Kamis, 24 April 2014

Kasih Sayang Ayah yang Sebenarnya

Suatu malam, di sebuah stasiun radio, sedang berlangsung acara dimana orang- orang berbagi pengalaman hidup mereka. Perhatian saya yang semula tercurah pada tugas statistik beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya. Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Sejak kecil ia sering dimarahi oleh ayahnya. Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya benar.
Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan sang ayah yang ia dapatkan. Pada waktu ia berumur 17 tahun, tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya. Hal ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Sosok ayah yang melekat dalam dirinya adalah sosok yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Akhirnya ia memberontak dan tak pernah satu hari pun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya.
Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah ia ceritakan kepada siapapun kecuali pada istrinya. Walaupun merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.
Suatu hari ketika membantu ibunya membereskan barang-barang peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang dibungkus dengan rapi dan di atasnya tertulis “Untuk Anakku Tersayang”.
Dengan hati-hati diambilnya bingkisan tersebut dan mulai membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama ia idam-idamkan. Di samping kedua benda itu, terdapat sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan ia membuka kartu tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya, yang ia kenali betul sebagai tulisan tangan ayahnya.
Ya Allah, Subhanallah,Terima kasih karena Engkau mempercayai diriku yang rendah ini Untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupku Kumohon Ya Allah, Jadikan buah kasih hambaMu ini Orang yang berarti bagi sesamanya dan bagiMu Jangan kau berikan jalan yang lurus dan luas membentang Berikan pula jalan yang penuh liku dan duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya
Sekali lagi kumohon Ya Allah, Sertailah anakku dalam setiap langkah yang ia tempuh Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu Selamat ulang tahun anakku Doa ayah selalu menyertaimu “Dari Ayah yang Selalu Menyayangimu, sayang”
Meledaklah tangis sang anak usai membaca tulisan yang terdapat dalam kartu tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang bingkisan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya. Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahwa ayahnya memang sengaja merahasiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan keras agar sang anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu kehilangan sosok ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit yang diderita……..
Pada akhir acara, wanita itu mengingatkan para pemirsa agar tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita. Lihatlah juga segala sesuatu dengan mata hati kita. Apa yang kita lihat dengan kedua mata kita terkadang tidak sepenuhnya seperti apa yang sebenarnya terjadi.
“Kasih seorang ayah, seorang ibu, saudara-saudara, orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih Allah dilimpahkan pada kita dengan berbagai cara. Sekarang tinggal bagaimana kita menerima, menyerap, mengartikan dan membalas Kasih Yang Sebenarnya……………” kata wanita tersebut menutup acara pada malam hari itu.
Sumber: Erva Kurniawan Blog

Menjadi Pribadi Yang pandai Bersyukur

Ada sebuah cerita tentang seorang anak dari keluarga pas-pasan yang ingin mempunyai HP. Merasa tak puas dengan jenis handphone yang dibelikan orangtuanya, ABG (anak baru gede) itu membanting HPnya dihadapan orangtuanya. Tak ayal lagi, perbuatannya itu melukai hati kedua orangtuanya. Sang ABG itu sebetulnya ingin sekali memiliki smarthphone jenis Blackberry yang kini tengah menjadi trend. Sebagai pekerja serabutan, tak mudah bagi ayahnya mengumpulkan uang untuk membeli HP blackberry. Namun karena sayangnya kepada anak, sang ayahpun rela peras keringat demi membahagiakan sang buah hati. Singkat cerita, karena memang tak memiliki banyak uang untuk membeli HP Blackberry, maka sang ayah berinisiatif membelikan HP seharga uang disakunya. Air susu yang hendak disuguhkan kepada sang anak, justru dibalas dengan air tuba. Anak tersebut marah kepada orangtuanya karena apa yang dibelikan tidak sesuai yang diinginkannya. Sang anak justru mngungkapkan bahwa ia akan merasa malu bila membawa HP tersebut ke sekolahnya, karena kalah level dengan apa yang dimiliki teman-temannya. Peristiwa tesebut diatas di sampaikan seorang dai kondang dalam pengajian di salah satu TV swasta. Dan lagi bila kita cermati cerita sinetron yang ditayangkan di TV kita, maka akan didapati gaya hidup model ABG yang tidak puas dgn apa yang dimiliki, dan terus berusaha untuk mendapatkan apa yang berada di luar jangkauannya. Tidak Pernah Puas Apa penyebabnya ?? salah satunya karena ia selalu memandang orang-orang yang berada diatasnya dalam hal finansial. Akibatnya lahir kecemburuan disana. Gaya hidup semacam ini tentu tidak dibenarkan. Ini akan berakibat fatal yang akan menghantarkan seseorang pada kufur nikmat, karena merasa selalu dalam kekurangan, meski realitanya ia telah hidup berkecukupan. Islam adalah agama yang menjaga keseimbangan. termasuk masalah keduaniaan. tidak termasuk kategori haram, apabila kita mencari kekayaan dunia. Bahkan salahs atu hadist Rasul Saw ; bahwa kefakiran bisa menjadi penyebab kekufuran seseorang. Namun permasalahannya bila dalam kesibukan mencari nafkah tersebut menjadikan kita lupa daratan, maka akan jadi celaka. Sebab sifat dasar manusia dlm mencari harta itu bagai meminum air laut, tidk pernah merasa puas, selalu merasa kekurangan. Sebagaimana sabda rasul Saw ; "Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisai dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat" ( HR. Bukhari ) Disinilah kita perlu kontrol diri, sehingga tidak lupa diri. tidak menjadi budak harta, tapi menjadi tuannya. tidak pula menjadi orang yang dikendalikan, tetapi malah mengndalikan. "Jika salah seorang diantara kalian memiliki

Tertarik Islam Setelah Mengikuti "World Hijab Day" Th. 2013

Subhanallah.. Allah telah memberinya Hidayah setelah mencoba menggunakan hijab pada "Hari Hijab Sedunia"
INGGRIS – Pengalaman satu hari memakai hijab dalam “World Hijab Day” tahun lalu telah menuntut seorang warga Inggris 21 tahun membaca lebih banyak tentang Islam dan akhirnya memeluk agama Islam. “World Hijab Day” part 2 kembali akan dikampanyekan pada awal Februari ini. Kisah muallafnya Jessica Rhodes terjadi pada tahun 2013, dan sudah banyak diberitakan di berbagai media, tapi saya ingin membagikan kembali kepada Anda dalam rangka menyambut “World Hijab Day” part 2 ini.
Jessica Rhodes adalah seorang wanita berusia 21 tahun dari Norwich, Inggris yang bekerja sebagai konsultan telesales dan juga seorang mahasiswa. Dia lahir pada tahun 1991, dibesarkan di sebuah kota pantai kecil di pantai Tenggara dari Inggris. Pada usia 19 tahun dia melanjutkan pendidikannya ke universitas untuk mendapatkan gelar di bidang Musik dan ia berharap bisa melanjutkan ke jenjang pascasarjana dalam bidang konseling.
Dia memiliki cerita yang luar biasa tentang pilihannya untuk memeluk Islam dan bagaimana dia menjadi tertarik kepada Islam. Seorang wanita dari New York, Nazma Khan, memulai kampanyenya yang dikenal sebagai ‘World Hijab Day’. Gerakan ini telah diselenggarakan di situs jejaring sosial. Hal ini telah menarik minat dari Muslim dan non-Muslim di lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Bagi banyak orang, hijab adalah simbol penindasan dan perpecahan. Hijab sering menjadi target perdebatan besar untuk menanamkan kesalahpahaman tentang Islam di Barat.
Hari Hijab Dunia dirancang untuk melawan kontroversi ini. Hal ini mendorong wanita non-Muslim (atau bahkan wanita Muslim yang tidak mengenakan hijab) untuk mengenakan hijab dan mengalami bagaimana rasanya saat memakai hijab untuk yang pertamakalinya, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pemahaman yang lebih baik tentang hijab.
Melalui jejaring sosial itulah Jessica Rhodes ikut terlibat. Jessica Rhodes berteman dengan Widyan Al Ubudy yang tinggal di Australia, dan menyarankan teman-teman Facebook-nya untuk berpartisipasi. Jessica yangs eorang non-Muslim memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam “World Hijab Day” tersebut.
Dia mengatakan: “Saya ikut ambil bagian dalam Hari Hijab Dunia pertama dan menantang diri untuk mengenakan jilbab selama satu bulan. Saya kemudian mencoba untuk mulai membaca al- Quran dan kata-kata dalam al-Quran tampak logis dan jelas. Saya juga melakukan beberapa penelitian tentang Islam secara keseluruhan dan saya merasa bahwa Islam adalah agama yang komprehensif yang bisa memberikan jawaban yang saya cari “.
Meskipun orang tuanya sedikit khawatir bahwa kemungkinan dia akan diserang di jalan-jalan karena dianggap tidak toleran.
Beberapa Website seperti BBC, CBBC, Muslim, Times, Malaysia Digest telah menerbitkan artikel dirinya mengenai pengalaman seorang non-Muslim memakai hijab. Momen terpenting dalam hidupnya adalah saat ia berjalan keluar dengan memakai hijab untuk pertama kalinya sebagai seorang non-Muslim dan ia tidak bisa mengingat bagaimana rasanya untuk pergi tanpa memakai hijab.
Mengenai reaksi dari orang tuanya, teman dan suami, ia mengatakan: “Itu seperti sekantong perpaduan, orang tua tidak senang tapi mereka menerima keputusan saya. Mertuaku sangat mendukung. Teman-teman saya ada beberapa yang senang dengan keputusan saya, yang lain ingin berdebat dengan saya tentang hal itu, dan yang lain melangkah keluar dari hidup saya sama sekali.”
Saat ditanya tentang apa tantangan yang ia hadapi sebagai seorang muslimah, katanya dia sangat beruntung dan sejauh ini dia tidak menghadapi masalah apapun dan semua orang telah sangat mendukung dan berpikiran terbuka tentang hal itu.
Jessica mengenakan jilbab untuk pertama kalinya ke kantornya dan ia mendapat respon yang indah dari teman-teman sekantornya.
Di halaman Facebook Word Hijab Day, 31 january 2013, mengutip tulisan Jessica: Untuk semua teman-teman saya yang telah ada dalam hidup saya dan mendukung saya, saya memiliki sesuatu untuk sampaikan kepada Anda. Seperti yang Anda tahu, saya sekarang telah mengenakan hijab selama 8 hari dan telah membaca Quran selama sekitar 3 atau 4 hari. Hal masya Allah itu adalah sesuatu yang mengagumkan…indah … dan dia terlihat sangat cantik juga… Semoga Allah swt selalu memberikan bimbingan dan melindungimu saudariku, dan mendapatkan pahala di akhirat ..”
Subhanallah, hijab telah mengantarkan seorang Jessica Rhodes kepada Islam. Semoga rahmat dan perlindungan Allah selalu menyertaimu, Saudariku! Dan semoga World Hijab Day 2014 ini kembali mendapat respon positif yang luar biasa dan bisa menjadi jalan hidayah bagi mereka untuk menemukan Islam, seperti Jessica Rhodes.
[Ar Rahmah.com]

Tentara Korsel Masuk Islam Karena Terpesona Gerakan Sholat

IRAK – Sebanyak 38 tentara Korea Selatan secara spontan berikrar masuk Islam. Ke-38 tentara Korea itu, satu orang diantaranya seorang komandan bernama Kapten San Jin Gu sedang 37 lainnya adalah prajurit. Kapten San adalah salah satu komandan Brigade 11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Irak. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara.
Saat bertugas di wilayah tersebut, Kapten San Jin-Gu sering mengamati orang-orang muslim shalat berjamaah di masjid. Kebetulan markas pasukannya berada dekat sebuah masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan- gerakan shalat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkkan dikamarnya sendirian.
Pada saat mempraktikkan itulah Kapten San Jin-Gu merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan shalat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga), dan ternyata sebagian besar prajurit setelah memprakteikkan gerakan-gerakan shalat tersebutmerasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.
Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”. Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam. Subhanallah!
[Islamic Media Indonesia]

Kamis, 17 April 2014

Mandi Menyenangkan dapat Mencerdasan Anak

Buat para bunda yang masih memiliki anak balita, tentunya ingin memiliki anak yang cerdas bukan ?? ternyata kegiatan mandi dapat dijadikan ajang sebagai salah satu cara untuk mencerdaskan anak.., yaitu dgn membuat suasana mandi menjadi nyaman dan menyenangkan.., yuuk liat bagaimana caranya..??
Mandi dan Kecerdasan Anak
Oleh : Widianingsih, M.Ag.
BEBERAPA waktu lalu, saya melihat adik saya memandikan anak pertamanya. Usia anaknya 1 tahun lebih. Bayinya tertawa menikmati dinginnya air. Namun ibunya teramat fokus menggosok badan anaknya dengan sabun. Lalu membilasnya dengan air tanpa berkata-kata sedikitpun.
Setelah keduanya keluar kamar mandi saya pun bertanya, “Dek, apa yang baru saja kamu lakukan?” Ia pun menjawab, “Oh tadi itu, habis mandiin Azam.” Azzam itu nama anaknya. “Dikira sedang mencuci baju,” tukas saya. Ia pun berlalu menuju kamarnya.
Ba’da maghrib setelah anaknya tidur, saya bicara dengan adik. Saya sampaikan bahwa kegiatan mandi bisa membuat anaknya cerdas. Memang tidak sedikit para ibu yang belum memahami hal ini. Kebanyakan mereka merasa ingin cepat-cepat menyelesaikan satu kegiatan bersama anak karena pekerjaan rumah tangga lain menunggu
Usia 0-2 tahun disebut sebagai jendela kesempatan oleh neuroscientist. Karena pada usia inilah terjadi proses tahap awal penyambungan antar sel otak. Jika pada usia ini ada sel yang tidak tersambung, maka sel tersebut akan hilang melalui program penghapusan.Itulah mengapa kehidupan seorang anak setelah dewasa tergantung pada masa golden age-nya.
Dalam setiap kegiatan rutin yang dilakukan ibu dan bayinya terdapat banyak kesempatan untuk membangun sambungan sel-sel otak. Orangtua perlu memverbalkan apa kegiatan yang dilakukan dengan bayi. Bayi mendapat pengetahuan melalui semua inderanya. Maka dengan membahasakan semua yang dilakukan, bayi akan menerima pengetahuan melalui semua inderanya dengan lengkap.
Saat mandi misalnya, diawali dengan membantu bayi membuka baju. Ibu atau ayah yang membantu bayi harus bicara. “Anakku sayang, kegiatan mu sekarang adalah mandi. boleh ya ibu/ayah bantu buka bajunya. Bismillahirrahmanirrahiim. “ Ibu/ayah membuka baju anak perlahan-lahan tanpa berhenti bicara.
Kita katakan pertama yang dibuka kancingnya, lalu tangan kanannya dan seterusnya. Setelah bajunya di buka, ibu terus bicara bahwa sekarang sedang bergerak menuju kamar mandi, bisa ditambah dengan menghitung langkah kaki ibu dari kamar tidur menuju kamar mandi. Setelah siap di depan pintu kamar mandi, orangtua tetap tak berhenti bicara, sampaikan bagaimana Islam mengajarkan adab masuk kamar mandi disertai do’a sebelum masuk kamar mandi.
Setelah anak masuk bak mandi, tetap orangtua harus bicara. Satu-persatu anggota tubuhnya disebutkan. Tak lupa fungsi-fungsi setiap bagian tubuhnya. Sampaikan benda-benda yang ada di kamar mandi. Dingin atau hangatnya air yang dipakai. Benda-benda yang sedang digunakannya. Usapan disertai pijitan lembut dan hangat di tubuhnya akan membuat sambungan semua sel otaknya.
Hingga selesai bilasan terakhir orang tua tetap tidak boleh berhenti bicara. Kemudian ulang seperti diawal kita sampaikan adab keluar kamar mandi. Lalu terus bicara bergerak kemana setelah keluar dari sana.
Satu kegiatan rutin mandi saja akan membuat sambungan yang banyak pada sel-sel otaknya. Rangsangan dari semua inderanya membuat anak kita menjadi anak yang cerdas. Bisa kita bayangkan berapa sambungan yang akan terlewatkan ketika orangtua tidak mendampingi anaknya.
Kita tidak bisa memilih dilahirkan dari orangtua yang cerdas atau biasa saja. Tapi kita bisa memilih untuk menjadi orangtua yang cerdas bukan? [islampos]
Dari uraian diatas, anak cerdas dihasilkan dari ibu yang penuh kelembutan dan komunikatif, walaupun anak tersebut masih balita yang mungkin belum mengerti perkataan ibunya.. namun yang penting jalinan sentuhan kasih sayang dan komunikasi yang baik itulah yang menumbuhkan kembangkan sel-sel otaknya, semoga hal ini bisa dilanjutkan sampai mereka dewasa, maksudnya kenjadi ibu yang komunikatif dalam setiap kesempatan. wallahu alam bi showab.

Orang Penting Di Mata Allah

Menjadi orang penting bagi orang lain pasti menyenangkan karena merasa diperlukan, tapi ada yang lebih penting lagi dari itu semua yaitu "menjadi orang penting di mata Allah Swt." Siapakah orang-orang itu..? yup mereka adalah agen-agen muslim, yang memikirkan, membantu, memperbaiki agama Allah.. lebih lengkapnya, yuuk kita baca ulasan berikut ini :
Orang Penting dimata Allah
Oleh: Ustadz Bachtiar Natsir
Essensi sebuah nikmat sejatinya bukan pada banyaknya jumlah. Seseorang itu penting atau tidak penting bukan diukur dari banyaknya gaji dan tingginya jabatan. Rosululllah Saw bersabda “Urusan paling penting adalah mengurusi Islam”.
Beberapa santri mengabdikan diri di lereng gunung merapi, berbekal tungku, satu penggorengan, satu panci dan satu ceret sebagai aset untuk hidup dan berjuang di jalan Allah untuk mengurusi Islam. Di sana, mengajari mereka ngaji, shalat, mengajak kepada ketaatan kepada Allah, padahal gaji tak seberapa hanya sekadarnya saja.
Apa yang dijadikan bahasan dari mereka bagi orang-orang penting di Jakarta? Orang-orang yang merasa menjadi orang penting itu pasti heran, cara pandang yang bermasalah.
Rosulullah Saw bersabda orang penting adalah orang yang mengurusi Islam, kemudian menegakkan shalat dan yang paling tinggi adalah Jihad fie sabilillah. Berapa pun gaji kita, setinggi apapun jabatan kita, jika kita tidak memikirkan Islam, tidak mengurusi Islam, kita bukan orang penting, kita bukan siapa-siapa.
Ingatlah, di kubur nanti bukan mulut kita yang menjawab tapi amal kita yang menjawab, tiga pertanyaan yang akan diajukan, siapa Rabbmu, siapa Nabimu, dan apa kitabmu. Kenapa tiga pertanyaan itu yang diajukan? Inilah esensi dari hadist Rosulullah Saw, ketika amal tidak untuk meneggakkan Agama Allah, maka amal itu menjadi tidak penting.
Amal kita akan ditanya apakah sudah sejalan dengan Rubuyahnya Allah dan Uluhiyahnya Allah maksudnya, apakah sudah sesuai dengan apa yang di contohnya Rosulullah Saw. Bagi para santri yang hebat, mereka yang sudi memberikan ilmu terbaiknya untuk mengenalkan kepada umat menuju jalan Tuhannya agar taat kepada Allah, mereka itulah yang di maksud dengan Orang Besar, Orang yang Penting di mata Allah.
Sumber : islampos.blog

Selasa, 15 April 2014

Pengalaman Menarik Ber-Hijab Seorang Non Muslim

Seorang wanita Non Muslim, Anisa Rawhani membuktikan ternyata banyak orang meresponnya lebih bagus ketika ia mengenakan jilbab dibanding ia tidak mengenakan jilbab.
” ‘ Orang-orang menjadi lebih sopan , banyak orang tua menjabat tangan saya ‘ , ujar mahasiswi perguruan tinggi Kanada yang mengenakan jilbab selama 18 hari untuk mengungkapkan bagaimana tingkat rasis komunitasnya, ” lapor Daily Mail , 12 April. Seorang mahasiswi Kanada tersebut baru-baru ini melakukan eksperimen sosial untuk melihat apakah orang-orang memperlakukannya berbeda jika ia mengenakan jilbab .
Anisa Rawhani , seorang mahasiswi tahun ketiga di Queens University di Ontario , mengenakan pakaian Muslimah selama 18 hari pada bulan Januari saat ia bekerja di perpustakaan universitas , mengunjungi toko-toko dan restoran di dekat kampus dan saat ia melakukan pekerjaan sukarela dengan anak-anak setempat .
Menurut Rawhani – yang melakukan percobaan untuk melihat apakah orang-orang di komunitasnya bersikap rasis terhadap kelompok minoritas -ternyata ia melihat bahwa banyak orang memperlakukan dia lebih ramah dan dengan lebih hormat daripada ketika dia tidak memakai jilbab . Rawhani , walaupun ia bukan Muslim , menulis tentang pengalamannya memakai busana muslimah dalam edisi Maret Journal queen , di mana ia bekerja sebagai editor . ” Pada awalnya saya pikir saya hanya membayangkan hal-hal menakutkan akan terjadi , “ujar Rawhani .
Dalam beberapa kasus , katanya , dia pergi keluar dengan teman-teman yang tidak memakai jilbab dan dia ternyata diperlakukan jauh lebih baik daripada teman temannya yang tidak mengenakan jilbab. “Ada kelebihan ini ( sambil menunjuk jilbabnya ) , saya mengalami sesuatu yang saya tidak bisa menjelaskan , ” katanya . ” Seperti benar-benar menjadi begitu sangat sopan , saya tidak pernah mengalami sebelumnya. Itu sesuatu yang kontras yang sedang terjadi. ‘ Rawhani mendiskusikan temuannya dengan seorang profesor psikologi di universitasnya- dia sebut sebagai fenomena menarik.
Rawhani , Non Muslim keturunan Iran , terinspirasi oleh percobaan serupa yang pernah dilakukan di Amerika Serikat , di mana seorang wanita diminta untuk mengenakan jilbab selama satu hari dan melihat bagaimana orang-orang memperlakukan mereka . ‘ Keinginan percobaan datang dari keinginan untuk memahami lebih baik karena ada begitu banyak ketegangan di sekitar pengenaan jilbab itu , “katanya . ” Ada begitu banyak kesalahpahaman dimana banyak orang-orang berpikir bahwa muslimah tertindas dan ada juga isu-isu rasisme yang terjadi, ” lanjutnya . (Jwel/KH)
Subhanallah.. Allah telah memperlihatkan kepadanya, bagaimana indahnya konsep Hijab bagi para muslimah, yang sebenarnya adalah untuk melindunginya dari gangguan orang-orang jahil dan agar sebagai tanda bahwa dia seorang muslimah, semoga dgn begini semakin terbuka dunia bahwa Hijab tak bisa dilepaskan bagi wanita muslimah yang mengingikan keridhoan Allah Swt., aamiinn..