang bisa dipercaya bercerita kepadaku, bahwa suatu malam saat ia sedang bertugas di rumah sakit , ada seorang pasien yang meninggal dunia, maka ia segera memastikan akan kematian pasien tersebut, ia meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengarkan suara,‘Allahu akbar, Allahu akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’…
Ia berkata, “Saya rasa adzan subuh”. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, “Jam berapa sekarang?” ia menjawab,”Jam satu malam.” Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan saya kembali mendengarkan adzan tersebut selengkapnya.
Saya bertanya kepada keluarga orang ini, tentang keadaanya semasa hidup, mereka menjelaskan, “Ia bekerja sebagai muadzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke masjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu mengkhatamkan Al Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan”
.
Tanggal lima belas Bulan Ramadhan 1421 H, seorang jamaah shalat pingsan di Masjid saat ia mengumandangkan iqamah shalat subuh, dengan segera tiga orang dari jamaah shalat membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Riyadh. Orang itu kemudian sadar saat mereka masih dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sekonyong-konyong ia berdzikir seakan-akan tidak pernah terjadi apapun.
Sesampainya di instalasi gawat darurat, ia disambut oleh seorang pemeriksa jantung yang menceritakan kisah ini kepadaku, “Kami menemukan adanya peradangan mematikan yang parah sekali pada sebagian besar jantungnya”. Kondisi iu membuat kami tercengang.
Saat saya berusaha untuk membawanya ke ruang ICU, tiba-tiba saya mendengar suara tasbih dan tahlil, dan ia membisikkan sesuatu ke telinga salah seorang rekanku lalau tersenyum sambil membaca, “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” . Setelah itu jiwanya terbang menuju keharibaan Tuhan-nya.
Rekanku yang mendengar bisikan orang tersebut tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Aku kaget atas kejadian ini dan segera menanyakan keadaanya. Ia berkata, “Orang ini telah membisikkan kepadaku, “Dokter! Usahlah Anda menyibukkan diri, sungguh aku akan mati, aku telah melihat surga, insyaAllah aku akan segera menuju ke sana, aku melihatnya sekarang, sungguh aku melihatnya.”
Saat orang ini ditanya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) orang yang telah meninggal ini, ia berkata, “Ia sangat menjaga dua perkara:
Pertama, ia dan muadzin selalu saling dahulu mendahului untuk datang ke masjid, kadang muadzin mendahuluinya dan lebih sering ia yang datang terlebih dahulu.
Kedua, ia tidak dikenal kecualii sebagai pribadi yang baik. Allah Ta’ala telah menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar, ia tidak pernah berbohong atau menggunjing orang lain”.
Allah telah mencukupinya dan Allah telah menjaminnya. Dan sungguh kita tidak bisa memberikan rekomendasi apapun untuk siapapun di hadapan Allah.
*****
Saya telah melakukan operasi penambalan pembuluh darah terhadap seorang pasien yang berada di ruang Bagian Jantung. Sehari sebelum ia diperbolehkan untuk pulang -karena menurut perhitungan kami saat itu, ia telah sembuh- ia memanggil anak-anak dan istrinya, ia mengharapkan mereka segera hadir. Sesaat setelah mereka semua hadir ia berkata, “Aku akan meninggal sebentar, maka maafkanlah aku”.
Kemudian ia memanggil dokter dan para perawat yang merawatnya untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka. Lalu ia berbaring di atas sisi kanannya seraya mengucapkan, “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah”, ia telah menghadap Tuhan-nya
a.
Saya bertanya kepada anak-anaknya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) ayah mereka, mereka menjelaskan, “Ayah kami orang yang baik, kami tidak pernah melihatnya menggunjing, berbohong, berbuat keji, atau kemungkaran.”
*****
Ketika masih duduk di bangku kuliah di Kairo,Mesir, saya mengenal seseorang yang sangat taat kepada Allah. Ia mengajarkan Al Qur’an dan membimbing penghafal Al Qur’an di komplek tempat tinggalku. Selama bertahun-tahun ia tidak pernah terlambat untuk datang mnegajar pada waktunya, yaitu setelah selesai shalat Subuh hingga terbit matahari.
Suatu hari ia mengucapkan selamat tinggal kepada semua yang hadir setelah menutup pelajarannya, seakan-akan ia tidak akan mengajar kembali setelah hari itu. Hari itu juga, sebelum tiba saat Dzuhur kami mendapatkan berita tentang kematiannya pada jam sepuluh pagi.
Keesokan harinya kami mendapatkan kisah kematiannya berdasarkan cerita istrinya, “Sebagaimana biasa ia pulang ke rumah jam tujuh lebih tiga puluh menit. Ia mengucapkan salam kepadaku, kemudian berkata, “Sesungguhnya saya akan mati pada jam sepuluh.” Sayapun mengiranya bercanda, lalu ia berkata, “Siapkanlah sarapan untukku.” Saya menyiapkan sarapan, lalu kami menyantapnya berdua.
Pada jam delapan tiga puluh menit ia masuk ke kamar mandi. Ia mandi agak lama, kemudian ia keluar dan memakai wewangian sebagaimana yang ia lakukan ketika hendak berangkat untuk shalat Jumat. Lalu ia memakai pakaian yang paling bagus dan membaca Al Qur’an.
Beberapa menit sebelum jam sepuluh ia berkata, “Saya akan mati pada jam sepuluh, maka maafkanlah aku, lupakanlah semua kesalahan dan kekhilafanku kepadamu.” Saya sangat terkejut hingga tidak bisa mengucap apapun, beberapa detik sebelum jam sepuluh, ia bersiap-siap untuk tidur lalu membaca, “Asyhadu alla iaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” lalu ia menghadap Tuhan-nya.
*****
Sekarang perkenankanlah saya menceritakan kepada Anda tentang riwayat hidup orang ini. Sungguh saya belum pernah melihatnya menggunjing orang lain, berbohong, menipu, berbicara kotor atau mungkar, sejak saya mengenalnya di komplek itu.
Ada sebuah pertanyaan yang perlu untuk dijawab, berapa banyakkah orang yang shalatnya mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Allah Ta’ala berfirman, وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ “dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” (Al Ankabut:45)
Sayangnya, kadang kita masih temui orang-orang yang menggunjing orang lain padahal ia belum keluar dari masjid. Atau kadang ia menggunjing maupun berbohong padahal ia masih berada di pintu masjid setelah menunaikan shalat. Atau pedagang yang menipu pembelinya padahal baru saja ia menunaikan shalatnya di masjid. Atau orang yang menzhalimi orang lain atau bermuamalah dengan riba padahal ia termasuk orang-orang yang biasa membaca takbiratul ihram-menunaikan shalat-.
Saudara-daudaraku! Sesungguhnya orang yang shalatnya tidak mampu mencegah dari perbuatan keji, mungkar, dan keburukan-keburukan lainnya berupa kemaksiatan dan dosa, maka hendaklah ia mengintrospeksi dirinya. Karena di situlah kekurangannya. Mungkin ia belum bisa melaksanakan shalat sebagaimana mestinya, atau ia tidak menunaikannya dengan khusyuk. Seandainya ia mampu merasakan keagungan shalat lalu mendirikannya sebagaimana mestinya, tentulah dengan izin Allah shalat itu akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.
Saudaraku yang mulia, sebelum coba-coba menggunjing, berbohong, menipu, dan mengambil riba, ingatlah bahwa baru saja Anda menunaikan shalat di masjid, ingatlah bahwa baru saja Anda menunaikan shalat di masjid. Semoga saja cara itu akan membantu Anda untuk menahan diri, agar di hari kiamat nanti Anda tidak termasuk orang-orang yang pailit.
Sungguh, semua ini terjadi atas kehendak Allah, Dialah yang menunjukkan jalan kebenaran. (pm/kesehatanmuslim).
*Dinukil dari buku Kesaksian Seorang Dokter, penerbit Darus Sunnah karya dr. Khalid bin Abdul Aziz Al Jubair, Sp.JP

Kumpulan Do'a

Do'adalah Harapan, Do'a adalah senjatanya kaum muslim, Setiap muslim akan bertemu dengan do'anya baik di dunia maupun di akherat nanti..
QS.Al Ghafir(40) : 60
"Dan Tuhanmu berfirman: ("Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina")
Karena itu sebagai sorang hamba sudah selayaknya dalam setiap langkah dalam kehidupan kita, selalu berdo'a kepada-Nya tanpa lelah dan bosan, serta penuh keyakinan bahwa do'a kita insya allah akan dikabukan oleh Allah Swt, baik didunia maupun diakherat nanti. Maka marilah kita berdo'a sebanyak-banyaknya kepada Sang Pencipta Alam Semesta..
Do'aku Harapanku
DOA PENGAMPUNAN
Ya Allah Ampunilah semua dosa dosaku, ampunilah semua kesalahanku, kemalasanku, kebodohanku, kesengajaanku..gelak tawaku yang semua itu ada padaku
YA Allah yang Maha Pengampun Ampunilah aku akan dosaku yang telah lalu dosaku yang mendatang Dosaku yang aku samarkan dan yang aku perbuat dengan terang-terangan, Engkau-lah yang mengajukan dan yang mengakhirkan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Ya Allah yang Maha Pengampun, Dan mencintai orang-orang yang memohon ampun kepada-Mu Maka ampunilah aku.. (HR. Bukhari - Sahih )
Ya Allah.. ampunilah aku akan dosa-dosaku cuci bersihlah dosa-dosaku sebagaimana mencuci kain putih dgn air hujan dan jauhkanlah aku dengan kesalahanku bagaikan jauhnya kutub utara dan selatan
********
Ya Allah.. jangani biarkan kami mengulang-ngulang kebiasaan buruk kami, Jadikanlah kami menjadi hamba-Mu yang lembut, Yang penuh kasih sayang, penuh kesabaran, penuh pengertian, Penuh cinta dan penuh keikhlasan
Ya. Allah.. sungguh kami lemah tanpa kekuatan dari-Mu Tak berdaya tanpa pertolongan dari-Mu Bimbinglah kami agar dapat kembali ke jalan-Mu Dan kembali dalam luasnya kasih sayang dan Cinta-Mu
Ya Allah semoga dikala kami terbangun nanti.. Engkau jadikan hati kami menjadi lebih bersinar, Perilaku kami menjadi lebih menawan, Sikap kami menjadi lebih menyejukan
Lisan kami menjadi lebih menentramkan Dan jadikanlah kami hamba-Mu yang bermanfaat Bagi keluarga dan sesama..
*********
Ya Allah berilah aku kekuatan ketika rapuh, Berilah petunjuk ketika keliru, Berilah aku cahaya ketika dalam kegelapan.. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin
Ya Allah Masukanlah kami dan keluarga kami kedalam Golongan orang-orang yang sholeh dan kau beri petunjuk Karena tidak ada yang dapat menolong selain dari kuasa dan kekuatan-Mu
**********
Ya Allah cukupkanlah aku dengan rejeki-Mu yang halal hingga aku terhindar dari yang haram.. Dan kayakanlah aku dengan kenikmatan dari-Mu Hngga aku tidak meminta kepada selain-Mu.. aammiiinn..
**********
Allahuma biha..3x khusnul khotimah.. Allahuma haasibnii hisabay yasiro.. ( ya Allah hisablah aku dgn hisab yang mudah )
Ya Rabbus samawati sal ardhi.. Anugrahkanlah kepada kami.. Hati yang tidak pernah membenci.. Jiwa yang tidak pernah gelisah.. Senyum yang tidak pernah pudar.. Bibir yang senantiasa berdzikir.. Sentuhan yang tidak pernah menyakiti.. Tangan yang selalu memberi.. Kasih sayang yang tak pernah pamrih.. Aamiin ya rabbul alamina..

Senin, 07 April 2014

Seorang Mukmin Dalam Ujian Kepayahan Hidup

Sabarlah atas kepayahan hidup , karena Allah SWT sengaja menjadikan demikian (kepayahan itu) sehingga manusia rindu akan surga yang tidak ada kesedihan dan rasa sakit serta tidak ada penderitaan. Meskipun hidup ini penuh dengan cobaan dan bala (penderitaan), tapi kita lihat banyak manusia yang tergila gila dengan dunia ini seolah olah mereka akan kekal selama lamanya. Jika Allah menghendaki hidup ini enak dan mudah, tentunya sudah pasti Allah akan memberikannya kepada para Nabi dan para Rasul serta kaum mukminin. Akan tetapi, kaum mukminin justru yang paling banyak cobaannya daripada kaum lainnya, sehingga ada suatu hadits yang menyatakan :
“Dari Muadz bin Said dari bapaknya, ia berkata, Aku bertanya,” Wahai rasulullah, siapa yang paling berat cobaannya?” Rasulullah SAW menjawab ,” Para Nabi, kemudian orang orang yang lebih rendah derajatnya darinya, dan seterusnya. Seseorang dicoba tergantung kadar keimanannya. Jika agamanya kuat, maka cobaannya pun semakin berat. Jika ia masih punya agama walau sedikit, maka masih akan dicoba sesuai kadar agamanya itu. Cobaan itu akan terus menerus menimpa hamba Allah sehingga ia berjalan di muka bumi ini tanpa kesalahan sedikitpun.” (HR Attirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Al Albani)
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata,” Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman, dimana angin terus menerus menerpanya, dan seorang mukmin akan terus menerus ditimpa musibah, dan perumpamaan orang munafik seperti tanaman padi, ia tidak pernah runtuh sampai ia dipanen.” (HR Muslim)
Diantara karunia Allah yang sangat besar bagi setiap hambaNya yang mukmin adalah Dia menjadikan semua musibah yang menimpanya sebagai kaffarat (pengampunan) bagi dosa dosanya dan sebagai pencuci dari setiap kesalahan dan dosa.
Dari Abi Said dan Abu Hurairah Ra, bahwa mereka mendengar rasulullah SAW bersabda,” Tidaklah seorang mukmin ditimpa oleh kepayahan dan sakit, penderitaan dan kesedihan atau kegalauan yang mendera kecuali Allah menghapus kesalahannya dengan semua itu. (HR bukhari)
So…Mari kita TEGAR dalam menhghadapi kepayahan hidup dan yakinlah Allah akan berikan balasan surga atas kesabaran kita menjalani cobaan kehidupan ini…
Sumber: KH/eramuslim
Karena itu sobat.. bersabarlah karena setiap muslim pasti duji sesuai kemampuannya

Pahlawan Dalam Diam..

Sebuah cerita dalam perjuangan dakwah:
Waktu tengah beranjak di sepertiga malam. Hujan rintik jatuh ke bumi diiringi suara katak bersahutan. Dingin. Angin berembus menjelajah sela dedaunan. Saat itu, ketika kebanyakan manusia terlelap dibalik kehangatan selimut, dua orang manusia terlihat sibuk menyusuri sepanjang jalan, menapaki gang demi gang. Menerobos hujan. Hanya bermodalkan sepeda motor butut.
Senyap keduanya bergerak penuh kehati-hatian. Gerakan-gerakan cepatnya menandakan keberadaan mereka tak ingin diketahui orang lain. Namun sangat disayangkan, sepasang mata Ustadz Narlis ternyata berhasil mengawasi gerak-gerik mereka. Sang Ustadz pun perlahan mendekat.
“Siapa itu?” tanya Ustadz Narlis. Kedua orang itu terperanjat kaget.
“Afwan (maaf-red), ini ana, Ustadz. Satu lagi putra ana,” sosok yang lebih besar menjawab tergagap.
Ustadz Narlis tak kalah terkejut. Temaram lampu dan rintik hujan ternyata mengaburkan pandangan beliau dari sosok yang sejatinya telah ia kenali.
“Subhanallah…antum sedang apa hujan-hujanan seperti ini?,” tanya Ustadz.
“Ana…afwan, Ustadz. Ana sedang memasang stiker milik caleg-caleg PKS. Ana ingin turut membantu kemenangan dakwah ini, Ustadz,” tuturnya.
“Lho bukannya antum caleg juga?”
“Betul sekali, Ustadz. Ana caleg. Tapi demi Allah, ana tak memiliki dana untuk membuat stiker, baliho dan atribut lainnya. Untuk biaya hidup saja kesulitan…,” sesaat lelaki ini menghela nafas dalam. “Ana mohon izin, Ustadz. Biarlah ana menjadi tim sukses bagi saudara-saudara ana yang lainnya. Ana ikhlas demi dakwah ini, Ustadz,” tulus lelaki ini berujar.
Hujan, dingin, angin. Ketiganya belum jua berhenti. Kalimat demi kalimat sang lelaki menghunjam kesadaran Ustadz Narlis. Membawa beliau menelusuri kiprah dalam pengabdiannya kepada dakwah ini. Namun Ustadz Narlis sadar, nun jauh di lubuk hati beliau mengakui, lelaki di hadapannya adalah orang yang penuh ikhlas dan berjuang karena Allah Swt semata.
“Demi Allah, mulai malam ini, antum adalah murabbi(guru-red) ana,” Ustadz Narlis tak kuasa menahan tangis. Beliau memeluk erat lelaki di hadapannnya. “Antum telah mengajarkan ana tentang keikhlasan yang luar biasa,” sang Ustadz melanjutkan. Keduanya berpelukan dalam jalin persaudaraan. Erat. Hangat. Saling menumpahkan air mata.
Ustadz Narlis begitu terenyuh. Yang ia kenal, lelaki di hadapannya begitu bersahaja. Tak pernah mengeluhkan kesulitan hidup kepada ikhwah lainnya. Hingga saat ia diamanahkan untuk menjadi calon anggota dewan pun, tak tampak raut gusar di wajahnya. Namun apa yang dilakukannya malam itu begitu luar biasa. Ia membantu memasang stiker dan atribut milik caleg-caleg dari PKS lainnya. Ia mampu menepis segala keserakahan akan jabatan dan lebih menguatamakan kemenangan perjuangan dakwah yang diretas Partai Keadilan Sejahtera.
“Ana mohon, jangan sebutkan nama ana kepada siapapun, ustadz. Biarlah hanya Ustadz dan Allah Swt yang tahu apa yang kami lakukan untuk dakwah ini,” sang lelaki berpesan.
“Ana berjanji tidak menyebut nama antum. Namun ana akan mengisahkan pertemuan kita ini sebagai pembelajaran bagi ana dan seluruh ikhwah kita,” demikian Ustadz Narlis menjawab.
Sejenak kemudian sang lelaki dan anaknya pergi. Meneruskan apa yang mereka kerjakan. Perlahan, sosok keduanya menghilang dalam gelap malam. Suara sepeda motornya lapat. Menghilang. Jauh. Dalam. Membawa segenap cita-cita kemenangan dakwah.
Dan Sang Ustadz tak henti meneteskan air mata. Untuk sebuah pelajaran berharga. Tentang keikhlasan, perjuangan, dan pengejawantahan nilai-nilai tarbiyah yang tak terkirakan di hadapannya. Tentang seorang caleg yang ikhlas membantu caleg lainnya dalam kesenyapan. Tentang sosok pejuang. Tentang sosok pahlawan yang bekerja dalam diam.
Pun tentang sebuah janji, untuk sebuah nama. Yang harus dijaga dalam hati. Hingga nanti di penghujung waktu. Hingga nanti, saat bersua di Jannah-Nya. Semoga.
Oleh: Eko Cecep Wahyudi
On Twitter @ewahyudie

Kamis, 03 April 2014

Nenek Georgette - Wanita Mualaf Tertua

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56)
Georgette Lepaulle seorang Nenek yang tinggal di Berchem, di sebuah kota di propinsi Antwerpen, Belgia. Tahun lalu, th 2012, Nenek telah membaca dua kalimat syahadat. Bahkan, saat itu Nenek tercatat sebagai muallaf tertua di dunia (saat itu usianya 91 tahun). Nenek memutuskan untuk menjadi seorang muslimah karena tertarik dengan keramah-tamahan muslim (yang berada disekelilingnya) dan beberapa kali dia merasa bahwa Allah mengabulkan do’anya. Allohu Akbar!
Ceritanya berawal saat 2 tahun yang lalu, saat keluarga Nenek akan memasukkannya ke panti jompo. Mohammed, seorang muslim yang telah bertetangga dengannya lebih dari 40 tahun, menghalang-halangi niatan itu. Dia mengajak Nenek untuk tinggal bersama keluarganya karena keluarga Mohammed telah mengenal Nenek sejak lama. Apalagi ibu Mohammed juga sudah meninggal, dia sudah menganggap Nenek seperti ibunya sendiri. Sejak tinggal bersama keluarga Mohammed, Nenek mulai tertarik dengan Islam. Nenek melihat mereka sholat berjama’ah, saling berkasih-sayang, dan saling berbagi. Nenek melihat makna “keluarga” yang begitu indah dalam keluarga Muhammed, sangat berbeda dengan kondisi keluarganya.
Pada musim panas tahun lalu (2012), Nenek ikut dengan Muhammed untuk mengunjungi keluarganya di Maroko. Pada waktu itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan puasa bagi umat Islam. Puasa bukanlah hal yang asing bagi Nenek yang (dulunya) beragama Katolik. Dia dibaptis, pergi ke biarawati di sekolah, dua kali menikah di gereja dan kedua suaminya pun telah meninggal dan dikuburkan dengan cara gereja. Selama hidup dia bekerja sebagai seorang pembantu di sebuah keluarga Yahudi. Namun dia merasa bahwa agamanya tidak pernah “menyentuh”nya. Sebaliknya, dia merasa jauh dari Tuhan. Dia mulai merokok untuk pertama kalinya saat berusia 5 tahun hingga usianya 78 tahun. Pada usia 7 tahun, dia mulai minum alkohol hingga sebelum dia masuk Islam, dia minum setengah botol wine setiap hari. Itulah kebiasaan lamanya sejak pernikahan pertamanya dengan seorang pilot Italia yang telah meninggal saat perang.
Nenek merasa keikutsertaannya saat Ramadhan tahun lalu itu membangkitkan jiwa religiusnya. Dia sendiri merasa kaget. Dia merasa sangat terlambat merasakan “pengalaman” ini, merasakan hubungan dengan sesuatu yang “lebih tinggi”, dengan Allah. Dia merasakan keterbukaan-Nya, juga cinta-Nya. Dia pernah berdo’a meminta kesembuhan untuk temannya dan untuk keselamatan seorang anak muda yang “salah jalan”. Kedua do’anya itu telah dikabulkan-Nya. Baginya, itu sudah cukup menguatkan dirinya untuk masuk islam.
Saat masuk Islam, para muslimah “membersihkan” seluruh tubuh Nenek (mungkin maksudnya adalah mandi besar sebagai salah satu hal yang diwajibkan ketika seseorang itu masuk Islam, sebagaimana dalam sebuah hadits, Dari Qais bin Ashim Radhiyallahu Anhu bahwa ia masuk Islam, lalu diperintah oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan daun bidara.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 128, Nasa’I I: 109, Tirmidzi, II:58 no: 602 dan ‘Aunul Marbud II: 19 no: 351). -red). Setelah itu, para muslimah pun menghujani Nenek dengan ciuman. Menurut Nenek, ia tidak pernah mendapat ciuman yang sebanyak itu sepanjang hidupnya. Dia merasa senang karena mereka menganggapnya sebagai saudaranya. Sejak masuk Islam, banyak hal yang harus Nenek tinggalkan, seperti minuman keras , rokok, daging babi dan juga sesuatu yang tidak mudah bagi seorang wanita yakni make-up. Sebelumnya, Nenek selalu memakai make-up yang tebal.
Begitu kembali di Belgia, mereka pergi ke masjid besar di Brussels untuk mengurus Sertifikat ke-Islam-an Noor, nama baru Nenek. Kemudian masjid di Brussels melaporkannya ke masjid di Mekah. Ternyata, tidak ada muallaf yang lebih tua dari usia Nenek saat itu, yaitu 91 tahun. Segera saja Raja Saudi Arabia mengirimkan utusannya ke Berchem untuk memberikan hadiah, sebuah jam tangan emas untuk Nenek. Tidak hanya itu, Raja Saudi Arabia juga mengirimkan “undangan” baginya untuk menjalankan ibadah Haji tahun depan.
Nenek tampak bersungguh-sungguh dengan ke-Islam-annya (semoga Allah memberi Nenek keistiqNenekhan). Komitmennya untuk menjadi muslimah yang baik terus dia upayakan, termasuk digambarkan saat wawancara ini. Saat perkenalan, dia menyembunyikan tangannya dibalik bajunya. Dia menolak untuk berjabatan tangan. Dia menyebutkan bahwa dia tidak akan mengulurkan tangannya untuk orang asing karena begitulah aturan Islam (Subhanalloh…bagaimana dengan kita? yang sudah muslim sejak lahir. Sudahkah kita memiliki komitmen seperti Nenek? faghfirlana…). Dia hanya akan “menyentuh” suaminya. Sambil becanda, dia pun mengatakan bahwa pernyataan ini tidak berarti bahwa dia merencanakan sebuah pernikahan setelah ini (setelah ia menjadi muslimah). Bahkan ketika Nenek ditanya, berapakah biaya yang harus dia keluarkan untuk menjadi seorang muslimah. Dia menjawab bahwa hal ini (ke-Islam-annya -red) tidak ada kaitannya dengan uang. Dia mengambil keputusan ini dengan sukarela.
Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illallohu Allohu Akbar!
Betapa kisah ini adalah salah satu contoh bahwa hidayah Allah bisa sampai kepada siapa pun, tidak terbatas asalnya, warna kulitnya atau usianya. Dan kita pun harus yakin bahwa Allah akan memuliakan orang yang bisa menjadi jalan hidayah bagi orang lain.
“Seseorang mendapat hidayah Allah melalui engkau, maka hal itu lebih baik bagimu dari seekor unta merah ”
Itulah yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib RA ketika beliau menyerahkan bendera kepadanya pada saat perang Khaibar. Kemudian Ali berkata : “Atas dasar apa kita memerangi manusia, kita memeranginya sampai mereka seperti kita?”. Rasul bersabda : Sabar, sampai engkau memasuki wilayah mereka, lalu dakwahkan mereka kepada Islam, dan sampaikan kepada mereka kewajiban-kewajibannya, maka demi Allah seseorang mendapatkan hidayah melalui engkau, hal itu lebih baik bagimu dari pada seekor unta merah”.

Bunga Mekar Saat Mendengar Adzan

Subhanallah.. satu lagi kekuasaan Allah diperlihatkan untuk umat manusia di akhir zaman ini, bunga yang akan mekar hanya saat mendengar adzan berkumandang, beritanya telah beredar sejak awal tahun 2012 lalu, namun kita baru mengetahuinya sekarang.. Maka beruntunglah orang-orang yang merendahkan diri setelah mendapat petunjuk dari-Nya.
Di Ajerbaizan terjadi fenomena alam yang sungguh mengagumkan. Sejumlah bunga berwarna kuning bermekaran ketika mendengar lantunan adzan berkumandang. Saat adzhan ashar, maghrib dan isya, Seperti apa? Seakan suara adzan yang mengalun merdu membangunkan bunga-bunga yang sedang tertidur. Stasiun televisi CNN dalam saluran videonya menayangkan fenomena mukjizat lantunan adzan itu.
Bunga-bungan yang mulanya kuncup secara ajaib ‘terbangun’ dan bermekaran tatkala adzan berkumandang. Fenomena luar biasa ini pun langsung mendapat perhatian media-media barat. Dalam siaran persnya yang diunggah di Youtube, nampak bunga berwana kuning masih dalam kondisi kuncup sebelum adzan berkumandang. Saat suara adzan mengalun, bunga-bunga tersebut pun mekar.
Alhasil bunga-bunga ini selalu mekar setiap lima waktu shalat. Mulanya CNN tak percaya dengan fenomena ini. Hal tersebut bisa dilihat dari reaksi reporter dalam video tersebut. Nampak reporter CNN terkesima atas fenomena yang terjadi. Tatkala suara adzan berkumandang, bunga-bunga di video tersebut langsung mekar, sang reporter pun nampak kaget.
Lebih lengkapnya silahkan dapat dilihat di You Tube : Bunga mekar saat adzan..