Rabu, 19 Februari 2014

Kemana Roh Orang Muslim dan Orang Kafir di Alam Kubur ?

Sebuah pertanyaan yang cukup penting untuk kita ketahui sebagai seorang muslim, yang di ambil dari Eramuslim - Rubrik Tanya Jawab, semoga bermanfaat, ^_^
Pertanyaan ;
Assalamu’alaikum Ust, Pertanyaan saya: ketika seseorang meninggal dunia berarti rohnya sudah dicabut oleh Allah sedangkan alam kubur atau alam barzah adalam alam ke empat di mana seseorang akan berada di sana untuk menunggu alam akhirat tiba. Bagaimana keadaan seseorang yang dalam kuburan itu? apakah rohnya yang sudah dicabut akan dikembalikan ke jasad yang sudah di dalam kuburan itu sehingga ia kembali utuh seperti waktu ia hidup dan menunggu hari kiamat? Bagaimana juga keadaan seseorang yang sudah dalam kuburan itu ketika menjawab pertanyaan dari malaikat? apakah malaikat bertanya kepada jasad yg sudah dikubur itu saja atau rohnya sudah dipasang lagi ketika malaikat mau bertanya padahal saat kita meninggal kan roh kita sudah dicabut. minta penjelasannya.Trimakasih sebelumnya. Waalaikumussalam Wr Wb
Jawaban Ustadz Sigit Pranowo Lc ;
Saudara Marhamah yang dirahmati Allah swt
Didalam hadits yang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’
Beliau saw bersabda,’Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungguhnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.’
Beliau saw bersabda,’Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.’
Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’
Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.’
Beliau saw bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.’
Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.’
Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau saw membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.’
Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.
Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad)
Hadits diatas menjelaskan tentang keadaan ruh seseorang saat berpisah dari jasadnya pada saat sakaratul maut. Kemudahan saat itu dialami oleh seorang yang beriman sementara kesulitan yang luar biasa dialami oleh seorang yang kafir.
Hadits itu pun menjelaskan bahwa ruh yang dibawa menuju langit setelah terlepas dari jasadnya kemudian dikembalikan lagi ke jasadnya di bumi untuk merasakan fitnah kubur, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dua malaikat tentang siapa tuhannya, nabi-Nya dan agamanya.
Seorang yang beriman diberikan kemudahan didalam menjawab pertanyaan itu, sebagaimana janji Allah swt kepadanya, firman-Nya :
يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللّهُ مَا يَشَاء
Artinya : “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki.” (QS. Ibrahim : 27
)
Sebaliknya dengan keadaan seorang yang kafir, ia tidak sanggup menjawab semua pertanyaan tersebut dikarenakan kekufurannya.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hadits itu memberikan pengetahuan bahwa ruh tetap ada setelah berpisah dari badannya berbeda dengan orang-orang sesat dari kalangan ahli kalam. Ruh itu juga naik (ke langit) dan turun (darinya) berbeda dengan orang-orang sesat dari kalangan ahli ilsafat. Serta ruh dikembalikan ke badan lalu orang yang meninggal itu akan ditanya maka ia akan mendapatkan nikmat atau adzab sebagaimana pertanyaan yang diajukan oleh malaikat penanya. Didalam kubur itu amal shaleh atau buruknya akan mendatanginya dengan suatu bentuk yang baik atau buruk.
Wallahu A’lam
Bila ingin memiliki karya beliau dari kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Tanya-Jawab Eramuslim

Selasa, 18 Februari 2014

Sudahkan Kita Membaca buku Hari Ini ??

“Sesungguhnya, membaca bukan sekadar hobi, tapi sebuah konsep hidup” - DR. Raghib As-Sirjani (Penulis Spiritual Reading)
Membaca buku bukanlah budaya yang populer di Indonesia. Sangat jarang kita temukan, orang Indonesia yang begitu khusyuk membaca buku di tempat umum, taman, kampus, sekolah ataupun transportasi publik seperti kebiasaan penduduk negara maju di Jepang, Eropa maupun Amerika Serikat. Bahkan saya melihat dengan mata kepala sendiri, di sebuah perpustakaan kampus ternama di kota Bandung, yang notabene surganya buku-buku, alih-alih membaca buku, mahasiswa malah banyak yang melakukan browsing, bermain gadget, ngobrol bahkan asyik tiduran di sana. Kita patut miris dengan keadaan seperti ini. Bagaimana negeri kita mau maju dan mengalahkan negara lain, jika budaya baca saja kita ogah melakoninya.
Dosen-dosen saya mempunyai beberapa cara unik agar mahasiswanya mau membaca. Ada yang menugaskan mahasiswa membedah buku kemudian mempresentasikannya secara berkelompok. Ada yang menugaskan untuk mengeksplorasi buku dan bacaan lainnya sesuai dengan tema yang ditentukan, lalu dirangkai dalam bentuk tulisan. Ada yang menugaskan untuk membuat resume dari buku tersebut. Yang paling unik (baca: gila), mahasiswa-mahasiswa di kelas disuruh membaca satu orang satu paragraf, kemudian bergantian sampai jam kuliah habis. Setahu saya metode yang terakhir digunakan oleh guru SD ataupun SMP saya beberapa tahun yang lalu.
Semua hal tersebut dilakukan untuk satu hal, agar para mahasiswa yang lebih suka main gadget termotivasi untuk mau membaca (walaupun niatnya bisa jadi untuk nilai). Murabbi saya juga pernah memberikan tugas bedah buku kepada kami, agar kami mau membaca buku. Hasil penelitian UNICEF menyebutkan bahwasanya minat baca orang Indonesia tergolong rendah. Kalau dipresentasekan ada pada kisaran 0,01 persen, yang mengindikasikan satu buku dibaca oleh seribu orang di Indonesia (Republika.co.id).
Mengapa kita malas untuk membaca? Tak sadarkah kita bahwa wahyu yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi kita yang mulia, Muhammad SAW lewat perantara Jibril as adalah perintah membaca? Ustadz Dwi Budiyanto dalam bukunya, Prophetic Learning mengatakan: “Iqra’ merupakan perintah Allah SWT yang luar biasa. Wahyu pertama itu tidak memerintahkan kita untuk shalat, puasa, zakat atau yang lainnya. ‘BACALAH!’, Ia menjadi dasar bagi tumbuh dan berkembangnya peradaban Islam.
Sebuah peradaban dan pengetahuan sebagai titik awal perkembangan. Sebuah peradaban yang dibangun melalui tradisi literasi yang kuat, yaitu tradisi yang menempatkan baca-tulis sebagai pijakan.” Peradaban Abbasiyah bisa memimpin dunia di abad pertengahan, kemudian Eropa bisa menaklukkan dunia di awal abad ke-15 dan bangsa Amerika menguasai ilmu pengetahuan di segala bidang di zaman modern ini dimulai dari kebiasaan membaca para generasinya.
“Membaca adalah kaidah yang pertama kali Allah ajarkan.” demikian dikatakan oleh Ustadz Muhammad Elvandi, penulis buku Syair Cinta Pejuang Damaskus dan Inilah Politikku. “Kaidah itu bukanlah rumus ajaib umat Islam, tapi ia adalah kaidah yang juga konstan dan universal. Ia adalah syarat kebangkitan umat manapun, untuk agama apapun. Kaidah ini pernah mengantarkan generasi muslim zaman Abbasiyyah memimpin peradaban, sebagaimana mengantarkan generasi berpengetahuan Eropa menaklukan dunia, dan seperti juga mengantarkan generasi pembaca Amerika memimpin pengetahuan.”
Mari kita tengok bagaimana ulama terdahulu sangat mencintai kebiasaan membaca. Imam Jahidz seorang sastrawan dan filosof muslim, meninggal karena rak bukunya jatuh menimpa beliau yang sedang tenggelam dalam membaca. Imam Turmudzi rahimahullaah, pemilik kitab hadis Sunan Turmudzi menghabiskan umurnya untuk mengumpulkan hadits Rasulullah SAW, sampai mata beliau buta karena kebanyakan membaca. Sahib Ibnu Abbad menolak menjadi perdana menteri Samarkand, tersebab merasa kerepotan untuk memindahkan buku-bukunya ke Samarkand, dibutuhkan sekitar 400 ekor unta untuk memboyong habis semua buku-bukunya tersebut.
Ibnul Jauzi rahimahullaah berkata: “selama menuntut ilmu, aku telah membaca buku sebanyak 20.000 jilid buku. Dengan buku aku dapat mengetahui sejarah para ulama salaf, cita-cita mereka yang tinggi, hafalan mereka yang luar biasa, ketekunan ibadah mereka dan ilmu-ilmi mereka yang menakjubkan. Semua itu jelas tak mungkin diketahui oleh orang-orang yang malas membaca.”
Al-Qathbu Al-Yunini bercerita mengenai Imam Nawawi rahimahullaah, pengarang Riyadush Shalihin, “An-Nawawi adalah orang yang tidak mau membuang-buang waktu, baik siang maupun malam. Ia selalu menyibukkan diri dengan urusan ilmu. Bahkan, saat sedang dalam perjalanan pun ia tetap sibuk menghafal dan membaca buku.” Abu Bakar Al-Anbari menjelang kematiannya berkata kepada dokternya, “aku membaca seratus ribu lembar halaman buku setiap minggu.” Ibnu Katsir menuturkan kepada Adz-Dzahabi, “aku selalu membaca dan menulis di malam hari di bawah cahaya lampu yang lemah sinarnya, sehingga mengakibatkan mataku buta.”
Bercermin dari kisah-kisah tersebut, bagaimana dengan kondisi kita. Sudah toko buku sedikit, uang tak banyak, jumlah buku yang berkualitas bisa dihitung jari, minat baca rendah, ke perpustakaan malas, bagaimana mau membaca banyak buku? Bagaimana mau memajukan Indonesia? Bagaimana mau memajukan peradaban Islam?
Layaknya pekerjaan lainnya, membaca buku juga harus kita niatkan hanya untuk Allah SWT, seperti yang dituliskan oleh DR. Muhammad Musa Asy-Syarif dalam bukunya Smart Reading for Muslim, “membaca itu amal perbuatan yang harus selalu berada di jalan Allah.” Dengan membaca kita bisa menambah ilmu, menambah wawasan dan pemahaman, mengetahui berbagai permasalahan yang mengancam dunia Islam, meningkatkan pengetahuan syari’at, memberikan inspirasi dan motivasi, meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan lain-lain.
Mudah-mudahan Allah yang Maha Pemurah, Penyayang lagi Bijaksana berkenan untuk memberikan kemudahan, kekuatan dan keistiqomahan kepada kita dalam membaca buku.
Pertanyaannya, sudahkah anda membaca buku hari ini?
Fais al-Fatih (Mahasiswa Pascasarjana Informatika)
Anggota Kelompok Studi Palestina
Sumber : Eramuslim.com
(Mohon maaf saya sendiri juga belum sampai setiap hari membaca buku, namun dalam seminggu insya Allah pasti ada, maklum kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan pekerja sangat menyita waktu - By. Zahra)

Menjadi Muslim gara-gara di Kejar Anjing

Berikut ini adalah sebuah kisah menjadi muslimnya seseorang, hanya karena dia dikejar anjing dan sudah berlari kemana-mana namun tetap dikejar, namun kemudian anjing tersebut berhenti setelah dia masuk ke dalam mesjid, bagaimana kisahnya, ??
Segala puji hanyalah bagi Allah, Tuhan yang Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tuhan yang Mahakuasa atas segala sesuatu, yang mengatur pergantian siang dan malam. Tuhan yang melihat hamba-hamba yang tengah sujud di kegelapan malam, Tuhan yang mendengarkan doa-doa hamba-Nya.
Tuhan yang ketika disebutkan nama-Nya bergetarlah hati hamba-hamba-Nya yang beriman, dan ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah kokohlah iman mereka.
Tuhan yang Agung yang penuh belas kasih. Tuhan yang kepadanya semua makhluk akan kembali dan dikumpulkan.
Ia memberikan hidayah kepada manusia dengan cara-Nya. Kadang cara itu tidak terduga. Maha suci Allah…
Beberapa orang pemuda tengah berkumpul di rumah Allah, di sebuah mesjid, di kota Paris. Sebagian mereka adalah orang-orang yang baru memeluk Islam. Sebagian lain adalah muslim sejak kecil.
Setiap hari usai shalat subuh berjamaah setiap orang secara bergantian membaca kitab Riyadus Solihin yang disusun oleh Imam Nawawi.
Setelah hadits-hadits itu dibaca, mereka menghafalkannya dan menancapkan niat dalam hati untuk mengamalkan dan menyampaikan pada orang lain, sebagaimana pesan Rasulullah, “Ballighuu `anniy walau aayah”, sampaikanlah tentangku walau satu ayat yang kalian tahu!
Beberapa orang ulama menjelaskan hadits ini, ballighuu: sampaikanlah, adalah sebuah perintah dari Rasul yang harus diikuti, `anniiy, tentangku, adalah suatu kemuliaan menyampaikan risalah Rasul, walau aayah: adalah takhfif, sebuah keringanan. Di mana setiap muslim memiliki kesempatan untuk menjadi seorang muballigh, da`i ke jalan Allah SWT, mengajak manusia kepada ketaatan, menyampaikan apa yang ia ketahui tentang al-Qur`an dan hadits-hadits Rasulullah
.
Setelah membaca dan mendengarkan hadits-hadits dengan penuh cinta, ta`zhim dan tasdiq (membenarkan apa yang didengar), mereka bermusyawarah. Seseorang dari mereka ditunjuk untuk memimpin musyawarah.
“Saudara-saudaraku, tak henti-hentinya kita memanjatkan syukur kepada Allah `Azza wa Jalla, pada hari ini kita telah kembali dihidupkan. Allah memberi kita kesempatan untuk beribadah pada-Nya, bertobat atas dosa-dosa kita, menambah bekal untuk akhirat. Mari kita isi hari ini dengan memperbanyak istighfar, memperharui tobat dan beramal soleh.”
“Saudaraku, kita juga harus bersyukur Allah memberi kita kesehatan dan kelapangan untuk shalat subuh di rumah Allah swt ini. Sebuah hadits dari Ustman bin Affan radhiyallahu `anhu berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah, maka seolah-olah ia telah mendirikan setengah malam, dan barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, maka seolah-olah ia telah mendirikan (shalat) seluruh malam”, hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.”
“Dalam hadits lain disebutkan, dari Abi Zuhair Umarah bin Ruaibah radhiyallahu `anhu berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelam matahari, yaitu shalat subuh dan ashar. Hadits ini juga diriwayatkan Imam muslim.”
“Saudaraku, mari kita isi hari ini dengan ketaatan. Kita manfaatkan setiap detik yang kita lewati, jangan sampai kita lalai, terpedaya oleh tipu daya setan dan hawa nafsu. Saudaraku, usai musyawarah ini hendaknya kita tetap duduk di mesjid untuk berzikir pada Allah.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir sampai terbitnya matahari, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala, seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.”
Dan terakhir, ada empat perkara yang jika berkumpul dalam diri seorang muslim dalam satu hari, maka ia akan masuk sorga, sebagaimana yang disebutkan Rasul, empat perkara itu adalah: Puasa sunat, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, dan memberi makan orang miskin….
Mereka saling berbagi informasi tentang kegiatan silaturahmi pada hari sebelumnya. Siapa yang telah dikunjungi, bagaimana keadaannya, tinggal dimana, dan seterusnya. Mereka selalu bersemangat demi tersebarnya dakwah ke seluruh penjuru kota Paris dan ke seluruh bumi Allah, agar tidak ada satupun manusia yang meninggal kecuali telah beriman pada Allah subhanahu wa ta`ala.
Di tengah musyawarah mereka dikejutkan dengan masuknya seorang pemuda yang sedang ketakutan ke dalam mesjid, nafasnya tidak teratur, dari wajahnya terlihat bekas ketakutan itu. Ia habis berlari.
Pemuda itu menuju tempat mereka berkumpul. Salah seorang dari mereka dengan penuh lembut dan senyum menyapa pemuda tersebut. “Kenapa Anda terlihat sangat ketakutan, apa yang terjadi?” Pemuda itu masih berusaha mengatur nafasnya, setelah agak tenang, pemuda itu mulai berbicara.
“Tadi, sewaktu saya keluar rumah, di jalan besar tiba-tiba seekor anjing menggonggong kepada saya, saya ketakutan, saya lari, dan anjing itu mengejar saya. Kemanapun saya lari saya dikejarnya, lari balik ke rumah, tidak mungkin, karena jalan pulang ke rumah di belakang anjing itu, saya terus mencari tempat perlindungan. Di ujung jalan saya melihat ada rumah yang terbuka pintunya, di belakang saya anjing terus mengejar, dan akhirnya saya masuk ke sini. Tapi yang membuat saya heran, kenapa anjingnya tidak masuk mengikuti saya, sedangkan tadi kemana arah saya lari dia terus mengejar saya… ini rumah siapa dan tempat apa?”, tanya pemuda itu. “Ini rumah Allah, tempat kaum muslimin beribadah”, salah seorang dari mereka menjawab.
Pemuda itu masih heran. “Maksud Anda?” “Rumah Allah tidak dimasuki anjing, dia makhluk yang najis, sedangkan rumah ini suci, dinaungi oleh malaikat, dan siapa yang masuk ke rumah ini ia akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian” Pemuda itu tercengang-cengang. “Owh.. begitu” katanya masih diliputi rasa penasaran yang tinggi.
Kemudian mereka menjelaskan tentang islam padanya. Hati pemuda itu tersentuh dengan penjelasan-penjelasan yang mereka berikan. Tentang keagungan rumah Allah, tentang islam, tentang indahnya persaudaraan dalam islam, tentang hakikat hidup dan dunia, tentang kematian dan tentang akhirat.
Mereka melihat air matanya menetes, ia terharu, hatinya seolah merasakan tetesan embun hidayah yang menyejukkan.., kemudian mereka mengajaknya memeluk Islam dan pada saat itu juga pemuda tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat… Subhanallah..
Salah seorang dari mereka berucap syukur dalam hati. Pemuda tersebut kerap ia lihat setiap kali ia menuju mesjid, tapi ia tidak kenal namanya. Pemuda yang tak henti ia doakan tiap malam dalam tahajudnya tersebut dengan tetes air mata, kini telah masuk ke pangkuan Islam. Ia pun terharu, memuji Allah, bertasbih, bertahmid dan bersyukur pada-Nya. Tanpa terasa pipinya basah..
“Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ya Rabb, Engkau telah mengabullkan doa hamba-Mu yang lemah ini yang hamba panjatkan sejak 4 bulan yang lalu,” ucapnya dalam hati.
Salah seorang dari mereka bertanya kepada temannya yang meneteskan air mata tersebut, “Kenapa menangis akhi?, tanyanya. “Saya begitu terharu akhi, Allah telah menggerakkan satu dari makhluknya dan menjadikan sebab masuk Islamnya saudara kita ini, subhanallah..”
Setelah pagi itu, mereka kian bersemangat merintis dakwah, mengajak manusia ke jalan Allah. Tahun demi tahun dilalui, mereka tidak pernah berkeluh kesah, tidak pernah lelah, bahkan semakin gagah dan teguh. Mereka terus berusaha, bergerak dari satu rumah ke rumah yang lain untuk mengajak manusia ke jalan Allah.
Dan berkat kesungguhan dan doa-doa panjang yang mereka panjatkan di tengah hening dan pekatnya malam, telah banyak orang-orang yang memeluk Islam dan telah banyak kaum muslimin yang sadar akan dirinya dan kembali ke jalan Allah, subhanallah..
Dan pemuda mualaf itu telah menjadi seorang yang gigih menyebarkan risalah islam ke seantero penjuru kota Paris. Ia tak kenal lelah, tak kenal siang dan malam. Dakwah telah menjadi tujuan hidupnya, ia tak kenal henti menangis di sepanjang malam, memohon pada Allah agar hidayah islam masuk ke dalam hati setiap manusia yang belum beriman.
Walau ia dicerca, dimaki ia tak surut, langkahnya telah kokoh sekokoh batu karang di tengah ganasnya ombak, niatnya telah teguh, hatinya telah mantap dan azamnya telah kuat. Tidak akan berhenti sampai ajal menjemput. Ia telah mencintai Islam dengan segenap raga dan jiwanya, cinta yang agung, cinta yang mulia dan cinta yang membawa kepada kenikmatan abadi di sorga kelak.
NB: Ini adalah kisah nyata yang saya dengarkan lansung dari seorang teman saya bernama Rosyid, dari Maroko. Sedikit ditambahkan ilustrasi agar ceritanya mengalir saja…
Salam perjuangan! marif_assalman@yahoo.com
Sumber : eramuslim.com

Perjalanan Panjang Mahasiswa Hindu menjadi Muslimah

Aasiya Inaya dilahirkan dari lingkungan keluarga penganut agama Hindu, yang meyakini bahwa Tuhan itu ada dalam berbagai wujud mulai dari air, sungai, batu sampai pepohonan. Oleh sebab itu, Asiya mengaku bangga sebagai penganut politheis, yang meyakini bahwa semua obyek ciptaan Tuhan layak disembah karena menurutnya, di setiap benda ada bagian Tuhan di dalamnya.
Tapi keyakinan Aasiya mulai berubah ketika ia mengenal Islam, yang mengawali perjalanan panjangnya menjadi seorang Muslimah. Sebelum memutuskan mengucapkan dua kalimah syahadat, Aasiya mengalami pergumulan jiwa yang hebat. Di satu sisi ia mengakui kebenaran Islam, tapi sisi hatinya yang lain masih membuatnya ragu menjadi seorang Muslim.
“Saya pertama kali mengenal Islam di sekolah menengah atas. Mayoritas teman-teman sekelas saya adalah Muslim dan setiap waktu istirahat kami biasa berdiskusi tentang Islam, utamanya karena propaganda anti-Islam yang dilancarkan organisasi-organisasi Hindu di India pasca serangan 11 September dan kerusuhan di Gujarat,” kata Aasiya.
Ia melanjutkan,”Sepanjang pembicaraan, mereka (teman-teman Muslim Aasiya) berusaha untuk meluruskan berbagai pandangan-pandangan saya yang salah tentang agama monoteis, hak perempuan, status mereka dan berbagai mitos tentang Islam yang klise.”
“Tapi, upaya mereka tidak begitu meyakinkan saya. Saya tetap memegang teguh keyakinan saya dan tetap bangga sebagai penganut politheis,” tukas Aasiya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa sikap anti-Muslimnya agak berkurang setelah mendengar penjelasan dari teman-temannya yang Muslim. “Saya mulai merasa tersentuh dengan penderitaan mereka, bagian dari masyarakat kami, yang harus termarginalkan hanya karena ingin menjalankan ajaran agama mereka. Pandangan-pandangan saya pun jadi agak sekular …” sambung Aasiya.
Tapi semua itu belum menggerakkan hati Aasiya untuk memeluk agama Islam. Aasiya mulai beralih ke kelompok Arya Samaj, sebuah kelompok penganut agama Hindu yang keluar dari mainstream Hinduisme. Kelompok ini meyakini bahwa Hinduisme adalah agama monoteis dan tidak mengajarkan umatnya untuk menyembah berhala. Setelah menjadi bagian kelompok ini, Aasiya tidak lagi menyembah banyak benda, ia melakukan ritual Arya Samaj dan jadi rajin ke kuil.
Setelah beberapa waktu menjalani ritual Arya Samaj, Aasiya menemukan bahwa keyakinan ini juga memiliki banyak cacat dan kekurangan. “Saya merasa kembali berada di sarang laba-laba yang sama, dimana ritual dan penyembahan terhadap api menjadi bagian integral keyakinan itu, sama seperti keyakinan yang saya anut dahulu,” paparnya.
“Tapi saya menyebut itu semua sebagai langkah panjang, sebelum akhirnya saya sampai pada keputusan untuk memeluk agama Islam,” ujar Aasinya.
“Kejelasan tentang Islam mulai saya rasakan begitu kuat ketika saya menjadi mahasiswa fakultas hukum. Ketika itu saya mengikuti kuliah tentang hukum keluarga dalam agama Hindu dan Islam, mulai dari hukum perkawinan, perceraian dan urusan keluarga lainnya.”
“Saya menemukan bahwa hukum keluarga dalam agama Hindu banyak memiliki celah kelemahan karena beragamnya aturan terkait masalah teknis, perbedaan pendapat, sehingga hukum keluarga dalam agama Hindu kerap membingungkan dan tidak pasti. Di sisi lain, hukum keluarga yang diatur oleh Islam, sangat jelas, cermat dan pasti,” tutur Aasiya.
Sejak perkualiahan itu, pandangan Aasiya terhadap Islam berubah total. Selama ini, Aasiya memandang Islam sebagai agama yang kaku dan keras. “Saya melihat umat Islam sebagai umat yang statis, hidup berdasarkan pada masa lalu sementara dunia terus berkembang. Buat saya, apa yang diyakini umat Islam tidak masuk akal, tidak praktis, kejam dan ketinggalan jaman,” kenang Aasiya mengingat pandangan-pandangannya terhadap Islam di masa lalu.
“Tapi, sejak perkuliahan itu, pendapat saya langsung berubah hanya dalam satu malam. Apa yang selama ini saya anggap statis ternyata sebuah kestabilan. Ini membuat rasa ingin tahu saya tentang Islam memuncak dan saya menghabiskan waktu berjam-jam di internet untuk bicara dengan teman-teman saya yang dulu menjelaskan tentang Islam pada saya,” papar Aasiya.
Selain bertanya pada teman-temannya yang Muslim, Aasiya juga mencari berbagai informasi tentang Islam di internet dan aktif mengikuti berbagai forum diskusi. Pengetahuan Aasiya yang mulai bertambah tentang Islam mempengaruhi sikap dan pandangan Aasiyah tentang Islam ketika ia berkumpul dan membahasnya dengan sesama temannya yang beragama Hindu. Perubahan sikap dan pandangan Aasiya, tentu saja tidak mendapat tanggapan negatif dari sahabat-sahabatnya yang Hindu.
“Mereka menyebut bahwa saya sudah mengalami ‘cuci otak’ yang ingin mengubah penganut Hindu menjadi pemeluk Islam,” kata Aasiya tentang pendapat teman-teman Hindunya.
Saat itu, Aasiya mengaku khawatir dan takut melihat ketidaksetujuan teman-temannya tentang Islam dan ia merasa telah mengkhianati teman bahkan keluarganya. Tapi keyakinan Aasiya akan kebenaran Islam justeru makin kuat dan ia merasa tidak bisa lari dari kebenaran itu.
“Sampai kapan orang bisa menghindar dari kebenaran? Anda tidak bisa hidup dalam kebohongan dan menerima kebenaran membutuhkan keberanian seperti yang disebutkan dalam ayat Al-Quran dalam surat An-Nisaa; ‘ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan’.”
“Hari itu, semua rasa kekhawatiran saya lenyap. Saya merasa, jika saya tidak pernah memeluk Islam dan selamanya saya tidak akan pernah memiliki Islam, saya akan tetap dicengkeram oleh kompleksnya kehidupan yang materialistis ini, dimana hawa nafsu membuat kita enggan melakukan hal-hal yang benar,” tandas Aasiya.
Aasiya akhirnya memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang Muslim. “Alhamdulillah, hari ini saya menjadi seorang Muslimah. Saya berusaha belajar dan terus belajar al-Quran dan Sunnah Rasulullah Muhammad Saw. Insya Allah, saya akan mengikuti sunah-sunahnya dengan lebih baik. Dengan bantuan beberapa teman dan sebuah organisasi Islam, saya belajar salat lima waktu,” tuturnya.
Persoalan Aasiya sekarang adalah memberitahukan tentang keislamannya pada teman-teman Hindunya dan orangtuanya. “Cepat atau lambat, saya pasti akan memberitahu mereka. Saya berharap mereka menghormati keputusan saya dan saya berdoa, semoga Allah swt memberikan kekuatan sehingga saya bisa istiqomah dengan keputusan saya menjadi seorang Muslim,” tandas Aasiya. (ln/readislam)
Sumber : eramuslim.com

Senin, 17 Februari 2014

Lingkar Kutub Tempat Dimana Matahari Tidak Terbenam

Subhanallah.. Tanpa kita ketahui ternyata di Bumi ini ada suatu tempat dimana matahari tidak akan terbenam, dimanakah itu ? yaa.. di daerah lingkar kutub, seperti yang kita bayangkan di lingkar kutub tersebut matahari hanya berputar putar tetapi tidak akan tenggelam, pada waktu tertentu.
Jadi jika kita ingin memaksimalkan sinar matahari pergilah ke utara! Seberapa jauh ke utara? Cobalah ke kawasan Lingkar Arktik (Lingkar Kutub Utara) atau Arctic Circle!
Selama musim panas, matahari tidak terbenam di atas Lingkar Kutub Utara. Bahkan, fenomena ini adalah yang membantu kita untuk mendefinisikan apa yang disebut dengan Lingkar Arktik. Seperti garis khatulistiwa, Lingkar Arktik juga adalah garis imajiner. Didefinisikan sebagai lintang di mana matahari tidak terbenam pada hari titik balik matahari musim panas (biasanya sekitar 21 Juni)
Utara dari Lingkaran Arktik, periode sinar matahari konstan berlangsung sampai enam bulan dalam setahun di Kutub Utara. Hal sebaliknya juga berlaku untuk setengah tahun yang lain. Diatas Lingkaran Kutub Utara, matahari tidak pernah terbit pada hari titik balik matahari musim dingin (biasanya sekitar 21 Desember). Bayangkanlah bagaimana jika kita tinggal di suatu tempat di mana selalu siang selama setengah tahun dan selalu malam untuk setengah tahun berikutnya?
Ada beberapa negara dengan daerah di dalam atau berbatasan dengan Lingkar Arktik. Banyak orang menyebut daerah ini dengan sebutan "Daerah Matahari Tengah Malam" karena di musim panas matahari sering terlihat lewat tengah malam. Beberapa daerah ini meliputi bagian-bagian paling utara dari Kanada, Greenland, Finlandia, Norwegia, Swedia, Rusia, Alaska dan Islandia.
Jika Anda benar-benar mencintai matahari, Anda mungkin ingin berlibur selama liburan musim panas ke Svalbard, Norwegia. Matahari tidak terbenam di sana dari sekitar tanggal 19 April hingga 23 Agustus setiap tahun!
Fenomena ini terjadi karena bumi sedikit miring pada porosnya sekitar 23,5 derajat. Ini berarti bahwa matahari hanya terbit dan terbenam sekali setiap tahun di daerah kutub-kutub bumi, baik utara maupun selatan.
Tentu saja, fenomena ini tidak hanya terbatas pada daerah utara. Fenomena juga terjadi di daerah selatan dekat Lingkar Antartika. Namun, tidak ada pemu****n manusia permanen di dekat Lingkar Antartika, sehingga sangat sedikit orang yang mengalami fenomena ini disana.
Orang-orang yang tinggal di daerah ini akhirnya terbiasa dengan konstannya sinar matahari/ konstannya kegelapan untuk waktu yang lama. Pendatang baru atau pengunjung, sering merasa sulit untuk menyesuaikan dan mungkin akan mengalami kesulitan tidur, terutama ketika matahari bersinar sepanjang malam.
Dibawah ini adalah foto-foto saat matahari tak jadi terbenam :
Nordkapp, Margeroi Island, Norway
Di Teshekpuk Lake, Alaska
Midnight Sun di Lofoten, Norway
Sumber: Viva-forum.co.id
Subhanallah indah sekali pemandangannya, hmm.. kira-kira bagaimana ya.. kehidupan orang disana apalagi yang muslim, dan bagaimana mereka berpuasa, atau sholat maghrib, isya dan shubuh? wah.. jadi pengen tahu niih, atau mungkin sebaiknya ga' usah menetap disana agar bisa hidup normal dan bisa menikmati nyenyaknya tidur malam tanpa sinar matahari.
Satu lagi kita mengetahui kebesaran Allah sang Pencipta, tidak ada yang Allah ciptakan itu sia-sia.
Wallahu alam bi showab.

Tilawah Qur'an memberikan Ketenangan dan Mencerdaskan

Tahfidz Merupakan penghafal al quran, banyak sekali keutamaan baik di dunia maupun di akhirat bagi orang yang menghafal Al-Quran, sayang tak banyak anak-anak yang mau menghafal dengan berbagai alasan.
Menghafal Quran bukanlah hal yang mudah, tapi juga tidak susah bila niat dengan tulus dan mempunyai keinginan dan berusaha dengan semaksimal mungkin, dengan menghafal otak kanan akan terbiasa berfikir dengan detail, dan fokus, karena menghafal Quran tidak dapat dilakukan dengan sembarangan harus benar sepenuhnya benar bacaan baik tanda baca maupun panjang pendeknya. Tidak ada yang tahu pasti bila tidak mempraktekanya karena Kenikmatan menghafal Al-Qur’an dan keistimewaannya tidak akan bisa dirasakan kecuali bagi mereka yang telah menghafalnya, tapi Satu hal yang pasti Allah selalu memberikan jalan kemudahan bagi setiap hambanya yang mau bersungguh-sungguh dan melakukan ibadah di jalanya.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.
Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Menurut penelitian membaca Al Qur’an sehabis maghrib dan subuh dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 % , karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam kesiang hari di samping itu ada tiga aktifitas sekaligus , membaca , melihat dan mendengar .
“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”

Kamis, 13 Februari 2014

Keputusan Kontroversi Walikota Bengkulu

Satu lagi Walikota di Indonesia , yaitu Walikota Bengkulu ( H. Helmi Hasan, SE., cukup berani mengeluarkan Perda / Edaran yang agak kontroversi, yaitu tentang Kewajiban PNS shalat berjamaah, dan akan dapat reward menunaikan ibadah Haji, Umroh atau Mobil. Mungkin saja dengan di undi. Keputusan ini keluar sesuai kesepakatan bersama, dan baru berlaku mulai tanggal 12 Februari 2014. Dengan ketentuan sholat Dzuhur berjamaah setiap hari Rabu, di Mesjid At Taqwa, tetapi berlaku pula di tempat lain yang aturannya akan diatur kemudian.
Seperti cuplikan berita dari: bengkuluonline.com berikut ini ;
BENGKULU – Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan, SE mengatakan Shalat berjamaah dengan reward haji, umrah, mobil, dan beberapa reward dari tampungan donator lainnya tidak hanya diwaktu Dzuhur, melainkan bisa Shalat-shalat lainnya sesuai dengan kesepakatan.
“Jadi kita menetapkan Shalat berhadiah itu pada Dzuhur karena berdasarkan musyawarah dengan FKPD, Kemenag, kita tentukan shalat Dzuhur untuk di Masjid At Takwa,” jelas dia, Kamis (13/2) siang.
Helmi mengatakan sesuai kesepakatan Shalat Dzuhur berjamaah berhadiah itu dipusatkan di Masjid At Takwa Anggut, namun bukan berarti Shalat shalat ditempat lain tidak bisa diberikan reward. Sebab menurutnya dari beberapa kecamatan bahkan sampai ketingkat kelurahan sekalipun bisa mengajukan untuk shalat berjamaah dan dirinya siap akan memberikan reward.
”Tidak hanya Dzuhur dan berfokus di Masjid At Takwa pada Hari Rabu saja, missal di Masjid Selebar tingkat kecamatan bisa malam Kamis atau di Masjid Kampung Melayu setiap Kamis tetapi shalat Asar,” kata dia.
Menurut dia dipilihnya Masjid At Takwa bukan berarti hanya focus disana, sebab kata adik kandung Menteri Kehutanan RI ini, diadakan kegiatan shalat berjamaah semarak reward ini untuk mengembalikan nilai-nilai luhur Agama Islam yang mulai luntur untuk melakukan ibadah shalat berjamaah.
Dan tujuan terakhirnya menciptakan kerukunan antar umat khususnya umat beragama Islam.“Jadi nantinya semua masjid itu akan berlomba-lomba, misalkan Masjid Raya Baitul Izzah boleh, datanglah beramai-ramai shalat Subuh disana. Dan kedepan setiap masjid ada kekhususan. Nah..nanti saling kunjung mengunjung, saya misalkan shalat di Selebar kemudian hari selanjutnya di masjid mana lagi,” tutupnya.(sey)
Subhanallah.. patut di acungi jempol keputusan tersebut, walaupun ada yang pro dan kontra, tetapi sebaiknya jangan dilihat dari hadiahnya tetapi lihatlah dari akibat yang timbul dari adanya perda tersebut, adalah secara tidak langsung membuat kebiasaan sholat berjamaah PNS khususnya, dan warga Bengkulu umumnya, dan tentu saja akan mempererat rasa persaudaraan dan ukhuwah islamiyah diantara mereka, semoga hal ini menjadi kebiasaan yang terus menerus, tetapi jangan lupa.. sebisa mungkin niat kita sholat tetap lillahi ta'ala, kalau hadiah misal itu bonus saja dari Allah Swt.
Perda tersebut sama saja dengan aturan dari orang tua yang akan memberi reward / hadiah anaknya jika sang anak dapat sholat lima waktu dalam 3 bulan misalnya, nanti akan diberi hadiah berupa sepatu baru, Sepeda, dll. sehingga anaknya akan terpacu untuk sholat 5 waktu, yang terpenting dari aturan tersebut adalah akan terbentuk kebiasaan yang baik..
Namun jika kita melihat syarat diterimanya ibadah kita adalah dilakukan sesuai syariah dan dilakukan dgn ikhlas, sesuai hadis qudsi (liat di TV Roja kemaren) bahwa Allah akan meninggalkan hamba dan amalannya jika amalan tersebut dilakukan bukan karena Allah, astaghfirullah al adzhiim.., karena itu lebih baik kita luruskan kembali niat kita.. hanya lillahi ta alla.
Wallahu a'lam