Jumat, 16 Maret 2012

Rahasia 4 Hal yang Baik dan Buruk

1. Empat hal yg membuat Badan Sakit : - Kebanyakan Bicara - Kebanyakan Tidur - Kebanyakan Makan - Kebanyakan Bertemu Orang
2. Empat hal yg Merusak Tubuh : - Khawatir/Cemas - Kesedihan - Kelaparan - Tidur Larut Malam ¨*•♫♥♥
3. Empat hal yg membuat Murung dan Kesedihan : - Bohong - Kurang Ajar atau tidak hormat - Berdebat tanpa Pengetahuan atau Informasi yg memadai - Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa Takut
4. Empat hal yg meningkatkan Wajah Berseri dan Kebahagiaan : - Kesalehan - Loyalitas - Kedermawaan - Menolong sesama dengan keikhlasan tanpa diminta hanya berharap ridho Allah semata
5. Empat hal yg Memberhentikan Rezeki : - Tidur dipagi hari dari Sholat Subuh hingga Matahari Bersinar - Tidak melakukan Sholat/Berdoa secara teratur - Malas berbuat sesuatu ( hilangkan dgn baca Al-Matsurat teratur min sminggu 2x ) - Penghianatan atau Ketidak Jujuran
6. Empat hal yg Membawa Rezeki : - Berdoa dimalam hari - Bertaubat - Beramal, sedeqah minimal senyuman - Berdzikir selalu

Bidadariku, Jangan Bakar Amalmu

Bidadari Syurgaku , maafkan suami ini yang baru membalas suratmu , dan maafkanlah suamimu ini karena tak bisa mendampingimu dalam menghadapi cobaan yang meremuk redamkan hatimu ... namun izinkanlah suamimu mengajakmu tuk memahami dan menerima kejadian yang menimpamu tatkala diri yang dhaif ini tak ada disampingmu .... Istriku, Jangan menangis , karena nanti engkau akan ditertawakan orang, apapun yang mereka tertawakan, anggaplah bahwa semua itu tak pernah ada , tutup matamu rapat rapat , sumpal telingamu dari mendengar perkataan mereka , dan tetaplah pada kebaikan, berlakulah baik seperti Wanita-wanita Muslimah yang sebelummu berbuat baik.
Bidadari Syurgaku ... Jangan Bakar amal amal baikmu selama ini karena engkau membalas umpatan orang orang yang mengumpatmu, hilangkan keinginan membalas dendam, hasud, ingin balik mencerca dan memaki-maki , karena semua itu hanya akan menimbulkan kerusakan belaka pada ketaatanmu kepada Alloh Yang Maha Suci lagi Maha Agung, Sikap hasud itu hanya akan membakar semua amalmu... Camkanlah Sabda Mulia Rasulullah "Jauhilah Hasud, karena Hasud itu akan memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar "( HR. Abu Dawud dalam sunannya (4257) Al-Kutubut Tis'ah)
Duhai Bidadari Syurgaku Sikap terbaik adalah tetaplah tersenyum menghadapi orang orang yang tidak menyukaimu, memberinya salam seperti Rasulullah perintahkan, dan mudah mudahan mereka berhenti dari menghinamu , mencaci makimu dan membuat susah, dan berbalik saling mencintai. Istri ku Terkasih.... Allah dan Rasul-Nya melarang saking menghina, saling mencaci maki dan saling menyusahkan , tetapi Allah dan Rasul-Nya menyeru untuk saling mencintai , saling memberi keselamatan (salam) supaya kita mendapat kemenangan , sebagaimana sabda sabda Rasulullah yang mulia berikut ;
"Janganlah meremehkan suatu kebaikan , walaupun sekedar bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri " (HR. Muslim dalam Shahihnya (4760) dan Tirmidzi dalam sunannya (1756) Al-Kutubut Tis'ah) " Barang siapa yang memberi kesusahan kepada orang Islam, Niscaya Allah akan memberi kesusahan kepadanya, dan barang siapa memberi kepayahan kepada orang Muslim niscaya Allah akan memberi Kepayahan " (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud) "Mengata-ngatai atau mencaci maki Orang Islam itu suatu kefasiqan dan membunuh orang Islam itu suatu Kekufuran " ( HR. Mutafaq Alaih)
Apabila orang lain menghinamu dan engkau tidak melawannya , walaupun engkau mampu untuk melawan, tapi engkau malah memaafkan dan memberinya salam , Maka Allah SWT tidak akan mengingkari Janjinya .... "Dan dimasukkanlah orang2 yang beriman dan beramal shaleh ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai sungai , maka kekal didalamnya dengan izin Rabb Mereka , ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah Salam " (QS. Ibrahim :23)
Duhai Bidadari Syurgaku.... Jangan Bakar amalmu karena engkau membalas dendam itu semua tidaklah sekali-kali mendatangkan manfaat bagimu , tapi berbuat baiklah dan tebarkanlah salam semoga Allah Ta'ala merahmatimu Jauhi sifat Dengki agar engkau terjauh dari bahaya yang timbul dari dirimu sendiri , dengki akan menghapus segala amal kebaikanmu , membuat hati tidak tentram , selalu dirasuki rasa ketakutan, dan tidak akan pernah puas atas keberadaaan diri sendiri, bahaya dengki aKan menimpa si pendengki sendiri
Maafkan suamimu bila ungkapan Rindu suamimu ini melukai hatimu , semata suamimu ini hanya ingin engkau terlepas dari kesia-siaan dan menjadi Bidadari di dunia dan akherat kelak ... peluk sayang untukmu duhai Bidadari Syurgaku dan sampaikan cium rindu suami ini pada buah hati kita ... InsyaAllah kita kan berkumpul lagi di beranda penghambaan kita pada Allah Yang Maha Rahman dan Rahim..... aku khan selalu menyayangi dan mencintaimu karena Allah Bidadari syurgaku , dan tersenyumlah ... Wassallammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
From: Neighbord.blog

Sabtu, 14 Januari 2012

Gigi Sehat dan Bersih, Tubuh Kuat

Gigi Sehat Anak Kuat
Siapa sangka penulis buku-buku islami Asma Nadia saat kecil sangat akrab dengan beberapa penyakit. Sang bunda menceritakan di suatu stasiun televisi, Asma Nadia kecil sering bolak-balik ke rumah sakit. Penyakit ini kemungkinan besar muncul karena kerusakan gigi Asma. Tapi Asma Nadia kecil yang cerdas mendapatkan hikmah dari sakitnya. Dia menjadi pencinta buku, yang akhirnya mengantarnya menjadi penulis buku ternama. Penyakit gigi rupanya menjadi penyakit yang paling umum untuk sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan hampir 70 persen penduduk Indonesia bergigi bolong alias terkena karies.
"Bukan hanya orang tua, tapi juga anak-anak," ujar Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Profesor Dr drg Eky S. Soeria Soemantri, SpOrth (K), di sela-sela konferensi pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Hotel Mulia, 16 Agustus lalu. Menurut Eky, hasil riset kesehatan dasar empat tahun lalu menyebutkan penyakit gigi serta penyangga gusi dan sarafnya merupakan urutan ke-8 di Indonesia. Selain itu, 89 persen anak-anak di bawah usia 12 tahun mengalami gigi berlubang.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi drg Zaura Rini Anggraeni, MDS, mengatakan pemeriksaan gigi secara rutin sangat penting dilakukan. Kesehatan gigi memainkan peran vital bagi kesehatan organ tubuh. Kesehatan gigi, kata dia, juga memperlihatkan kualitas hidup dan memberi dampak pada kesehatan tubuh. Rini juga mengatakan gigi yang berlubang mempunyai dampak lebih jauh terhadap potensi sumber infeksi dan penyakit yang berbahaya. Organ-organ penting, seperti jantung, persendian, dan ginjal, bisa terancam akibat kerusakan gigi. "Kuman bisa ikut masuk ke organ-organ vital melalui pembuluh darah dari gigi yang bolong," ujarnya.
Selain itu, pada balita atau anak-anak, kerusakan gigi mempunyai dampak yang signifikan. Pencernaan dan pertumbuhan si anak bisa terganggu. Anak pun bisa sering sakit-sakitan karena kuman yang masuk dari gigi yang rusak. Rini juga menjelaskan, saat gigi anak rusak, dia tak akan dapat mencerna makanan dengan baik. Usus dan lambung bekerja lebih keras untuk mengeluarkan enzim. Makanan yang dicerna ini, kata Rini, merupakan sumber untuk tumbuh kembang dan menghasilkan tenaga untuk melawan infeksi. Jika tak banyak asupan makanan dan prosesnya terganggu, proses tumbuh kembang anak juga terganggu.
Gigi susu pada balita pun mempunyai fungsi penting dalam pembentukan gigi tetapnya. Maka Rini menekankan pentingnya melakukan perawatan gigi susu hingga tanggal dan diganti gigi tetap. Jika gigi mengalami kerusakan atau berlubang, hendaknya lekas ditambal. Jika gigi masih memungkinkan dipertahankan, dia menyarankan agar tetap dirawat. Semaksimal mungkin gigi susu dipertahankan hingga munculnya gigi tetap. "Gigi susu ini menjadi petunjuk tumbuhnya gigi tetap. Kalau bisa jangan dicabut jika masih bisa dirawat," ujar Rini. Tapi, jika gigi sudah rusak parah dan terjadi infeksi, dia menyarankan agar dicabut, sehingga tidak terjadi keadaan yang lebih parah dan menimbulkan gangguan pergerakan gigi.
Rusaknya gigi anak-anak ini, kata Rini, terjadi karena konsumsi makanan atau minuman manis yang kurang baik untuk gigi. Hal ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan perawatan gigi yang benar. Nah, sayangnya pula, orang tua sering kurang telaten mengajari anak-anak melakukan perawatan gigi. "Anak-anak sering dipaksa menyikat gigi saat sudah ngantuk. Anak jadi malas dan asal-asalan sikat giginya," ujar Rini. Padahal perawatan dengan menyikat gigi yang benar minimal dua kali sehari dan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali bisa mencegah kerusakan gigi.
Adapun Eky menjelaskan, kesadaran atau keinginan menambal untuk mempertahankan gigi tetap masih sangat rendah, angkanya hanya 1,6 persen. "Masyarakat enggan karena takut sakit dan biaya mahal, sehingga baru datang kalau sudah sakit," ujarnya.
From : Tempo ; Interaktif

Kamis, 05 Januari 2012

PSPA=Program Shool Pengasuhan Anak

Guru adalah pengalaman yang berharga, walaupun hanya membaca dari Blog tetangga = Blog Mama Cerdas saya ingin menyebarluaskan Modul hasil mengikuti PSPA tersebut, Seperti yang tercantum dibawah ini ;
PSPA
Alhamdulillah tanggal 16-17 Oktober ini, saya bisa ikut PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak). Setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya ada lagi jadwal PSPA di Bandung. Tak saya lewatkan kesempatan ini, yang pertama saya lakukan adalah bilang ke suami dan booking jadwal suami. Buat apa? Buat gantian ngasuh anak . Alhamdulillah anak kami ini belum terbiasa di asuh oleh selain kami, karena memang sejak bayi kami hanya tinggal bertiga dan hanya sesekali saja berkunjung ke rumah kakek-nenek, serta sanak saudara. Baru kali ini, saya meninggalkan anak dengan waktu lumayan lama rada was-was juga, tapi saya yakin dan percaya semua akan baik-baik saja. Sebelumnya, saya bicarakan dengan anak saya “tih, besok mama mau ikut seminar, atih sama bibih yah….” Alhamdulillah ketika saya berangkat, tak ada tangisan, kerewelan, dan sebagainya dan saya pun tenang ikut PSPA. ^_*
Setelah ikut Program PSPA, saya serasa menjadi orangtua yang berbeda. Tak sedikitpun rasa kesal apalagi pengen marah sama anak, padahal anaknya sama, ‘rewelnya’ juga sama. Jadi aneh, kok kemaren-kemaren bawaannya keseeeeel aja, klo anak rewel apalagi klo rewelnya tanpa sebab. Sekarang mah… biasa aja tuh… Memang wajar anak rewel, memang wajar juga kita kesel… karena kita bukan malaikat dan anak kita juga bukan malaikat yang memang tercipta sebagai ahli ibadah yang langsung terampil melakukan semua kebaikan, anak-anak kita tengah belajar sedang berproses,bereksplorasi menjadi cahaya kehidupan. Dan….jika kita memahaminya, Insya Allah anak-anak kita akan menebar cahaya untuk kehidupan bahkan juga untuk kita, orangtuanya sekalipun kita tidak lagi hidup di dunia.
“Ya.. ya.. ya… itu sih saya sudah tahu… Tetap aja, klo udah kesel mah kesel, hi geregetan jadi pengen nyubit…” Itulah yang saya rasakan sebelum ikut PSPA mungkin ibu-ibu yang lain juga? Ini terjadi akibat “program yang diinstall di otak kita ” negatif”. saat kita punya anak, darimana kita mendapatkan informasi tentang bagaimana mereka membesarkan anak? darimana kita mengetahui cara mereka membesarkan anak? pilihannya besarnya ada 3: 1. kita menggunakan cara sebagaimana mereka diperlakukan oleh orangtua mereka saat mereka kecil dulu (warisan). 2. kita menggunakan cara coba-coba (try & error) 3. kita menggunakan cara baru melalui BELAJAR.
Saat kita tidak melakuan hal yang kedua dan yg ketiga maka sebagian besar orangtua tanpa sadar sebenanrya melakukan lebih banyak metode yang pertama: Yakni dari warisan. Akibatnya, banyak orangtua faham bahwa membentak anak itu tidak boleh, banyak orangtua faham bahwa mencubit anak itu harus dihindari. Tapi mengapa sebagian mereka masih melakukannya secara spontan saat anak melihat anak berbuat negatif? Sebab terbesar adalah karena mereka pernah DIPERLAKUKAN HAL YANG SAMA saat mereka kecil. Jadi, program itu sudah berpuluh tahun terinstall lama dalam otak orangtua dari kecil sehingga saat mereka mengalami kejadian yang sama mereka memanggil kembali dalam memorinya referensi tersebut. Insya Allah ini akan hilang jika orangtua terus menginsttal program baru ke dalam pikirannya melalui BELAJAR. Belajar bagaimana mencari cara mengungkapkan perasaan2 kita lebih positif tanpa harus menyakiti anak2 kita. Begitu kata Abah (Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari) trainer di PSPA. ^_*
Day 1
Modul I tentang Karunia Fitrah
Kita sudah sering dingatkan, bahwa semua anak lahir fitrah kita juga sudah sepakat bahwa anak adalah anugrah, anugrah terindah ^^ tapi seringkali, sadar atau tidak, mereka seolah menjadi beban buat kita bahkan kita sering merasa anak-anak tertalu banyak meminta disaat sebenarnya mereka sedang memberi. buktinya… disaat kita begiiitu lelah sepulang kerja, anak-anak dengan polos dan lucunya memberikan konser dadakan, dengan kata-kata yang tentu saja belum jelas dan cadel mereka bernyanyi ingin menghibur orangtua nya yang ‘kecapean’ sepulang kerja. Seketika hilaaaaang rasa cape itu… Bukankah anak selalu memberi? Memberi kebahagiaan…
Anak adalah anugrah… seharusnya bersama mereka adalah suatu kebahagiaan tapi mengapa banyak anak menjadi “yatim piatu” disaat ortunya masih lengkap berapa banyak anak enggan bercerita kepada orangtua, mereka justru memilih yang lain: teman, sahabat, pacar dan lain-lain. Kita ingin menjadi orangtua terbaik… tapi, sudahkah kita menyediakan waktu bersama anak hanya bersama anak saja. tidak bertiga dengan kompor, berempat dengan majalah, berlima dengan cucian, berenam dengan laptop. Mereka tak perlu 24 jam kita, mereka juga tak butuh itu 30 menit saja/hari, ini sungguh fantastis, hasilnyapun akan dahsyat
Sudahkah??? Andai saja kita mau meluangkan waktu sesaat untuk menatap mata mereka betapa mereka sangat menggemaskan beruntungnya kita dipercaya dititipi Allah karunia fitrah
Modul II : Karunia Belajar
Belajar… apa yang dimaksudkan dengan belajar adalah ini: * Mengulang pelajaran sekolah * Baca buku pelajaran * Duduk di meja belajar * dan lain-lain tujuan nya apa ya? Supaya pintar, menambah wawasan, dapat gelar…. Klo udah gitu trus ngapain? Adalagi, pintar itu yang bagaimana? Apakah anak yang tidak 10 besar di Kelas tidak pintar? Apa saja yang penting dipelajari anak? Bahasa Arab penting, matematika penting, Bahasa Inggris juga penting. Trus penting mana dengan disiplin, kejujuran, tanggungjawab dan sejenisnya? Nah lho… Penasaran? Bagus!!!
Memang penasaran inilah yang dibutuhkan anak-anak kita agar keranjingan belajar penasaran mereka sering kita salah artikan kita renggut dengan pelototan, atau pengalihan lalu kita omeli saat mereka enggan belajar Belajar itu menyenangkan, sebenarnya… tapi hari gini berapa banyak anak yang mengalami kesulitan belajar belajar membuat anak stress Kok bisa? Anak dituntut untuk tau sesuatu sebelum waktunya belajar bahkan kursus baca saat mereka masih sangat belia. Bisa cepat baca, tidak membuat anak jadi gemar membaca, padahal sebagai ortu sebenarnya yang kita inginkan anak suka membaca. Ehhmmm…
Tidak masalah anak bisa baca di usia sangat belia (anak saya bisa baca di usia 20 bulan), asalkan orangtua lebih mempersiapkan anak untuk suka membacanya bukan bisa membaca-nya. Bagaimana nantinya anak suka membaca (walaupun sudah bisa membaca) melihat orangtuanya memegang buku pun tak pernah? Dibacakan buku cerita tak pernah… jalan-jalan ke toko buku atau pameran buku saja tak pernah… dan dirumah pun tak ada buku karena tak pernah dibelikan. Belum lagi berapa banyak informasi yang sesungguhnya tidak perlu tapi mereka harus menghafalnya hanya demi sebuah nilai ujian, supaya lulus UN gitu lho.. Harus kita ingat… semua anak cerdas… Jangan pernah mengecilkan mereka hanya karena nilai 6 untuk satu pelajaran sekolah. Jangan sekali-kali menganggap mereka ‘sulit’ hanya karena sulit menghitung bahkan seorang Thomas Alva Edisaon tidak sucses di Sekolah formalnya ia berhasil menemukan ‘bola lampu’ bukan karena juara umum di Sekolah atau menang Olympiade Fisika
bukan… tapi karena ia punya Nancy Elliot sebagai ibu, sebagai orangtua Nancy bukan orang hebat yang tau segalanya tentang dunia, sebagai ortu Nancy hebat karena memberikan “wadah” bagi Thomas untuk terus bergairah belajar meski sudah dicap bodoh dan dikeluarkan dari Sekolah Sekali lagi belajar adalah proses dari tidak tau menjadi tau, yang sudah tau menjadi lebih tau, yang melibatkan fisik, pikiran dan emosi dan agar proses ini tidak terhenti buatlah belajar itu menyenangkan Kelola penasaran-penasaran anak mereka adalah anak-anak kita dengan semua keistimewaan yang ada bukan Thomas Alva, bukan siapa kitalah orangtua terbaik buat mereka
Modul III tentang Karunia Konsistensi Ada 2 prinsip keliru dalam mendidik anak; pertama, orangtua selalu menuruti segala kemauan anak, kedua; orangtua terlalu mengekang anak. Apakah kita termasuk mendidik anak dengan cara seperti itu? semoga saja tidak…. jadi harus bagaimana??? Ada kalanya kita harus menuturi keinginan anak, tapi tetap harus tegas kepada anak, jangan sampai kita diatur oleh anak. Sekali melarang, maka laksanakan larangan itu. Sekali tidak boleh, maka laksanakan statement itu. Orangtua harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah dikatakan kepada anak. Anak kita memiliki memory yang sangat dahsyat, jauh melebihi kita para orangtua Itulah kenapa anak-anak kan selalu ingat dengan janji-janji yang pernah kita ucapkan sekalipun kita sudah melupakan janji tersebut maka jangan sembarangan ingkar janji Tegas pada anak sekali sudah disepakati, jangan diubah rengekan bahkan amukan, abaikan saja sekali tidak tetap tidak Ingat; TEGAS bukan keras tegas bukan teriak dengan kencang kita bisa tegas dengan tetap tersenyum
_______
Modul IV tentang Karunia Kiblat (+)
Fokus pada kebaikan mereka saja betapa banyak kelebihan mereka yang membuat kita bangga tapi kita sering lupa, suka kita tutupi dengan kejengkelan yang tak layak padahal enegi (+) akan membuat potensi baik mereka melejit begitupun dengan energi (-) bisa membuat anak kita terpuruk dalam kelemahan Masih ingatkah tentang hukum kekekalan energi yang kita perlajari saat sekolah dulu? “energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tapi bisa berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lain” Hubungannya dengan bahasan ini??? Ketika kita mengeluarkan energi positif (+) pada anak, maka anak itu akan mengeluarkan energi positif pula, begitu pun sebaliknya.
Ketika kita memberikan kebaikan kepada anak, maka anak pun akan mengeluarkan kebaikan pula, tapi ketika kita memarahi anak (energi -), maka anak pun akan kembali mengeluarkan kemarahan tersebut. bingung ya? Pokoknya kita harus berbuat positif aja deh sama anak, biar anak juga berlaku positif… Bagaimana mengarahkan anak menuju kiblat (+)? lakukan TARIAN BERMANPAAT: Temukan hal (+) pada diri anak Akui perbuatan ++ Rayakan Perbuatan +++ Ingatkan perbuatan ++++ BERikan rencana +++ MANfaatkan imbalan dari pada hukuman PAku perbuatan + yang telah mereka lakukan ATur waktu untuk berbicara dan bercerita kisah-kisah + Berkiblat (+) bukan berarti mengabaikan perasaan (-), tapi mengatur energi agar lebih terarah pada hal (+)
Modul V tentang Karunia Mendengar
Dua telinga dengan satu mulut Allah arahkan agar kita lebih banyak mendengar daripada bicara Banyak orang bisa menjadi pendengar yang baik buat temannya temapat curhat favorit bagi rekan dan saudara tapi mengapa banyak orangtua justru gagal membuat Sang anak mau bercerita panjang lebar pada orangtua Why??? Apa salah anak bila tak betah berlama-lama ada didekat ortu boro-boro curhat, ntar aja la yau… Karena anak justru sering jadi tempat sasaran kemarahan, lampiasan kejengkelan para orangtua setiap moment bersama ada saja ceramah, kultum, nasihat, tausiyah dkk dari orangtua. lantas kapan giliran anak bicara? mana ruang tempat mereka curhat ke orangtua? salah siapa bila mereka lari keluar rumah hanya demi cari pendengar yang baik? Dan ini terjadi sejak anak kecil sampai mereka remaja sambung dewasa mana telinga kita untuk anak terlebih mendengar disini bukan hanya sekedar pasang telinga sekali lagi bukan…. tapi mendengar yang menghadirkan rasa yang melibatkan CINTA
Dengar…hai dengar… mendengar sebenarnya mudah tak butuh biaya, tak perlu sarana tambahan bisa dalam posisi apa saja, duduk, telentang, tengkurep atau posisi bebas lainnya tak perlu perangkat tata bahasa selayaknya bicara apalagi menulis tapi mengapa kita enggan sungguh dengan mendengar kita bisa tau masalah dan hanya dengan tau masalah kita bisa berkontribusi sesuai kebutuhannya Jadi tak ada alasan lagi, siaplah jadi pendengar belajar dan berjuang menjadi tempat curhat yang baik buat anak-anak kita SEKARANG !!! dan SELANJUTNYA !!!
Modul VI tentang Karunia Saffat
Q.S Ash-Shaffat : 102 “……..Ibrahim berkata: Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi aku menyembelihmu. Maka pikirkan bagaimana pendapatmu?…………” Selalu ajak anak untuk berkomunikasi, berdiskusi untu memutuskan hal yang berhubungan dengan anak. Seperti nabi Ibrahim, meminta pendapat anaknya Ismail untuk satu keputusan yang berhubungan dengannya. Anak dilibatkan !!! bantu anak untuk membuat kepustusan bagi dirinya sendiri, misalnya dengan mengajukan pertanyaan, tentunya pertanyaan yang diajukan harus: - membuat anak berfikir - mendorong gagasan yang lebih baik - mengarahkan anak akhirnya dapat membuat keputusan sendiri - menuju kiblat positif - membuat perasaannya didengar
Ketika keputusan itu berasal dari anak maka: * Seorang anak tidak dapat memerangi keputusan yang telah dibuatnya sendiri * Seorang anak senang menggapai sesuatu dengan inisiatifnya sendiri * Beri kesempatan anak untuk membuat keputusan bagi dirinya, maka ia akan memiliki inisiatif, semangat dan energi untuk melaksanakan apa yang diputuskannya. From: Mamacerdas.com

Senin, 02 Januari 2012

Maaf Tak ada kembalian

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru. Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“Wah cepat sekali. Berapa pak?” “5000 rupiah mas” Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini. “Wah mas gak ada uang pas ya?” “Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian” “Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan” “Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.” “Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”
Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.” Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa. “Ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”
Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya. Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya. “Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.” Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar. “Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”
“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak” “Tapi ini terlalu banyak mas” “Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”
***
Dari Sahabat
Subhanallah.. sahabat jika kita selalu sabar dan bersyukur.., insya Allah bantuan dan rejeki dari Allah sang Maha Kaya pasti datang.., karena itu do'a dan sabar adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan.

Air Ludah Menutup Luka

Pengalaman adalah guru yang berharga.
Malam tadi saat aku sedang ngobrol di kamar adikku, suamiku sedang mencuci piring bekas kami makan, tiba2 tanpa disengaja salah satu piring terjatuh "praaangk" ternyata pecahannya ada yang terkena jempol kakinya.., astaghfirullah al adzhiim.., dia pikir ga'apa kena piring aja.. sambil membersihkan bekas pecahannya piringnya tiba2 dia terkejut, karena koq jari jempolnya sakit..' oow ternyata berdarah.., kemudian cepat dicucinya kekamar mandi.. terasa pedih, lalu diberinya minyak but-but (minyak herba jawi-campuran minyak zaitun), ternyata setelah 10 menit luka sobek 1 cm itu masih saja mengeluarkan darah.., bingung.. akhirnya dipanggilah saya.., "Bu ada betadine?", saya bingung wah kenapa nih.. mungkin tangan suamiku luka (begitu dlm hatiku. mana ga punya betadine lagi).
Kemudian cepat2 aku menghampiri suamiku, kulihat darah masih menetes dikaki-nya, (aku teringat sebuah artikel di internet bahwa air ludah bisa menutup luka kecil/ memberhentikan darah) lalu ku sarankan bersihkan dulu tangan dan kaki tersebut kemudian keringkan lalu aku lap dengan alkohol kemudian lumuri dgn air ludah sendiri atau bisa juga diolesi bawang putih (memang pedih namun luka cepat mengering.
namun suamiku enggan mengolesi bawang putih jadi pakai ludah sendiri saja, alhamdulillah setelah itu darahnya langsung mampet, ternyata untuk luka kecil air ludah sangat berfungsi sekali untuk menutup luka.
Namun setelah setengah jam, karena luka tidak ditutup maka saat asyik nonton acara TV, darah dari lukanya ternyata keluar lagi.., aku dan suami kaget, kemudian aku datangi adikku untuk membeli betadine, karena sudah jam 22.30 ternyata dia dah tidur, lalu disarankan bahwa luka harus ditutup dgn kapas yg diberi alkohol lalu tutup dgn handsaplast karena adikku kemaren juga baru mengalami hal serupa yaitu luka kakinya terkena pisau yang jatuh, darah yang keluar juga banyak namun setelah diberi kapas dan hansaplast langsung mampet, tetapi dgn catatan di cek jika kapasnya dah merah banyak darah segera diganti yang baru.
Setelah diberi handsaplast dan kapas dari adik aku langsung membersihkan kembali luka suamiku dgn alkohol dan aku beri kapas dgn sedikit alkohol lalu aku tutup dgn hansaplast. Setelah suamiku sholat Isya kami pergi tidur, yang sebelumnya aku mengingatkan bahwa ntar malam kalau terbangun cek kakinya jika ada darahnya diganti lagi kapasnya.
Alhamdulillah tenyata sampai subuh kapas di luka kaki suamiku tidak merah yang tandanya darah sudah berhenti, kemudian saat mandi pagi aku sarankan tidak usah dibuka dulu, setelah mandi saja di lap dan keringkan kemudian bersihkan dgn alkohol ganti kapas lagi.
Pengalamanku kedua ; Saat aku berangkat bekerja dan baru nyampe di kantor, setelah parkir motor, masuk ke gedung kantor, tiba2 aku teringat kunci motor dah disimpan dlm tas atw takut masih di motor? jadi reflek tangan langsung merogoh kantong tas, nyari kunci ternyata o..ooww.. jari telunjukku tertusuk bros jilbab yg ada di kantong samping tasku, ah biasa ja.., tetapi ternyata darah lumayan banyak keluar.. duh mungkin lukanya terkena nadi jd darah ga' mau berhenti.. sambil jalan dah mau nyampe ruangan darah ga' berhenti juga ..agak panik jg nih masa luka kecil saja ga' berhenti darahnya.. ternyata langsung inget.. taram.. air ludah..!! jariku langsung tak emut.., dua kali.. alhamdulillah ternyata darah langsung stop ga ada keluar lagi.. air ludah emang paten.. hufft lega rasanya..
Padahal sudah bingung mau cari bawang putih katanya juga bisa memberhentikan darah yang keluar.
Ternyata dari kedua pengalamanku diatas.. tandanya kita harus siap sedia P3K dirumah spt; betadine, alkohol, kapas, handsaplast dll. yang tentunys sangat berguna walaupun kelihatannya hal itu sangat remeh. Semoga kejadian diatas bisa bermanfaat buat yang lainnya.

Jumat, 30 Desember 2011

Beradaptasi Dengan Maksiat

By. Toni Tegar Sahidi
Ini kisah yang cukup populer. Saya pertama kali mendengarnya sekitar tahun 2003 di sebuah kampus di Surabaya. Ijinkan saya untuk menyampaikannya kembali bagi Anda Alkisah, ada seorang ilmuwan ingin mengadakan eksperimen. Untuk itu ia harus merebus seekor katak hidup-hidup. Ia pun menyiapkannya. Diambilnya sebuah panci, diisinya dengan air secukupnya lalu diletakkan di atas tungku. Dengan sabar ia menunggu hingga air mendidih. Air pun mendidih lalu diambillah si katak malang, lalu dimasukkanlah katak tersebut ke air yang tengah mendidih tersebut.
Namun apa yang terjadi? Si katak yang merasakan suhu yang berubah drastis kontan sigap. Ia kaget, ia tanggap, katak pun kontan melompat keluar dari panci. Si Katak kali ini selamat. Namun si ilmuwan yang gagal dengan percobaan pertamanya tak kehilangan akal. Kali ini ia menyiapkannya dengan cara yang berbeda.
Diambilnya lagi sebuah panci yang lain, dan sama seperti sebelumnya, ia isi dengan air lalu ia letakkan ke atas tungku. Namun sebelum ia nyalakan tungkunya, dengan air dalam kondisi masih dingin, ia masukkan si katak ke dalam panci. Si katak yang memang biasa dengan air, pun merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini, toh hitung-hitung mandi berendam. Si ilmuwan pun menyalakan tungkunya, namun kali ini apinya kecil saja agar air tak cepat mendidih. Perlahan namun pasti air dalam panci pun menjadi kian hangat. Namun si Katak masih nyaman-nyaman saja, “sekalian mandi air hangat” begitu pikirnya. Namun air pun kian menghangat, dan menghangat, si katak masih merasa nyaman dan aman. Hingga satu titik, ketika air sudah mulai sangat panas, kali ini si katak sudah tak tahan, ia mencoba melompat. Namun sayang, kali ini ia tak bisa. Air sudah terlalu panas dan si katak sudah terlalu lemah. Akhirnya si Katak pun mati, terebus bersama air panas tersebut.
Sadar atau tidak, adakalanya kita menemukan orang-orang yang menjadi katak ini. Atau jika mau jujur bercermin, boleh jadi kita-lah katak tersebut. Ketika seorang shalih diajak untuk bermaksiat terang-terangan sudah pasti ia akan menolak. Namun syaithan sungguh cerdas, alih-alih langsung terang-terangan, setan akan mendekatinya dengan perlahan-lahan, membuainya hingga terasa aman, nyaman, menjadi kebiasaan, hingga akhirnya yang ada hanyalah penyesalan. Sadar atau tidak, si shalih terlah beradaptasi terhadap kemaksiatan.
Jika api besar dan air mendidih adalah dosa besar, maka api kecil adalah dosa-dosa kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa, lumrah, wajar, atau bahkan kita merasa nyaman-nyaman saja dengannya. Sebagaimana air hangat yang melenakan, pelan namun pasti dosa kecil kian memanaskan kita hingga suhu yang membinasakan.
Terlebih manusia sering meremehkan ha-hal yang ada embel-embelnya “kecil”, batu kecil, uang kecil, anak kecil, dan termasuk pula dosa kecil. Sehingga tak jarang kita pun tak ambil pusing dengan dosa-dosa kecil yang kita perbuat. Jangankan taubat, istighfar pun seolah tak sempat. Kita merasa aman, kita nyaman, padahal ini strategi jitu syaithan yang menyesatkan,
Maka benarlah Rasulullah yang mengajak kita untuk mewaspadai dosa-dosa kecil. Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Hal itu tidak ubahnya seperti sekelompok orang yang turun ke sebuah lereng gunung. Mereka masing-masing membawa sebatang ranting kayu sehingga dengan ranting-ranting kayu itu bisa mereka masak roti. Dosa-dosa kecil kapan saja di lakukan oleh seseorang ia akan menjadi celaka”. Karena memang dosa kecil yang dibirkan ibarat titik kecil yang ditoreh dia atas kertas. Satu titik memang tak ada apa-apanya dibandingkan luasnya putih kertas. Namun jika ditorehkan berkali-kali , dan berkali-kali, tanpa henti, tanpa pernah kita menghapusnya, pada akhirnya kita pun merasa asing dengan warna putih kertas semula. Maka lihat, apa yang kita anggap sepele, satu titik hitam di kertas putih, namun jika diteruskan maka putihnya kertas kan berubah menjadi hitam.
Inilah cerdasnya syaithan, tak diajaknya seorang ustadz untuk langsung berzina, diajaknya ia untuk sekedar memandang sambil berkata “toh ini cuman memandang”, berlanjut saling SMS-an dengan perkataan yang sama “toh cuma SMS”, berlanjut memberi perhatian, pertemuan, pegang tangan, pacaran dan seterusnya sampai terjadilah zina. Sampai disinipun adakalanya timbul kerasnya hati, “toh nanti bisa bertaubat”. Bahkan ampunanNya pun kini dianggapnya remeh.Tak diajaknya seorang muslim untuk langsung murtad.
Dihembuskannya sedikit demi sedikit apa yang menarik hatinya, bisa lawan jenis, jabatan, kedudukan, harta, atau hal-hal non materi seperti jaminan, kebebasan ataupun kemenangan. Dibuatlah sedikit demi sedikit apa yang bertentangan dengan agama menjadi indah, dan kita pun terpesona dengannya. Disisi lain ditampakkanlah agamanya dengan sesuatu yang buruk-buruk, dianggap kuno, nggak gaul, radikal, teroris. Dibuatlah kita membenci apa yang selama ni kita yakini, di awal kita mendiamkan teman yang menjelek-jelekkan agama, esoknya kita lah yang membelanya, bahkan menggantikannya berbicara hal sama. Dibuatlah ucapan soal Tuhan, Surga dan Neraka adalah dongeng khayalan orang terdahulu, tanpa sadar kita pun mengangguk-angguk. Pelan tanpa pasti, sadar atau tidak, akidah itu pun lepas begitu saja.
Sebagaimana saya, boleh jadi Anda pun menemuinya di sekitar kita. Ada teman yang dahulunya ketua rohis, kini berubah layaknya preman. Ada yang dahulunya begitu aktif ikut pengajian, kini alergi dengan hal-hal keislaman. Ada yang dahulu begitu rapat ia menutup aurat, kini begitu nyaman ia buka-bukaan. Bahkan ada pula yang dahulu ikut sholat dengan khusyuknya, namun kini berpindah agama, menyembah selain Allah yang Esa. Dan begitulah cara syaithan menyesatkan anak adam. Sebagaimana kisah katak yang direbus, begitulah manusia dijerumuskan perlahan-lahan, begitu sadar semuanya sudah terlambat. Luka fisik, rasa, isak tangis, penjara, hamil luar nikah, ataupun cacat seumur hidup sungguh masih tak ada apa-apanya dibanding panasnya nyala neraka akibat tiadanya taubat.
Sesal di dunia masih ada obatnya, sesal di akhirat hendak kemana kita lari dari siksaNya? Maka sebelum terlambat, sudah saatnya kita bangun, tanggap, sadar, dan segera melompat dari panci dosa-dosa kecil, sebelum panasnya membuat kita kian terlena, lalu binasa. Mengutip nasehat sahabat saya, pada akhirnya kita harus sadar bahwa ini bukan soal besar kecilnya sebuah maksiat, namun yang terpenting ialah, kepada siapa kita bermaksiat?
tonitegarsahidi@gmail.com Malang 3 Agustus 2011 “Menanti si katak Melompat Keluar” FROM: ERAMUSLIM-Oase Iman 15/09/11