Senin, 16 September 2013

Peneliti: Baca Al Qur'an Turunkan Nyeri Pasca Melahirkan

Peneliti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Harto Andi Irawan mengatakan membaca Al Quran secara tartil dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan skala nyeri pada ibu pascamelahirkan secara caesar.
"Penelitian yang saya lakukan menunjukkan setelah membaca Al Quran selama 10 menit, 16 dari 31 pasien yang dijadikan sampel di Rumah Sakit Nur Hidayah Yogyakarta mengalami penurunan dari berbagai skala nyeri setelah menjalani operasi caesar," katanya di Yogyakarta, Minggu.
Ia mengatakan, penelitian itu telah direprentasikan pada "International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development" di Bangkok, Thailand, 9-10 September 2013.
"Penelitian itu mendapatkan reaksi positif dari para peserta konferensi yang mayoritas non-Muslim. Mereka tertarik, antusiasme mereka sangat tinggi karena mereka baru pertama mengetahui penelitian seperti itu," katanya.
Menurut mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009 itu, nyeri dapat dihambat oleh adanya rangsangan saraf lain yang lebih kuat.
"Ketika membaca Al-Quran, tubuh melibatkan tiga jenis saraf yakni saraf untuk membaca ayat, menyuarakan, dan mendengarkan, sehingga rasa nyeri yang diterima otak berkurang," katanya.
Menurut dia, dirinya bangga dapat mempresentasikan hasil penelitiannya di luar negeri. Apalagi, konferensi itu diikuti peserta yang jenjang pendidikannya lebih tinggi.
"Sebagian besar peserta yang mempresentasikan hasil karyanya pada konferensi itu sudah S-2 dan S-3, bahkan ada yang profesor," katanya.
Ia mengatakan, konferensi itu diselenggarakan Christian University of Thailand didukung oleh Azusa Pacific University of California dan Kimyung University. (*/ant)

Jumat, 06 September 2013

Apa saja Kegiatan Itikaf di Mesjid dan Persiapannya ??

Alhamdulillah dalam bulan Ramadhan tahun ini (2013) aku banyak mengalami kemajuan dalam hal beribadah, begitu pula kedua adik lelakiku pada 10 malam terakhir mereka mencoba beritikaf di mesjid, yang belum pernah dilakukan tahun sebelumnya, walaupun adikku Budi dan Herman tidak sampai full melakukannya namun sudah lumayan, ku berharap suami juga mau mencoba beritikaf seperti mereka namun ternyata dia belum siap.
Saat lebaran kami mendiskusikan bagaimana sih kegiatan Itikaf itu ?? ternyata dari pengalaman 2 orang adiku yang beritikaf di mesjid yang berbeda.. berbeda pula jadwal kegiatan itikafnya, dan tidak semua mesjid dikotaku mengadakan itikaf.
Adiku yang I ( Budi ), ber-itikaf di mesjid komplek Pertamina, beritikaf seharian penuh ( 24 jam) Jadwal Kegiatan : - Mulai dari Jam 21.00 s/d 23.00 = Tausyiah - Jam 23.00 s/d 02.00 = Bebas ( ada yg tidur, tadarus, sholat ) - Jam 02.00 s/d 04.00 = Sholat Lail Berjamaah - Jam 04.00 s/d Imsak = Makan Sahur - Sholat Shubuh berjamaah
Adikku yang II ( Herman ), ber-itikaf di Mesjid As Salam, beritikaf mulai dari jam 21.30 s/d Shubuh (malah hari saja) jadwal Kegiatan : - Jam 21.30 s/d 23.00 = Tausyiah - Jam 11.00 s/d 02.00 = Bebas ( tidur ) - Jam 02.00 s/d 04.00 = Sholat Lail berjamaah - Jam 04.00 s/d Imsak = Makan Sahur - Sholat Shubuh - Setelah sholat Shubuh = Bebas ( boleh pulang / kerja )
Biaya : Infak se-ikhlasnya (sukarela), misal mau ber-Itikaf 5 hari @ Rp. 15.000,- jadi Infak Rp. 75.000,- atau 5 Hari infak Rp. 100.000,- terserah saja, karena kekurangannya di bantu oleh lembaga PKPU.
Namun adiku Herman hanya ikut Itikaf selama 2 hari saja di malam ganjil di malam ke 27 dan 29, karena adanya keperluan maka tidak bisa melanjutkan kembali, dari pengalaman tersebut bisa di ambil pelajaran jika ada rencana untuk itikaf, kita sebagai suami kerjasama dgn istri kira-kira tugas suami sudah selesai dalam untuk menyambut lebaran, misal tugas membeli pakaian, mengantar barang, dll yang pastinya sibuk jika mendekati hari H. lebaran. Sehingga suami/ kaum lelaki-nya dapat dengan leluasa ber-Itikaf di Mesjid tanpa ada keperluan yang mendesak lainnya.
Begitulah gambaran pengalaman dan sekelumit pelajaran yang di petik dari Itikaf tahun ini.. kedua adikku, yang sengaja dishare agar dilain waktu menjadi lebh siap. Dan dibawah ini saya juga share kan artikel tentang pengambilan cuti kerja untuk mengikuti Itikaf di Mesjid saat 10 Malam terakhir Ramadhan,
Cuti Itikaf, Gapai Lailatul Qadar
By : Akhmad Tefur
Berapa umur kita sekarang? Pernahkah kita melakukan itikaf hingga seusia ini? Akankah bulan Ramadhan ini berlalu tanpa itikaf seperti puluhan Ramadhan yang lalu?
Kenapa ga' Itikaf ?? “Kerja Pak!” Tahukah anda, di sana ada jutaan orang beritikaf di masjid? Mereka banyak yang kerjanya lebih sibuk dan lebih penting dari anda… :)
Anda pernah ambil cuti untuk suatu keperluan, bukan? Pernahkah sekali-kali berfikir ambil cuti untuk itikaf? Ramadhan tahun inilah saatnya! Siapa tahu tahun depan kita sudah tidak lagi dapat mengajukan cuti (karena sudah dipanggil sang Maha Tinggi).
Barangsiapa yang beritikaf satu hari karena mengharapkan ridha Allah, maka Allah swt akan menjauhkan antara dia dengan nereka sejauh tiga parit, yang jarak antara satu paritnya lebih jauh daripada langit dan bumi” (HR Thabrani, Baihaqi, Hakim).
Barangsiapa beritikaf penuh keyakinan dan keikhlasan, pasti Allah ampuni dosa-dosanya terdahulu” (HR Bukhari, Muslim).
Adalah Rasulullah SAW itikaf pada 10 malam terakhir. Sabdanya “Carilah lailatul qadar pada 10 malam terakhir Ramadhan” (HR Bukhari, Muslim).
Malam kemuliaan itu (lailatul qadar) lebih baik dari 1000 bulan” (QS Alqadar:3).
Menurut petuah KH Adam Ibrahim, ketua MUI kota Bogor dalam ceramahnya memperingati Nuzulul Quran:
Kalau belum bisa itikaf 10 hari, cobalah 5 hari Kalau belum bisa 5 hari, cobalah 3 hari Kalau belum bisa 3 hari, cobalah 1 hari Kalau belum bisa 1 hari, cobalah 10 jam Kalau belum bisa 10 jam, cobalah 5 jam
Semoga artikel ini dapat memotivasi diri saya, anda dan sahabat anda.
From : www.ahmadtefur.com
Waah.., ternyata itikaf tuh ga' mengikat jadi tergantung niat dari kita, mau berapa hari dan tergantung keadaan kita, bisa tuh dicoba?? yang penting segala sesuatunya harus disiapkan terlebih dahulu.
Berikut ini beberapa Persiapan untuk Itikaf :
# Pilih mesjid mana yang mau dijadikan tempat itikaf kita, sebelumnya kita keliling kota kita dulu cari mesjid yang nyaman dan lihat aturannya (biasanya ada pengumumannya di mading mesjid), atau pilih mesjid yang dekat rumah jadi bisa sekalian silaturahmi dengan tetangga,
# Kapan mulai itikaf misal ambil di 10 malam terakhir ( pastikan semua keperluan / kebutuhan lebaran sudah selesai di hari-hari sebelumnya), apa malam ganjilnya saja atau cuma beberapa hari saja ga' masalah namanya juga baru mencoba. Siapa tahu setiap tahunnya nanti meningkat?
# Siapkan uang untuk infak semampunya misal minimal Rp. 50.000 s/d tak terbatas (sesuai kemampuan kita kalau ada kelebihan sekalian infak di mesjid tersebut )
# Siapkan Al Qur'an dan terjemahan yang mudah dibaca, jika kita sudah berumur pilih Al Qur'an yang tulisannya lebih besar dan jelas biar kita lancar bacanya,
Siapkan buku-buku dzikir, dan do'a seperti dzikir al matsurat atau buku-buku do'a yang makbul dan shoheh dari al Qur'a atau do'a para nabi.
# Siapkan kacamata terbaik, untuk yang matanya dah kabur min / plus agar mata ga' sakit kalau lama tadarusan,
# Pilih pakaian yang nyaman dan ga panas, biar ga' gerah kecuali jika mesjidnya ber-AC pilih pakaian yang agak tebal biar ga' kedinginan,
Layaknya kita mau berperang kita telah mempersiapkan peralatan perangnya hehe..karena pada bulan Ramadhan setiap detiknya sangatlah berharga, jangan di sia-siakan.. fastabikhul khairot, (berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan), semoga kamu beruntung
Demikian mudah-mudahan yang sedikit ini dapat membantu memotivasi kaum muslimim untuk beritikaf di mesjid dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya
Sebagai muslimah saya hanya ikut mendoakan semoga itikafnya dapat berjalan lancar dan apa yang kita inginkan yaitu mengapai malam Lailatul Qadar dapat tercapai dan Allah memudahkan semuanya.
Dan sebaiknya kita selalu berdo'a pada Allah Swt. ; Allahumma a'inni 'ala dzikrika, wa syukrika, wa husni 'ibadatika.” - Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa dapat mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadahku kepada-Mu" amiin.. dan semoga Ramadhan tahun depan kita bisa ber-Itikaf dgn lebih baik lagi, amiin.
Semoga bermanfaat, wallahu alam bi showab..

Meningkatkan Imun Tubuh

Ketahanan tubuh sangatlah penting bagi kita... ada banyak cara untuk meningkatkan Imunitas Tubuh kita, antara lain seperti ;
1. Makan makanan Sehat hindarilah junk food
Ingatlah kita pada pepatah lama, makananmu adalah obatmu dan obatmu adalah makananmu, sebaiknya dari kita selalu makan makanan segar dan diperlukan tubuh, jangan sampai kita berpikiran ah yang penting kenyang, lalu kita makan sembarangan ; seperti makanan cepat saji, kornet, indomie, dll kecuali terpaksa / maksimal 2 minggu sekali, dan pilihlah ikan sebagai lauk utama, kurangilah makan ayam dan daging karena ayam, kecuali ayam kampung, karena ayam yang ada di negara kita adalah ayam suntik, yang dlm waktu 3 bulan sudah bisa di potong, mengkonsumsi ayam dapat dibatasa 1 minggu sekali saja, dan hindarilah memasak makanan menggunakan penyedap yg berlebihan, pewarna, & pengawet.
Sebaiknya dalam rumah kita harus ada Madu, Kurma, habatussauda, dan membuat minuman sehat herbal seperti kunyit, kencur, temulawak, jahe, mengkudu, dll untuk kesegaran tubuh kita, sebagai pengganti vitamin2 / obat kuat.
2. Perbanyak Bergerak ( bekerja / senam / berolahraga ringan )
3. Miliki Rasa Humor / Tertawalah baca cerita lucu
4. Miliki Hewan Piaraan / bercocok tanam / berkebun
5. Konsumsi makanan anti oksidan ( yang berwarna merah / orange: wortel, tomat, pepaya, pisang )
6. Tidur yang Cukup
7. Berpikir Positif
8. Bersilaturahmi / memiliki teman baik
9. Kurangi Stress / banyak tersenyum, dibawa happy, don't worry be happy,
Apapun yang terjadi semua akan baik-baik saja, mengajilah secara rutin semampu kita, karena semua yang di perintahkan Allah pasti baik untuk kita, sesekali dengarkanlah musik untuk membangkitkan rasa senang dan bahagia, pilihlah lagu-lagu yang baik / menambah motivasi dan easy listening yang menimbulkan rasa nyaman sambil beristirahat bukan lagu-lagu yang melemahkan iman ( lagu2 cinta )
10. Rutin berpelukan dgn anak, pasangan, atau keluarga
11. Rutin berhubungan intim ( pasutri ) sewajarnya

Rabu, 04 September 2013

Kumpulan Hadist

Berikut Kata Kata Hikmah Nabi Muhammad | Nasehat Rasulullah Saw yang menyejukkan qalbu kita. Dimana hadits / nasihat Rasulullah ini ibarat setetes air di padang gersang, atau bagaikan oase yang begitu menyejukkan dan menyegarkan. Apalagi di tengah dunia yang hiruk pikuk dengan kecintaan duniawi dan konsumerisme dimana ukuran norma-norma agama menjadi kabur. Maka sudah seharusnya kita untuk merenungi berbagai nasihat Rasulullah Saw yang selama ini kita lupakan. Semoga bisa kita dapat mengambil hikmah atas semua kejadian yang menimpa kita dan selalu senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, Amin.
Hadits Rasulullah SAW tentang Bersyukur : Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Alah akan memperhatikan kepentingannya.
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan dihari kiamat.
Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat.(H.R Bukhari dan Muslim)
Hadits Rasulullah SAW tentang Bersedekah / memberi : bersedekahlah kamu karena sedekah itu sebagai penebusmu dari api neraka.(H.R Thabrani)
Hadits Rasulullah SAW tentang Kaya Jiwa : Bukanlah yang dinamakan kaya karena banyak simpanan harta benda, tetapi yang disebut kaya, adalah kaya diri (jiwa).(H.R Bukhari dan Muslim)
Hadits Rasulullah SAW tentang Dakwah : Allah akan memberikan cahaya yang berkilauan pada seseorang yang telah mendengar ajaranku, lalu disampaikannya kepada yang lain sebagaimana yang didengarnya. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanyalebih mengerti daripada pendengar itu sendiri.(H.R Ahmad)
Hadits Rasulullah SAW tentang Taubat : Semua anak adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan itu ialah orang-orang yang mau bertaubat. (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit, kemudian kalian bertaubat niscaya Allah memberi ampunan kepadamu. (H.R. Ibnu majah)
Hadits Rasulullah SAW tentang kesabaran : Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja. Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan, maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.(H.R. Muslim)
Hadits Rasulullah SAW tentang Ujian Hidup : Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda : ”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan, sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri, melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”
Hadits Rasulullah SAW tentang Intropeksi Diri : Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya, dan memperbanyak amalan untuk bekal mati dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya, tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.(H.R.Tirmidzi)
Hadits Rasulullah SAW tentang Kesehatan : “Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan orang, yaitu kesehatan dan waktu kosong.” (H.R. Bukhari)
Hadits Rasulullah SAW tentang Mencintai Sesama Muslim : Kata Anas ra : Nabi SAW bersabda : “Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian, sapai ia mencintai saudaranya sesama muslim, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri"
Hadits Rasulullah SAW tentang Pemimpin : ma’qil ibnu yasar berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Tiada seorang pun yang diminati oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia mati sebagai seorang koruptor, maka pasti Allah akan mengharamkan baginya surga.”
Hadits Rasulullah SAW tentang Berkata Baik : Ady Ibnu ra berkata: Rasulullah SAW bersabda : ”jagalah dirimu dari api neraka, walau hanya dengan sedekah separuh biji kurma, jika tidak bisa berbuat demikian, maka berbuatlah baik walau hanya dengan kata-kata yang manis.”
Semoga setelah membaca dan merenungi nasihat Rasulullah SAW datas kita dapat mengintropeksi diri kita agar kembali kepada keridhaan Allah SWT semata. Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)
Semoga Bermanfaat kawan,,,!!!
From: meriwadanaku.com

Selasa, 03 September 2013

Menggapai Malam Lailatul Qadr

Lailatul Qodr adalah salah satu malam pada Bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Lalu bagaimana cara mendapatkan keutamaan tersebut? Pertama: Imani adanya dan keutamaannya sesuai berita yang shohih yang sampai kepada kita. Dengan mengimaninya saja akan mendapatkan pahala, disamping itu juga dapat memotivasi kita untuk lebih bersemangat. Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat indah, penuh ketenangan, kesejahteraan, keselamatan, kedamaian dan keberkahan.
Menurut para ulama, Lailatul Qadar bisa berarti Malam Kemuliaan. Bisa juga dinamakan demikian karena pada malam tersebut turun kitab yang mulia, turun rahmat dan turun malaikat yang mulia. ِإِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Lailatul Qadar juga bisa berarti malam yang penuh sesak karena ketika itu banyak malaikat turun ke dunia. Pada malam inilah, banyak para malaikat yang turun ke bumi, termasuk malaikat yang paling utama yaitu Jibril -’alaihissalaam-. تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤ Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan.
“Lailatul Qadar itu pada malam 27 atau 29, sungguh Malaikat yg turun pd saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil.” (HR Thayalisi dlm Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad II/519; dan Ibnu Khuzaimah dlm shahih-nya II/223) Bisa juga berarti malam penetapan takdir / qodar. فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِي(٤)أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَ Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. (QS. Ad Dukhaan)
Pada malam ini, segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan.
Malam itu penuh keselamatan, kedamaian dan keberkahan. سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar. (QS. Al Qadr) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (QS. Ad Dukhaan) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣ Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al Qadr)
Menakjubkan, malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yaitu sekitar 83 tahun. (Untuk Makna Nama Lailatul Qodr, Periksa Zaadul Maysir, 6/177, Ibnul Jauziy, Mawqi’ At Tafaasir, Asy Syamilah). Kedua: Beribadah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi.
Sholat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ له مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]
Do’a
Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya meriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata, قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها ؟ قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني Aku berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila aku mengetahui waktu malam Al Qadr, apakah yang mesti aku ucapkan pada saat itu?” Beliau menjawab, “Katakanlah,
اَ للّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَن
يِّ Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni (Yaa Allah sesungguhnya engkau Maha pemberi ampunan, suka memberi pengampunan, maka ampunilah diriku ini).” (HR. Tirmidzi nomor 3513, Ibnu Majah nomor 3850 dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah nomor 3105)
Seorang Ulama berkata: Barang siapa yang bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah di malam tersebut seperti shalat /qiyamullail, membaca qur`an, berdoa, berdzikir dan mengerjakan amalan-amalan baik lainnya akan mendapatkannya dan memperoleh keuntungan yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang menghidupkan malam tersebut jika dia mengerjakannya dengan mengimani dan mengharapkan pahalanya (-red.- ikhlash karena Allah / mengharap pahala/ridho Allah bukan karena selain Allah). Semoga kita diberi karunia oleh Allah agar bisa mendapatkan keutamaan lailatul qodar.

Nasehat Imam Syafe'i

Imam Al-Muzany bercerita: “Aku menemui Imam Asy-Syafi’iy menjelang beliau wafat, lalu kubertanya, “Bagaimana keadaanmu pada pagi ini, wahai Ustadzku?” Beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan perjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tahu: apakah diriku berjalan ke surga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan, atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”
Aku berkata, “Nasihatilah aku.” Asy-Syafi’iy berpesan kepadaku, “Bertakwalah kepada Allah, permisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu, dan janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah terhadap Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah segalah hal yang Dia haramkan, laksanakanlah segala perkara yang Dia wajibkan, dan hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada.
Janganlah sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah kepadamu -walaupun nikmat itu sedikit- dan balaslah dengan bersyukur. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai dzikir, dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlahorang yang menzhalimimu, sambunglah (silaturrahmi dari)orang yang memutus silaturahmi terhadapmu, berbuat baiklah kepada siapapun yang berbuat jelek kepadamu, bersabarlah terhadap segala musibah, dan berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketakwaan.” Aku berkata, “Tambahlah (nasihatmu) kepadaku.”
Beliau melanjutkan, “Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata percaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harapan adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai pakaianmu, shadaqah sebagai pelindungmu, dan zakat sebagai bentengmu. Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tenang sebagai menterimu, tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu, dan kefakiran sebagai pembaringanmu. Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur`an sebagai juru bicaramu dengan kejelasan, serta jadikanlah Allah sebagai Penyejukmu. Barangsiapa yang bersifat seperti ini, surga adalah tempat tinggalnya.”
Kemudian, Asy-Syafi’iy mengangkat pandangannya ke arah langit seraya menghadirkan susunan ta’bir. Lalu beliau bersya’ir, Kepada-Mu -wahai Ilah segenap makhluk, wahai Pemilik anugerah dan kebaikan- kuangkat harapanku, walaupun aku ini seorang yang bergelimang dosa Tatkala hati telah membatu dan sempit segala jalanku
kujadikan harapan pengampunan-Mu sebagai tangga bagiku Kurasa dosaku teramatlah besar, tetapi tatkala dosa-dosa itu kubandingkan dengan maaf-Mu -wahai Rabb-ku-, ternyata maaf-Mu lebihlah besar Terus menerus Engkau Maha Pemaaf dosa, dan terus menerus Engkau memberi derma dan maaf sebagai nikmat dan pemuliaan Andaikata bukan karena-Mu, tidak seorang pun ahli ibadah yang tersesat oleh Iblis bagaimana tidak, sedang dia pernah menyesatkan kesayangan-Mu, Adam
Kalaulah Engkau memaafkan aku, Engkau telah memaafkan seorang yang congkak, zhalim lagi sewenang-wenang yang masih terus berbuat dosa Andaikata Engkau menyiksaku, tidaklah aku berputus asa, walaupun diriku telah engkau masukkan ke dalam Jahannam lantaran dosaku Dosaku sangatlah besar, dahulu dan sekarang, namun maaf-Mu -wahai Maha Pemaaf- lebih tinggi dan lebih besar [Tarikh Ibnu Asakir Juz 51 hal. 430-431]
Sumber: http://dzulqarnain.net

Aktivitas Rasulullah Saat 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Di antaranya, Rasulullah SAW lebih bersemangat dalam menunaikan berbagai macam ibadah dibandingkan hari-hari lainnya. (HR Muslim). Dalam hadis lain disebutkan, bila memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, Nabi SAW menyingsingkan lengan baju, menghidupkan seluruh malamnya, dan membangunkan keluarganya. (HR Bukhari. Lih. Shahih Bukhari Juz II hal 711).
Menyingsingkan lengan baju maknanya siap beribadah dengan sungguh-sungguh lebih dari biasanya atau tidak mengumpuli istrinya demi konsentrasi untuk shalat dan zikir. Rasulullah SAW menghidupkan seluruh malamnya dengan qiyam, tilawatul Quran, zikir dengan hati, lisan, dan anggota badan karena mulianya malam-malam ini dan untuk menanti Lailatul Qadar.
Amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah pada malam-malam 10 terakhir adalah pertama, menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain. Dalam riwayat an-Nasa’i dari Siti Aisyah ia berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah SAW membaca Alquran atau shalat sepanjang malam sampai pagi selain bulan Ramadhan.”
Kedua, membangunkan keluarganya untuk menegakkan shalat. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari dari Siti Aisyah, Rasul SAW membangunkan keluarga di malam hari bukan khusus pada bulan Ramadhan saja, tetapi pada 10 hari terakhir lebih rajin dan bersegera untuk membangunkan keluarga. Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “Apabila memasuki 10 hari terakhir beliau bertahajud, bersungguh- sungguh, dan membangunkan keluarganya dan anak-anaknya untuk shalat bila mereka mampu.”
Ketiga, menyingsingkan lengan baju untuk beribadah sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Maksud nya, beliau menjauhi istrinya agar tekun beribadah dan ketaatan untuk membersihkan jiwanya dari berbagai kotoran sehingga hatinya naik ke alam malakut.
Keempat, menunaikan iktikaf di masjid. Rasulullah senantiasa beriktikaf di 10 hari terakhir sampai beliau wafat. (HR Bukhari dan Muslim). Beliau beriktikaf untuk menggapai Lailatul Qadar, tekun secara total untuk menghidupkan malam-malamnya dalam munajat, zikir, dan berdoa. Beliau mengkhususkan tikar yang agak jauh dari yang lain agar lebih khusyuk.
Kelima, di antara amalan penting lainnya adalah tilawatul Quran dengan tadabur dan khusyuk. Beliau mengkhatamkan Alquran minimal dua kali pada bulan Ramadhan.
Para ulama salaf sangat tekun untuk membaca Alquran. Al-Aswad bin Yazid selalu mengkhatamkan Alquran dalam enam hari bila masuk Ramadhan mengkhatamkannya tiga hari, dan bila masuk 10 hari terakhir mengkhatamkannya setiap malam. Imam As-Syafi’i selalu mengkhatamkan Alquran setiap hari pada 10 hari terakhir Ramadhan.
Rasulullah sudah memberikan contoh untuk mengoptimalkan10 hari terakhir Ramadhan. Demikian juga, dengan para salafus saleh. Sudah selayaknya, kita sebagai umat Islam mengikuti petunjuk ini dan memanfaatkan serta memaksimalkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Baik dengan berzikir, iktikaf, tadarus Alquran, shalawat, ataupun lainnya.